Proposal telah selesai digarap dan siap untuk dikirim. Setelah di foto copy, dan di tandatangani oleh ibu Ir. Tintrim Rahayu, M.Si selaku ketua jurusan, ketua pelaksana kegiatan yaitu Endang Pratiwi, dan pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan yaitu Drs. Mustangin.,M.Pd, serta Nour Athiroh AS.,S.Si.,M.Kes selaku dosen pendamping.
Proposal yang sudah kami garap, dengan mengambil judul “ Pemodelan Simplisia Limbah Kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Petani” sudah kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Adapun latar belakang yang telah kami buat adalah, komoditi jeruk “ Keprok Batu 55” terus dikembangkan khususnya di daerah Desa Selorejo kecamatan Dau, terus mengalami perluasan lahan sebagai bentuk pemenuhan yang semakin meningkat. Komoditi jeruk”Keprok Batu 55” ada tiga jenis yaitu jeruk keprok, jeruk manis dan baby orange yang diproduksi besar-besaran. Satu kali panen bisa mengahsilkan kurang lebih 390.000 kilogram dengan luas areal lahan 300 hektor (wawancara dengan petani desa,2011).
Prospek pengembangan jeruk keprok yang begitu pesat dan melimpah ruah ini juga banyak mengalami hambatan. Diantaranya timbul berbagai macam penyakit sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit, bisa mencapai seperempat dari hasil.
Pada umumnya hama yang sering menimpa tanaman jeruk adalah lalat buah, dikenal sebagai serangga hama pada tanaman holkitultura. Serangga ini bertelur pada jaringan kulit buah yang masih muda, sehingga pada saat buah tersebut masak banyak sekali larva lalat buah atau belatung yang menyebabkan buah-buahan tersebut tidak bernilai ekonomis lagi. Banyaknya jenis lalat buah dan banyaknya jenis buah-buahan yang diserang merupakan kendala bagi pengembangan holkitultura terutama buah-buahan (Ardiana,2010).
Pemberantas hama jeruk yang ramah lingkungannya jarang dilakukan oleh petani. Salah satu usaha untuk mengendalikan populasi lalat buah dengan cara ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk manis. Selama ini kulit jeruk tidak dimanfaatkan oleh banyak orang ( merupakan limbah), sehingga perlu untuk diplikasikan kepada para petani. Penelitian Santoso, 2009 ternyata ekstrak kulit jeruk manis (citrus aurantinum) mempunyai daya toksisitas terhadap mortalitas lalat buah (Zonosemata Sp). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit manis, maka semakin cepat waktu daya toksisitasnya terhadap mortalitas lalat buah. Konsentrasi yang mampu untuk menunjukkan waktu optimal mortalitas lalat buah (Zonozemata Sp) adalah konsentrasi 30 ppm.
Menurut Yatim (1987) bahwa pada kulit jeruk manis mengandung flavonoid. Flavonoid adalah salah satu jenis senyawa yang bersifat racun (aleopati) yang terdapat pada kulit jeruk manis. Flavonoid merupakan persenyawaan glucoside yang terdiri dari gula yang terikat dengan flavon. Flavonoid yang tidak ada rasanya disebut hesperidin, sedangkan limonin menyebabkan rasa pahit. Disamping itu ada tiga jenis pigmen atau zat warna yaitu xanthophllys, violaxanthin, dan flavonoid pada kulit jeruk manis. Flavonoid inilah yang mempunyai sifat pestisida. Oleh karena itu, dari kulit jeruk manis ini apabila diolah secara tepat dapat digunakan sebagai racun serangga.
Sebagai pestisida nabati, flavonoid masuk kedalam mulut serangga (lalat buah) melalui sistem pernafasan berupa spirakel yang terdapat dipermukaan tubuh dan menimbulkan kelayuan pada saraf, serta kerusakan pada sprakel akibatnya tidak bisa bernafas dan akhirnya mati.
Berdasarkan uraian diatas, maka kami tertarik mengkaji manfaat kulit jeruk manis ( citrus aurantinum ) untuk menekan populasi lalat buah (zonosemata sp). Perkebunan jeruk di Desa Selorejo mengalami perluasan sekitar 15 hektar dengan begitu berbanding lurus dengan jumlah limbah kulit jeruk yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai Biopestisida.
Berdasarkan temuan diatas, maka kami ingin mengaplikasikan hasil penelitian untuk diabdikan pada masyarakat petani. Dengan demikian program PKMM ini dapat diseminasikan kepada masyarakat petani disekitar Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang, dengan harapan akan mampu meningkatkan kesehatan tanaman jeruk, meningkatkan pendapatan petani jeruk serta mengurangi pencemaran jeruk yang busuk dan limbah kulit jeruk. Selama ini masyarakat tersebut belum mengoptimalkan limbah kulit jeruk dan belum memahami hasil temuan ini.hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pada umumnya dengan simplisia. Praktik ini merupakan suatu perpaduan antara budidaya tanaman dan biopestisida yang saling menguntungkan. Petani jeruk yang membudidayakan jeruk secara tidak langsung mendapat hasil ganda. Adapun manfaat bagi limbah kulit jeruk dapat digunakan sebagai biopestisida yang murah dan ramah lingkungan. Sehingga jeruk dapat tumbuh dan bertambah bobotnya.
Adapun perumusan masalah yang dibuat adalah bagaimana cara mendesiminasikan model simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, bagaimana cara memulai pemberian contoh model simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, serta bagaimana cara mengatur keberlanjuta program simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sama dengan perumusan masalah yang telah dibuat, yaitu untuk mendesiminasikan model simplisia, untuk mengathui cara memulai pemberian contoh model simplisia, serta untuk mengetahui cara mengatur keberlanjutan program simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Kegunaan dari penelitian ini adalah hasil penelitian ini diharapkan selain dapat memberikan informasi ilmiah kepada para petani jeruk, juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif usaha pemutusan daur hidup lalat buah dalam rangka pengendalian hama jeruk tersebut. Diharapkan juga terjadi perubahan kondisi masyarakat yang berupa :
1. Masyarakat memahami akan pentingnya pemanfaatan limbah kulit jeruk terhadap perkembangan jeruk.
2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan cara melakukan pemodelan simplisia dengan harapan limbah kulit jeruk dapat digunakan juga sebagai biopestisida jeruk. Sehingga dapat menguntungkan para petani jeruk, serta dapat meningkatkan produksi dalam bidang pertanian.
Gambaran umum masyarakat sasaran adalah dusun Selokerto Desa selorejo, mempunyai batas wilayah desa/kelurahan sebelah: Barat desa Gading Kulon, Selatan Tegal Weru, dan Timur desa Petung sewu. Usaha kewirausahaan dilokasi tersebut yaitu peternakan dan pertanian. Peternakan meliputi pemeliharaan sapi perah, kelinci dan kambing. Pada umumnya masyarakat desa mempunyai lahan tanaman jeruk, sebagai penghasilan sehari-hari (data berdasarkan pengabdian pada masyarakat pada saat KKN 2010).
Orbitasi/kondisi lahannya sangat luas dan sangat subur. Tanah desa ini mempunyai lahan sebesar 400 hektar, 300 hektar sudah dijadikan sebagai llahan pertanian. Potensi pertanian yang ada yaitu: jeruk, sayur mayur, jagung. Untuk status kepemilikan usaha perkebunan berstatus pemilik usaha perkebunan. Tanaman jeruk sangat berpotensi didesa tersebut. Desa selorejo terdiri dari jumlah KK 1005, 3 dusun, 6 RW.
Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata) yang dalam keadaan cukup tua berkulit mudah dikupas, utuh, segar, dan bersih. Berdasarkan bobot tiap buah, jeruk keprok digolongkan dalam empat ukuran yaitu kelas A, B, C, dan D.
Jeruk Keprok Batu 55 yang terdahulu dikenal dengan nama Keprok Punten, dikenal hampir di seluruh Indonesia. Keprok Punten berpenampilan menarik dengan warna kulit kehijauan dan tekstur buah yang baik dengan rasa manis keasaman.
Akibat wabah penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang terjadi pada 1985, populasi Keprok punten terus menerus, bahkan sekitar 1992 diberitakan hampir punah. Pada tahun yang sama, loka penelitian jeruk dan buah Sub Tropis Tlekung Malang, mengamankan plasma nitfah Keprok Punten. Varietas jeruk tersebut dimuliakan dan dibersihkan dari infeksi penyakit CVPD.
Tujuannya gara petani jeruk tidak trauma menanam Keprok Punten yang peka terhadap serangan penyakit CVPD. Pada tahun 2000, nama Keprok Punten diusulkan diganti menjadi jeruk Keprok Batu 55. Pada pelaksanaan kontes jeruk keprok seluruh indonesia yang berlokasi di loka penelitian jeruk dan buah Sub Tropis di Tlekung, juli 2005, juara pertama dan kedua diraih oleh Keprok Batu 55 milik Sucipto. Petani ini memiliki kebun seluas 50 ha di kota Batu dan Karangploso, kab. Malang.
Sejak itu, Keprok Batu 55 dikenal di seluruh Indonesia dan diminta oleh Istana negara untuk jamuan dalam peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 60 dan – 61. Jeruk keprok Batu 55 mempunyai peluang besar dikembangkan sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan petani (Musrochin, 2008).
Metode pelaksanaan kegiatan adalah, sebelum dilakukan waktu dan lokasi penelitian, terlebih dahulu dilakukan survey yaitu Metode pelaksanaan, metode ini menggunakan 5 macam metode yaitu:metode eksplorasi yaitu melalui cara Rapid Rural Appraisal (RRA) agar dapat memahami situasi masyarakat dusun Selokerto desa Selorejo Kecamatan Dau Malang secara menyeluruh dengan cepat. Metode Problem Solving dalam rangka melakukan pemilihan sasaran dengan tepat. Feedback ( umpan balik) berupa kuisioner, metode ceramah dan diskusi yang bertujuan untuk memberi motivasi pentingnya penerapan simplisia, menyampaikan teori usaha mengurangi populasi lalat buah, memberi motivasi dalam memulai usaha sehingga dapat mengatur keberlanjutan program perkebunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Metode yang kelima adalah metode praktik pada saat pelaksanaan yaitu dengan menggunakan lahan jeruk, secara partisipatif antara tutor dan peserta latihan. Metode pendampingan melalui cara berkunjung ke lokasi dengan memberi pengarahan, menjelaskan kepada masyarakat.
Kerangka pemecahan masalahnya adalah kegiatan PKMM terkait dengan pelaksanaan program gerakan terpadu pengentasan kemiskinan (GERDUTASKIN) kota Malang yang membatu usaha bagi masyarakat yang telah meyakinkan untuk diberikan bantuan model usaha baru.
Realisasi Pemecahan Masalah ini adalah kegiatan PKMM ini akan dilakukan evaluasi secara bertahap, evaluasi pertama diakukan terhadap pelaksanaan memberi motivasi tentang pentingnya penerapan simplisia, menyampaikan teori pembuatan model simplisia yang baik, memberi motivasi memulai usaha dan mengatur keberlanjutan usaha. Evaluasi kedua dilakukan terhadap pelaksanaan praktek PKMM. Evaluasi ketiga dilakukan pada saat pelaksanaan pendampingan ke lokasi dengan memberi pengarahan, menjelaskan pertanyaan, dan mengevaluasi proses simplisia di tempat produksi pemula.
Adapun khalayak sasaran adalah sasaran yang dalam krgiatan PKMM ini adalah masyarakat yang tergabung dalam peguyuban di RT 02 RW 01 dusun krajan desa Selorejo kecamatan Dau Malang. Penyuluhan dilakukan bersama masyarakat, sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Proses perwakilan kelompok dilakukan melalui penunjukan yang berdasarkan kriteria diatas oleh Kepala Desa RT 02 RW 01 Dusun Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Dari setiap penunjukan tersebut diundang untuk diberikan penjelasan, penyuluhan, dan diajak diskusi tentang rencana kegiatan praktek simplisia. Selanjutnya masing-masing orang yang hadir diwawancarai, untuk mengetahui potensi yang bersangkutan sesuai dengan kriteria. Hasil wawancara ini menetapkan berdasarkan kriteria seperti diatas, kemudian dari urutan pertama ditanya kesanggupannya untuk mengikuti kegiatan praktik simplisia. Ini, hingga diperoleh jumlah yang menyatakan sanggup mengikuti kegiatan. Setelah ditetapkan sebagai peserta kegiatan dan diharapkan sebagian besar dari mereka dapat memulai lebih awal melakukan praktik simplisia.
Rancangan biaya yang sudah dibuat juga harus sesuai dengan jadwal kegiatan serta biaya yang dibutuhkan untuk biaya penelitian, yaitu dengan rincian biaya administrasi dan peralatan membutuhkan biaya sekitar Rp. 4.410.000,- biaya transportasi sekitar Rp.1.200.000,- serta biaya lain-lain yang meliputi biaya sertifikat, dan pembuatan model simplisia, yaitu sekitar Rp.1.300.000,-. Jadi semua total biaya yang dibutuhkan untuk proses pelaksanaa PKMM adalah Rp.6.910.000,-.
Memang semua sudah selesai dikerjakan dan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Yang harus dilakukan sekarang adalah bergerak cepat untuk segera mengirim proposal yang siap untuk dikirim dan harus menjalani proses penyaringan supaya bisa diterima untuk melakukan proses selanjutnya yaitu proses penelitian sebagaimana sesuai dengan isi proposal.
Proses penyaringannya sangat sulit sekali untuk bisa diterima supaya bisa melakukan penelitian. Tapi entah kenapa perasaanku selalu yakin bahwa kelompokku bisa untuk mencapai semua ini sampai pada puncak final yaitu bisa masuk sampai ke PIMNAS, Aminnnn,,,,,.....perasaan yakin dan percaya diri memang harus selalu ada dalam setiap hati individu, mengapa demikian?, karena keyakinan dan rasa percaya atas kemampuan diri sendiri sangat menentukan proses kesuksesan kita.
Dan satu yang harus dicatat dalam hati kita masing-masing, bahwa sanya dalam mengatakan sesuatu jangan sekali-kali menggunakan kata-kata “seandainya”, sebagai contoh kalimat ” Seandainya Aku menang dan sukses atas usaha yang telah Aku kerjakan selama ini maka sangat bersyukurla Aku dan Aku akan lebih giat lagi dalam melakukan suatu tindakan.” Dalam kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa kita boleh gagal atas usaha yang telah dilakukan. Kenapa demikian?, sebab arti dalam keadaan seandainya memiliki arti bahwa kita hanya menghayal dan tidak yakin atas kemampuan yang ada pada diri sendiri. Kita memang harus yakin pada kemampuan diri sendiri, bagaimana orang bisa yakin dan percaya pada kemampuan kita jika kita sendiri selaku pihak yang terlibat dala diri sendiri tidak yakin dan tidak percaya atas kemampuan yang telah ada pada diri kita.
Terkadang yang membuat orang tidak yakin pada kemampuan diri sendiri adalah kurangnya pengalaman yang telah ada, kurangnya pengetahuan, lingkungan yang kurang mendukung, keadaan teman yang tidak mendukung, dan masih banyak lagi kekurangan-kekurang yang ada pada diri individu sehingga dia tidak percaya pada diri sendiri, padahal kemampuan dan tingkat kecerdasan yang dimiliki jauh lebih mendukung dibandingkan dengan yang lain. Memang tingkat kecerdasan seseorang bisa dikalahi pada seseorang yang memiliki pengalaman yang lebih dalam hal bertindak. Seseorang yang cerdas dan mempunyai banyak materi atau ilmu dalam diri sendiri bisa dikalahkan seseorang yang berpengalaman, karena dari pengalam yang kita dapat itu berarti dia mendapatkan ilmu dari pengalaman tersebut. Sedangkan seseorang yang berilmu belum tentu dia mempunyai pengalaman.
Keesokan harinya semua proposal sudah dikumpulkan ke pihak yang mengurus dalam hal tersebut. Banyak sekali yang ikut mengajukan proposal PKM tersebut. Dalam tingkat universitas saja ketat saingannya untuk bisa diterima apalagi dalam tingkat indonesia, ya yang namanya nasib hanya Allah yang mengatur semua ini, kita hanya bisa menerima. Dan proposal dikirim ke DIKTI secara serempak dari universitas pada Oktober.
Tugasku sudah selesai untuk mengerjakan proposal tersebut, yang harus dilakukan pada saat ini adalah berdo’a dan bersabar dalam menunggu suatu pengumuman yang sangat menegangkan. Menunggu sesuatu hal yang ditunggu sangatlah tidak sabar rasanya karena sejak dini aku selalu mengalami hal yang semacam ini yaitu selalu ikut lomba dan akhir-akhirnya adalah menunggu suatu pengumuman.
Kapan ya pengumuman itu keluar?, rasa berdebar-debar selalu ada dalam benakku. Tapi, itu tidak usah dipikirkan karena hanya membuat hati dan perasaan setres dan gelisah. Hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan ku lalui dengan canda serta tawaku tanpa ada rasa kecewa dan perasaan sedih serta merana yang ada dalam wajah yang terlihat secara nyata, tapi sebenarnya yang ada dalam hatiku serta fikiranku ruwet dengan masalah-masalah lain yang tidak bisa ku jelaskan satu persatu. Setelah ku tanya pada ketua tim PKMM ku ternyata pengumumannya adalah sekitar bulan Februari. Waw....... waktu yang sangat lama jika ditunggu datangnya bulan tersebut.
Bersamaan dengan menunggu pengumuman keluar, pada jangka waktu menunggunya bulan Februari tiba, pada saat itu diselingi dengan kuliah-kuliah, praktek serta menulis laporannya yang sangat banyak sekali untuk dikerjakan, UTS, dan UAS yang dilaksanakan secara serentak. Alhamdulillah nilai laporanku cukup bagus dan nilai UTS serta UAS juga bagus, ya sesuai dengan tingkat kemampuan dan kecerdasan yang aku miliki selama ini.
Pada saat dilaksanakannya UAS (Ujian Akhir semester) hatiku sangat berdebar-debar dan rasanya takut untuk menghadapi semua ini, tapi kenapa ya?, itu semua karena Aku takut nilai rendah, itu berarti Aku harus semangat untuk belajar supaya nilaiku tinggi seperti yang telah diharapkan dan di tentukan oleh Allah.
Dari semua mata kuliah yang ada pada semester satu hanya satu pelajaran yang paling aku takuti untuk menghadapi ujian ini yaitu mata kuliah Matematika. Kenapa? Karena sejak mengenyam bangku pendidikan Sekolah Dasar (SD) aku tidak senang pada pelajaran tersebut, sebab disamping pelajarnnya yang sulit aku juga tidak senang pada pelajarnnya yang ruwet. Tapi, dibalik ketakutannku pada pelajaran tersebut ada satu pelajaran yang aku dapatkan yaitu aku belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mengenal lelah pada pelajaran tersebut untuk dipelajari. Dan akhirnya apa yang ku dapatkan dari semua ini?, pada saat UTS dan UAS Aku bisa mengerjakan dengan puas dan benar serta mendapatkan nilai yang tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain yang lebih bisa dari Aku. Allah Maha tahu dan Maha Adil atas semua ini. Syukur Alhamdulillah Aku panjatkan syukur pada Allah atas kebahagiaan yang telah Aku dapatkan selama ini.
UAS sudah dilaksanakan tinggal menunggu hasilnya, dalam hati kecilku Aku ingin sekali mendapatkan nilai yang tinggi atau mendapatkan IP di atas 3 (tiga), ya berdoa saja yang pentng kita sudah berusaha untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Setelah dilaksanakannya UAS tersebut tidak langsung libur panjang tapi masih kuliah dalam artian perbaikan nilai yang nilainya masih tidak lulus.
Setelah semuanya selesai, pada bulan Februari minggu ke tiga tepatnya pada tanggal 13 Februari 2011 kita semua, dari tingkat fakultas sampai tingkat Universitas libur panjang semester satu ( libur UAS). Liburan memang sangat panjang dilaksanakan yaitu selama satu bulan penuh. Dari tanggal 13 Februari sampai tanggal 14 Februari 2011. Pada tanggal 13 Februari juga, Aku langsung pulang ke kampung halamanku.
Sudah sangat lama rasanya Aku tidak pulang ke Bawean, rasa kangen terhadap kampung halaman sudah menggebu-gebu. Ingin rasanya cepat-cepat sampai pada kampung halaman yang penuh dengan kenangan dan pengalaman-pengalaman yang tidak bisa orang lain rasakan.
Dari malang Aku pulang bersama-teman-teman semua yang kuliah di Malang. Dengan perasaan senang dan gembira kita nyanyi-nyanyi tanpa ada rasa malu di dalam bis pada orang lain yang tidak kami kenal. Mengapa kita tidak merasakan suatu kemaluan di di dalam bis padahal kita sudah pantas untuk merasakan suatu kemaluan?, itulah Aku dan teman-teman tidak pernah memikirkan orang lain dan terserah orang lain ingin berbicara apa.
Untuk sampai ke Bawean yang merupakan kampung halamanku harus melewati Gresik terlebih dahulu. Dan kami naik bis mengambil jurusan gresik langsung ke terminal Wilangon. Dari wilangon bisa naik angkot jurusan pelabuhan dan juga bisa naik ojek. Ya terserah kita mau naik apa yang penting kita sudah nyampek ke Gresik.
Dari Wilangon Gresik Aku naik Angkot jurusan Pelabuhan yang berwarna biru. Sangat banyak sekali penumpang menginginkan untuk bisa naik pada angkot tersebut. Sebenarnya Aku tidak mau untuk naik angkot karena angkotnya sudah ful, tapi apa boleh mau gak mau ya harus mau karena keadaan sudah darurat dan harus di lakukan. Tapi asyiknya Aku masih mempunyai kesempatan untuk naik di didepan karena jika di depan maka rasa sumpek sudah agak berkurang.
30 menit sudah Aku lalui di dalam bis, akhirnya Aku nyampek juga di rumah kakak di Gresik dan rasanya capek sekali menjalani penjalanan yang sangat lama dan membosankan. Sesampai di rumah, Aku langsung makan dengan lahap dan langsung merasakan suatu rasa kangen yang sangat luar biasa terhadap masakan yang sudah lama tidak Aku makan.
Keesokan harinya, Aku langsung pulang ke Bawean dan tiket sudah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum Aku datang ke Gresik. Aku pulang bersama mama, dan papa ke Bawean. Di kapal Aku merasakan pusing yang sangat luar biasa dan rasanya tidak bisa diganggu untuk ngomong atau untuk kegiatan yang lain. Bahkan untuk ke kamar mandi saja rasanya tidak sanggup untuk dilaksanakan. untuk menghalangi semua ini terjadi maka Aku harus ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum kapal berangkat. Karena reaksi atau rasa pusing yang dirasakan sebelum kapal berangkat dengan kapal setelah berangkat sangat beda sekali.
Memerlukan waktu empat jam untuk bisa nyampek ke Bawean. Sesampai di pelabuhan Sangkapura Aku masih menunggu semua penumpang untuk turun semua karena Aku tidak sanggup untuk turun bersama-sama orang-orang secara bersamaan. Setelah semuanya turun, Aku turun sendirian sementara papa dan mamaku sedang ngurus barang yang disimpan di bagasi.
Kepala puyeng masih terasa dan meskipun sudah turun dari kapal, Aku masih merasakan hal yang sama dengan waktu ada di dalam kapal. Setelah semua barang terkumpul, kami semua pulang ke rumah indah kami yaitu dusun Pamona, Desa Sidogedung batu Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik.
Selama di rumah, banyak sekali aktivitas yang harus dilakukan mulai dari memasak, membuat makanan, membantu mama menyelesaikan pekerjaannya yaitu menjahit korden, tapi yang Aku bantu bukan yang menjahit secara keseluruhan, tapi hanya sebagian saja yang bisa Aku bantu, misalkan yang bisa dijahit tangan, menyetrika, dan yang lain yang semampu Aku bisa bantu.
Kalau masalah Aku bosen dirumah karena jarang untuk keluar rumah dan keadaan sudah tidak seperti dahulu lagi yaitu main-main bersama teman-teman SMA. Semua teman SMA sudah sibuk sendiri dan mempunyai kesibukan sendiri, rasanya untuk mengembalikan dengan keadaan yang seperti dahulu lagi sangat sulit untuk dilakukan.
Rasa bosen yang sebenarnya ada dalam fikiranku kini hilang karena kesibukan yang Aku miliki. Memang untuk menghilangkan rasa bosen yang ada harus diisi dengan kesibukan-kesibukan yang ada, dan kadang Aku mengisi hari-hariku dengan sesuatu yang berguna dan mempunyai pengalaman yang berguna untuk masa depanku.
Hari demi hari, minggu demi minggu kulalui dengan kesibukan-kesibukan yang Aku lakukan, tiba-tiba dipertengahan bulan, ada sms dari dosen pembimbingku bahwa kelompok kami lulus seleksi dan berhak untuk melakukan penelitian. Syukur alhamdulillah ku haturkan keharibaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hatiku tidak menyangka bahwa PKMM ku lulus selesksi. Aku langsung sms kak endang bahwa kelompok kita lulus seleksi. Pertama, kak Endang juga tidak percaya atas semua keajaiban ini.
Apa yang harus Aku lakukan?, Aku tidak bisa berkata apa-apa yang Aku lakukan hanyalah berkata Hamba bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita semua terutama pada proposal PKM kita ini yang dikerjakan dengan tergesa-gesa.
Minggu terahir Aku liburan, Aku mendapatkan pesan singkat dari kak Endang bahwa harus segera pulang ke Malang dikarenakan harus segera melaksanakan praktik yang telah diajukan pada proposal PKMM kemaren, dalam artian untuk mengisi waktu ruang supaya Aku dan dia tidak nganggur dan supaya entar jika sudah nyampek waktunya kuliah Aku tidak tidak terlalu repot dengan kuliahku serta praktik. Karena biasanya jika sudah memasuki waktu kuliah dan waktu praktik selain sibuk dengan waktu kuliah serta praktik, tapi juga disibukkan oleh laporan dan tugas-tugas yang diberikan.
Yang ada dalam fikiranku adalah perasaan cemas dan Aku juga memikirkan bahwa dari pada nganggur ada di Bawean lebih baik pulang ke Malang dan bertindak cepat dalam penelitian tersebut. Ya apa boleh buat, Aku tidak bisa mengatakan apa-apa karena bulan tersebut adalah bulan dimana kebanyakan Mahasiswa liburan panjang semester jadinya tiket harus pesan terlebih dahulu dan ketepatan waktu itu Aku tidak mendapatkan tiket karena waktunya sangat mendadak. Sebenarnya bisa untuk pulang pada saat itu juga, tapi berhubung Aku sudah pesen dengan tanggal yang sudah ditentukan dan sekarang tidak bisa untuk mengubah tanggal keberangkatan. Jadi, Aku tidak bisa layar pada saat itu juga dan layar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sejak lama. Dan akhirnya penelitian tidak jadi untuk dilaksnakan pada bulan tersebut.