Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
V
Tidak ada komentar:
Posting Komentar