Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan setelah semua sirna begitu saja. Memang sulit untuk menerima dan mengikhlaskan atas semua yang telah terjadi. Pertama-tama aku sangat bingung harus bagaimana dan harus memilih yang seperti apa jurusan yang ku pilih selanjutnya. Dari dulu Aku memang tidak pernah memikirkan tentang jurusan apa yang harus ku pilih jika sewaktu-waktu Aku tidak lulus tes Kedokteran karena Aku fikir semua yang kuinginkan pasti tercapai.
Seperti yang telah Aku jelaskan tadi, semua yang terjadi semata-mata atas qoda’ dan qodar. Iman kepada qadar adalah termasuk Tauhid Rubiah. “Qadar merupakan kekuasaan Allah Ta’ala”(Imam Ahmad). Selain itu qadar adalah rahasia Allah Ta’ala yang tersembunyi. Tak ada seorangpun yang mengetahuiya kecuali Dia, tertulis pada Lauh Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik atau buruk yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala untuk kita maupun untuk mahkluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash lainnya.
Manusia bisa membedakan perbuatan manusia yang terjadi karena kehendaknya sendiri dan yang terjadi karena terpaksa. Sebagai contoh, orang yang sedang sadar turun dari atas rumah melalui tangga, ia tahu bahwa perbuatannya atas dasar atas pilihan dan kehendaknya sendiri. Beda halnya dengan ia terjatuh dari atas rumah, ia tahu bahwa perbuatannya bukan atas dasar kemauannya sendiri. Ia bisa memebedakan kedua perbuatan ini. Yang pertama bukan karena kemauannya dan yang kedua atas kemauannya sendiri. ( Al Utsaimin shaleh ).
Demikian dalam segala hal yang terjadi pada diri mausia, dia mengetahui, perbuatan yang terjadi dengan kemauan sendiri dan perbuatan yang terjadi tanpa kemauannya.
Berikut pendapat-pendapat mengenai qadar Allah. Umat islam dalam masalah qadar ini terbagi menjadi tiga golongan. Pertama: mereka yang ekstrim menetapkan qadar dan menolak adanya kehendak dan kemauan makhluk. Mereka berpendapat bahwa manusia sama sekali tidak mempunyai kemauan dan keinginan, ia hanya disetir dan tidak mempunyai keinginan, laksana pohon yang ditiup angin. Mereka tidak membedakan antara perbuatan manusia yang terjadi dengan kemauannya dan perbuatan yang terjadi tanpa kemauannya. Tentu saja mereka ini keliru dan sesat, karena sudah jelas menurut agama, akal dan adat kebiasaan bahwa manusia bisa membedakan antara perbuatan yang atas kehendak sendiri dan perbuatan yang terpaksa. (Al Utsaimin shaleh)
Kedua: mereka yang ekstrim dalam menetapkan kemampuan dan kehendak makhluk sehingga mereka menolak bahwa apa yang diperbuat manusia karena kehendak dan keinginan Allah serta diciptakan olehnya. Menurut mereka, manusia mempunyai kebebasan atas perbuatan mereka. Bahkan ada diantara mereka yang menyatakan bahwa Allah ta’ala tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh manusia kecuali setelah terjadi. Mereka inipun sangat ekstrim dalam menetapkan kemampuan dan kehendak makhluk.
Ketiga: mereka beriman, sehingga diberi petunjuk oleh Allah ta’ala untuk menemukan kebenaran yang telah diperselisihkan. Mereka itu Ahlusunnah Waljamaah. Dalam masalah ini mereka menempuh jalan tengah dengan berpijak diatas dalil syar’i dan dalil aqli. Mereka berpendapat bahwa perbuatan yang dibedakan Allah Ta’ala dialam semesta ini terbagi atas dua macam:
1. Pebuatan yang dilakukan Allah Ta’ala terhadap makhluknya. Dalam hal ini tak ada kekuasaan dan pilihan bagi siapapun. Seperti contoh turunnya hujan, tumbuhnya tanaman, kematian, sakit, sehat, dan masih banyak contoh lainnya yang dapat disaksikan oleh Makhluk Allah. Hal seperti ini, tentu tak ada kekuasaan dan kehendak bagi siapapun. Kecuali bagi Allah Ta’ala. Yang Maha Esa dan Maha Kuas
2. Perbuatan yang dilakukan oleh makhluk yang mempunyai kehendak. Perbuatan ini terjadi atas dasar keinginan dan kemauan pelakunya. Karena Allah Ta’ala menjadikannya untuk mereka. Sebagaimana firman Allah yang artinya: “ bagi siapa diantara kamu yang ingin menempuh jalan yang lurus” ( At-Taqwir: 28)
Sekarang yang ada dalam fikiran dan perasaanku hanyalah suatu perasaan dimana Aku bingung harus memilih jurusan apa. Rencananya, Aku akan memilih jurusan Bahasa Indonesia karena Aku sangat senang dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Yang Aku senang dari pelajaran tersebut adalah mengarang karena mengarang merupakan bagian perasaan seseorang yang secara bebas bisa mengungkapkan isi hatinya. Selain mengarang, Aku juga senang dengan membaca puisi. Dari Aku masih mengenyam bangku Pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas ( SMA ), Aku sudah sering memenangkan lomba membaca puisi. Selain itu, Aku juga sering memenangkan lomba mengarang waktu SD juara pertama sekecamatan dalam langsung dilanjut lomba ketingkat Kabupaten dan mendapatkan juara sepuluh sekabupaten. Memang suatu kebanggaan bagiku memenangkan lomba mengarang tersebut. Selain waktu mengenyam bangku pendidikan di Sekolah Dasar yang memenangkan lomba mengarang, Aku juga memenangkan lomba mengarang di SMP dan SMA juara satu di sekolahku dari kelas satu sampai dengan kelas tiga.
Waktu kelas satu SMA Aku mengikuti lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat Nasional. Lomba tersebut juga sangat sulit jika tidak teliti dan sabar untuk mengerjakannya. Salah satu alasan untuk mengikuti Karya Ilmiah remaja tingkat Nasional adalah untuk mendapatkan suatu pengalaman yang lebih dan juga untuk persiapan jika sudah mau sikripsi. Banyak atau sedikit ilmu yang didapat minimal kita bisa membuatnya dan tata caranya. Aku sich tidak mengharapakan lomba tersebut menang, tapi hanya ingin mengetahui proses pembuatannya. Guru yang membimbing lomba tersebut adalah Ibu Himma, beliau baik, sabar dalam membimbing, dan tidak memilih antara siswa yang satu dengan yang lain.
Bukan hanya lomba KIR saja yang Aku ikuti, pada saat kelas dua SMA ada lomba meresensi Novel, Dua buku non fiksi dan satu buku fiksi. Memang membutuhkan waktu yang lumayan lama. Tapi sanang dan mendapatkan pengalaman yang lebih dari semua itu. tapi, yang megikuti meresensi Novel Cuma dua anak dalam satu sekolah soalnya banyak yang mengatakan bahwa ikut lomba seperti itu hanyalah membuat capek diri dan tidak menghasilkan apa-apa dalam artian tidak akan menang karena lomba tingkat Nasional. Kalau Aku tidak mmengharapkan bahwa Aku harus menang, tapi piagam dan pengalaman, serta ilmunya yang Aku harapkan. Ya, syukur-syukur kalau menang, yang harus dicatat adalah sebesar apa usaha yang dilakukan masalah hasil soal belakangan.
Kita dalam melakukan sesuatu jangan terlalu tinggi keinginannya untuk tercapai, yang harus dicatat adalah ilmu yang kita dapatkan lebih besar nilainya jika dibandingkan dengan yang lain bahkan ilmu kita akan mengalahi anak yang pintar juga. Meskipun anak yang pintar itu sering mendapatkan pringkat kelas dan kita tidak, tapi jika kita sering mengikuti lomba-lomba maka bisa saja ilmu kita melebihi mereka semua.
Menurut bahasa (Arab): Al Ilmu lawan kata al jahlu ( tidak tahu atau bodoh ). (lihat lisanul arab) atau: mengenal sesuatu dalam keadaan aslinya dengan pasti. (kitabul ilmi hal: 11).
Menurut istilah: ilmu yang kita maksud disini adalah ilmu syar’i tentang penjelasan-penjelasan dan petunjuk yang Allah turunkan pada rasul-Nya ( atau dengan kata lain ilmu al-Quran dan as-Sunnah.
Ilmu yang disebut-sebut dalam (al-Quran dan as-Sunnah) dan mendapatkan pujian adalah ilmu wahyu (kitabul ilmu:11) namun demikian bukan berarti ilmu yang lain-lain tidak ada manfaatnya. Ilmu lain dikatakan bermanfaat jika dilihat dari salah satu sisinya (yang baik) yaitu: jika membantu ketaatan kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Dan dalam menolong agama Allah serta bermanfaat bagi kaum muslimin. Kadang-kadang hukum mempelajarinya menjadi wajib, jika itu masuk dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dan ada hukum-hukum menuntut Ilmu adalah:
1. Fardlu A’in.
Menutntut ilmu menjadi fardlu ai’in hukumnya bagi setiap muslim, jika menjadi prasyarat untuk mengetahui sebuah ibadah atau mu’amalah yang harus dikerjakan. Dalam kondisi seperti ini, wajib baginya untuk mengetahui bagaimana cara ibadah kepada Allahu Wa Ta’ala dan cara bermu’amalah.
2. Fardlu Kifayah
Tholabul Ilmi pada asalnya (hukumnya) fardlu kifayah, jika sudah ada sebagian orang yang mengerjakan maka bagi yang lain hukumnya sunnah. Hal-hal lain (berkaitan dengan tholabul ilmi) yang tidak termasuk dalam fardlu A’in diatas hukumnya fardlu Kifayah. Seorang tholabul ilmi menyadari bahwa ia menjalankan sebuah kewajiban (fardlu kifayah) agar ia memperoleh pahala orang yang menjalankan kewajiban, disamping itu juga mendapatkan ilmu.
“ Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap mu’min” (Al-hadish)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu mem[punyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya”. (QS:Al-Isra’:36)
Ayat diatas menjelaskan prinsip dasar syar’i yang benar tentang bagaimana sikap seorang muslim ketika mendengar, melihat atau meyakini sesuatu. Semua itu harus dibangun diatas ilmu, tiada alternatif lain. Jelasnya makna ayat tersebut adalah: janganlah Anda mengituti apa yang Anda tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Maka apa yang kita dengar yang kita lihat harus kita simpan dahulu didalam hati kita, bahkan kita wajib meneliti dan memikirkannya. Apabila kita dapat mengetahuinya secara jelas, barulah kita yakini. Tetapi kalau tidak, kita tinggalkan seperti sediakala dalam keadaan penuh keraguan, dugaan-dugaan, serta prasangka yang tidak bisa dianggap (sebagai apa-apa). (Al Imam Bakr Bin‘Abdullah Al Muzani berkata: hati-hatilah jangan sampai kamu mengatakan sesuatu yang apabila benar perkataanmu, maka kamu tidak akan mendapatkan pahala, dan apabila perkataanmu maka kamu akan berdosa. Itulah Dia su’uzhoon (prasangka buruk). (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Ath-thobaqothVII/210 dan Abu Nu’am dalam Al-Hilya II/226).
Fungsi Ilmu:
1. Sarana paling utama menuju takwa. Urgensi ilmu dalam kehidupan seorang mukmin yang bertaqwa adalah hal yang tidak dapat disangkal. Karena ketaqwaan itu itu sendiri identik dengan kemampuan merealisasikan ilmu yang shohih (benar) yang bersumber dari Al-Quran dan As sunnah sesuai dengan pemahaman pendahulu umat ini yang sholeh.
2. Amalan yang tidak terputus pahalanya. Ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi setiap muslim. Sebab ilmu akan memelihara pemiliknya dan merupakan beban bawaan yang tidak berat, bahkan akan semakin bertambah bila diberikan atau digunakan. Serta merupakan amalan yang tetap mengalir pahalanya. Meskipun pemiliknya telah wafat, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam: dari Abu hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: “ jika telah meninggal seorang manusia, maka terputuslah semua amalnya. Kecuali tiga perkara, yaitu shadoqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak sholih yang mendoakannya.” (HR: Muslim)
3. Pondasi utama sebelum berkata dan beramal. Ilmu yang memiliki kedudukan yang agung dalam diri ini, oleh karenanya ahlussunnah waljama’ah menjadikan ilmu sebagai pondasi utama sebelum berkata-kata dan beramal sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhory rahimahullahu ta’ala dalam shohihnya “ bab ilmu sebelum berkata dan beramal.
Syaikh Sholih Al Utsaimin rahimahullahu ta’ala mengatakan: “ dengan ayat ini Al Bukhori berdalil bahwa kita harus memulai dengan ilmu sebelum berkata dan beramal. Ini merupakan dalil naqli yang jelas bahwa Manusia berilmu terlebih dahulu sebelum beramal dan berkata. Sedangkan secara Aqli hal yang membenarkan bahwa ilmu harus dimiliki sebelum beramal dan berkata karena perbuatan dan perkataan tidak akan dinilai disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai suatu ibadah jika tidak sesuai dengan syari’at. Sedangkan seseorang tidaklah mengetahui apakah amalannya sesuai dengan syari’at atau tidak melainkan dengan ilmu.” (Syarah Tsalatsatul Ushul).
4. Ilmu merupakan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani terhadap ilmu melebihi kebutuhan jasmani terhadap makan dan minum, sebagaimana perkataan imam Akhmad rahimahullahu.” Kebutuhan manusia akan ilmu melebihi kebutuhannya akan makanan dan minuman, sebab makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, namun ilmu dia dibutuhkan sepanjang tarikan nafasnya.” Sebab rohani merupakan penggerak utama bagi jasmani jika rohani telah kering dari ilmu maka pada hakekatnya Dia telah mati sebelum mati dan manusia seperti ini ibarat mayat-mayat yang berjalan, atau hidup bagai binatang ternak yang tidak dapat mengambil pelajaran dan pengajaran. Allah ta’ala berfirman: “ Dan sesungguhnya kami jadikan untuk neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi ; mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS:Al’Araf:179).
5. Salah satu bentuk metode tasfiyah dan tarbiyah bagi umat agar tidak menjadi alat permainan iblis dan bala tentaranya. Syaikh Salim Al Hilali Hafidzhullah berkata: “ ketahuilah daya tipu iblis paling awal adalah memalingkan manuisa dari ilmu, sebab ilmu adalah cahaya, dan jika telah padam cahaya lemtera mereka, dengan mudah iblis akan membenamkan mereka dalam kedzoliman (kegelapan) sekehendaknya.
Dari paparan diatas telah dijelaskan bahwa kita memang diwajibkan untuk menuntut ilmu, baik itu ilmu yang didapat secara resmi maupun tidak. Dan pengalaman yang didapat jugapun bisa berupa ilmu yang kita dapatkan secara tidak sadar. Semua yang kita lakukan pasti ada ilmu yang kita dapatkan meskipun itu cuma sedikit hasilnya.
Pada saat itu, Aku memang benar-benar bingung untuk memilih jurusan yang bagaimana dan seperti apa. Disatu pihak Aku menginginkan jurusan Bahasa Indonesia, dan satu pihak lagi Aku memikirkan jurusan yang sekiranya dekat dengan materi yang diajari pada jurusan kedokteran maksudnya Aku pilih Biologi. Salah satu alasan Aku memilih jurusan biologi karena rencananya untuk tahun depan yaitu tahun ajaran 2011 ingin daftar lagi di fakultas kedokteran tersebut.
Bukan karena Aku tidak puas atas hasil yang telah didapatkan bahwa Aku sudah tidak lulus tes. Tapi, karena ingin mencoba lagi dan siapa tahu untuk tahun depan Aku diterima. Waktu kurang lebih satu tahun memang waktu yang cukup lama untuk persiapan tes tahun depan yang akan datang. Tapi, banyak orang yang berfikir waktu satu tahun adalah waktu yang cukup lama untuk ikut tes lagi dan membuang-buang waktu. Banyak yang berpendapat bahwa lebih baik memilih jurusan yang lain dan untuk tahun depan tidak usah mengikuti tes lagi dan cukup yang ada saja yang harus dijalani dalam artian Aku harus bisa menerima kenyataan bahwa sudah takdirku untuk tidak diterima di jurusan kedokteran.
“ jangan mengaharapkan apa yang tidak ada tapi, jalani apa yang sudah ada didepan mata kita”
Kata-kata itu memang sangat benar sekali dan sangat mudah untuk dipahami, tapi sulit untuk dijalani. Memang gampang orang-orang berbicara seperti itu dan mengeluarkan pendapat yang beda-beda dengan pemikiranku. Orang lain tidak mengerti apa yang telah Aku rasakan seperih mana perasaanku yang ditanggung dan Aku jalani. Yang orang tahu hanyalah Aku adalah sosok seorang anak yang bodoh dan tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Sebenarnya Aku sudah bisa menerima kenyataan yang terjadi di depan mataku, tapi apakah salah jika Aku ingin mencoba sesuatu yang Aku inginkan untuk bisa menjadi suatu kenyataan. Suatu keinginan memang tidak akan pernah terjadi bila tidak mencobanya. Bukan mengharap sesuat yang tidak mungkin terjadi tapi mencoba sesuatu yang mungkin saja terjadi suatu saat jika sudah tiba waktunya.
Ya, yang namanya manusia jika melihat kekurangan orang lain dia akan berbicara dan membuat suasana menjadi heboh, tapi jika dia mendengar dan melihat kelebihan orang lain maka dia akan diam dan tak berkata sepatah katapun. Yang harus kita lakukan hanya satu yaitu menerima dan ikhlas atas apa yang telah dilakukan oleh orang lain untuk kita. Yang terpenting bagi kita adalah kita tidak melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan.
Aku sih tidak peduli dengan apa yang telah orang-orang bilang tentang keadaanku karena Aku paham dengan keadaanku dan Aku juga sangat mengerti dengan semua ini. Hanya Aku yang tahu dan mengerti tentang perasaanku, dan tidak ada satu orangpun yang tahu tentang apa yang Aku rasakan. Pada saat ini saja mereka semua hanya saja bisa berbicar-berbicara dan selalu berbicara tanpa mereka tahu apa penyebab yang mereka bicarakan yang mereka tahu hanyalah keadaan yang datangnya bisa saja dibuat-buat tanpa minta pendapat dari pihak yang bersangkutan. Mengapa kebanyakan orang-orang mempunyai sifat seperti itu?,. apakah Aku juga termasuk orang-orang yang sama dengan mereka.
Aku hanyalah manusia yang kurang sempurna,. semua orang menginginkan suatu kesempurnaan, tapi tidak ada satupun manusia yang bisa mencapai suatu kesempurnaan. Manusia memang salah satu makhluk yang paling sempurna jika dibangdingkan dengan makhluk lainnya. Yang harus kita lakukan adalah mencapai suatu kesempurnaan dan berusaha menerima suatu kekurangan, karena menerima bukanlah menerima suatu kelebihan tapi menerima dari kekurangan yang ada pada diri kita.
Aku tahu berbagai cara yang telah Aku lakukan untuk memperjuangkan apa yang Aku inginkan,. Harus sebesar apa yang harus Aku lakukan untuk semua ini dan harus seberapa besar perjuangan yang harus diperjuangkan. Aku sudah tidak mempedulikan apa yang telah dikatakan oleh orang-orang yang ada dalam fikiranku hanyalah masa depanku sendiri. Sampai-sampai Aku pertaruhkan jiwa dan ragaku untuk cita-citaku, memang seharusnya Aku sadari bahwa semua orang mempunyai takdir tersendiri yang telah ditentukan oleh Allah. Andai orang-orang tahu tentang perasaanku apa yang terjadi pada perasaanku yang sudah penuh duri ini.
Ingin rasanya Aku mengeluarkan beban yang ada dalam fikiran yang telah membelenggu selama ini. Aku tidak tahu harus bagaimana caranya untuk mengeluarkan beban yang Aku tanggung. Apakah ini karena Aku sters atau gak tahu lah kenapa. Rasanya Aku tidak kuat untuk menanggung beban yanng telah banyak sekali Aku tanggung untuk maju. Mungkin ini sudah takdir bagiku untuk menerima semua ini. Disini Aku menangis dalam hati kecilku yang telah merasakan bahwa Aku benar-benar telah gagal. Gagal bukan dalam artian Aku gagal untuk selamanya, tapi gagal untuk maju dan melihat dari pengalaman yang telah terjadi untuk bisa sukses di masa yang akan datang.
sudah memang sudah,
Aku tak bisa menghindar,
Mungkin semua sudah usai,
Bukan usai untuk selamanya,
Tapi,,,,,,,
Usai untuk sementara,
Perjuanganku yang telah
Berlalu,
dan perjuangan tidak untuk ditinggalkan,
tapi perjuangan yang selalu
mengikuti langkah umurku,
Rasa sakit tak bisa menebus,
Atas kegagalan,
Namun,
Ku coba tersenyum,
Saat semua sirna,
Saat semua hilang,
Saat semua hanyalah tinggal kenangan,
Satu keinginanku,
Mengenang yang telah terjadi,
Dan tersenyum untuk maju,,
Demi kesuksesan masa depan yang cerah,..
Cita-cita bukan harus untuk tercapai,
Tapi,
cita-cita untuk diperjuangkan supaya tercapai,
itulah puisi yang telah Aku buat setelah Aku mengalami suatu kegagalan yang sangat mengganggu fikiranku. Dalam pembuatan puisi memang harus berdasarkan perasaan pencipta yang dialami. Tapi, puisi tersebut sangat membuatku hidup kembali dan benar-benar mengerti arti tentang perjuangan yang sesungguhnya itu seperti apa. Perjuangan yang telah Aku lakukan akan benar-benar aku kenang selama hidupku dan akan menjadi suatu cerita bersejarah bagi hidupku.
Dan satu kalimat yang terpenting bagiku sebagai motivasi hidupku,
“ orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba”
Banyak orang yang mengatakan bahwa gagal adalah awal untuk mencapai suatu kesuksesan. Ada beberapa kalimat dari orang yang pernah mengalami kegagalan yaitu:
1. “ Anda deapat melakukannya apabila Anda yakin mampu melakukannya, Anda dapat mengubah nasib Anda” (Napoleon Hill)
2. “Putuskan untuk menjalani kehidupan untuk sepenuh-penuhnya, Anda mungkin hanya tinggal tiga kaki dari emas” (Napoleon hill)
3. “ saya tidak pernah menemui kegagalan sepuluh ribu kali percobaan saya menemukan lampu, yang saya temui adalah sepuluh ribu bahan itu tidak cocok untuk dijadikan lampu”(Thomas Alfa Edison, penemu lampu)
4. “ saya tidak pernah menemukan kegagalan didalam bisnis saya sebelumnya, yang saya temui adalah saya belum menemui partner dan konsumen yang untuk bisnis saya” (Anton Huang CEO Universitas Bisnis.com)
Banyak orang yang sukses menemukan peluang dibalik kegagalan dan kemalangan yang tidak mereka kenali dalam situasi yang lebih menyenangkan (Napoleon Hill). Sebab kegagalan yang sering adalah menyerah terlalu dini. Kalau Aku soal kegagalan yang terjadi bukan karena Aku tidak puas atas hasil yang telah Aku lakukan tapi karena Aku ingin selalu mencoba untuk membuktikan apa yang Aku inginkan.
Jika teringat dengan kata-kata semua yang terpapar diatas, hatiku sangat senang sekali. Karena orang yang pintar dan sukses adalah belajar dari semua kegagalan yang telah terjadi. Bukan menyerah karena gagal, tapi maju karena gagal.
Perasaan bingung memang masih menyelimuti fikiranku. Dengan keadaan bagaimanapun Aku harus berani mengambil suatu keputusan dimana Aku harus tetap maju demi masa depanku. Akhirnya Aku putuskan untuk memilih jurusan Biologi Fakultas MIPA di Universitas Islam Malang. Alasan memilih jurusan tersebut adalah karena untuk tahun depan rencananya Aku tetap masih mau ikut tes lagi di jurusan Kedokteran. Aku sudah tidak memperdulikan apa kata orang tentang keadaan Aku, yang ada dalam fikiranku hanyalah sukses untuk masa depanku.
Keesokan harinya, dengan segera Aku mendaftarkan diri di Universitas tersebut pada jurusan Biologi. Pertama Aku tidak mengetahui bagaimana cara pendaftarannya dan persyaratannya sperti apa. Dengan percaya diri Aku datang ke kampus UNISMA untuk daftar. Aku langsung menuju ke kantor MIPA untuk mendapatkan informasi bagaimana cara pendaftarannya. Pada saat itu, Aku bertemu dengan rektornya yang bernama Ir.Akhmad Syauqi. Lalu, Aku langsung bertanya bagaimana persyaratannya dan ternyata hasilnya tidak terlalu rumit untuk pendaftaran. Aku disuruh langsung ke gedung A untuk mendaftar, setelah itu Aku langsung menuju ke gedung A dan daftar jurusan biologi. Semua memang sudah selasai tanggungjawabku. Sekarang Aku benar-benar kuliah di jurusan biologi bukan kuliah dijurusan kedokteran.
Aku lihat jadwal pertama kuliah. Dan ternyata jadwal kuliah masih lama yaitu dilaksanakan pada bulan September 2011. Aku yang daftar masih pada gelombang ke dua dan masih ada gelombang ketiga untuk melakukan sebuah pendaftaran lagi untuk calon mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri di Universitas tersebut.