Mencintai bukan apa yang kita lihat,
“Mencintai bukan apa yang
kita lihat, tapi apa yang kita rasakan. Bukan bagaimana cara melupakan, tapi
bagaimana cara memaafkan.”
Kadang
kita tertipu akan suatu penampilan, entah itu karena dari penampilan cara berpakaian,
cara berbicara, tingkah laku, harta, serta jabatan yang dimiliki. karena bagi
orang awam tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak, mana yang
baik dan mana yang jahat, mana yang sungguhan dan mana yang pura-pura. Dan pada
hakikatnya manusia tidak luput dengan salah dan khilaf. Bukan hanya bagi orang awam saja yang tidak
bisa membedakan akan semua itu, bahkan bagi orang yang mempunyai jabatan dan
ilmu yang tinggi saja juga bisa tertipu akan hal itu. Tapi kenapa ya kok bisa
tertipu?,. padahal mereka sudah mempunyai bahan untuk tidak merasakan hal itu.
Ya...itulah manusia..mereka sombong dengan apa yang mereka miliki sehingga
mereka benar-benar tidak menyadari bahwa untuk semua yang dimiliki itulah hanya
sementara dan akan kembali kepada-Nya. Dan manusia juga tidak menyadari bahwa
sebenarnya apa yang mereka miliki bukan miliknya tapi milik yang Maha kaya, dan
yang Maha segala-galanya dan semua hanya titipan yang akhirnya akan sirna
dimakan waktu.
Suatu penampilan benar-benar sudah menipu perasaan
kita yang sudah menyelimuti pikiran dan sekujur tubuh, bahkan hati juga akan
berubah akibat penampilan. Tapi jika orang yang mempunyai hati nurani dia akan
meihat dari hati ke hati. Untuk mencapai hal yang langsung ke perasaan untuk
zaman sekarang sangatlah sulit untuk dilakukan, karena akibat pergaulan yang
semakin modern serta dunia yang selalu membutuhkan uang.
Akankah
hal itu terjadi bagi orang yang selalu ingat kepada-Nya?,.untuk hal itu Aku
kurang tahu dan kurang mengerti, karena manusia mempunyai sifat yang beda-beda
antara individu yang satu dengan individu yang lain. Tapi pada hakikatnya
apa-apa yang ada di dunia adalah sama. Menurut cerita film India yang berjudul
“ My Name is Khan” yang diperankan oleh Syahrul Khan mengatakan bahwa di dunia
ini adalah sama, yang beda adalah orang baik melakukan hal yang baik dan yang
jahat melakukan hal yang jahat. Tapi jika di logikakan dari dua perbedaan
tersebut ada benarnya dan juga ada salahnya. Tidak disebut kebaikan jika
disertai dengan kesombongan, dan tidak disebut jahat jika disertai dengan
penyesalan.
Sekarang
yang jadi pertanyaan, bisakah kedua perbedaan tersebut terjadi??,..sangat sulit
untuk ditebak apa yang akan terjadi karena kita hanya manusia biasa. Ada
sebagian orang yang berpatokan pada kedua hal tersebut seperti halnya khan, dia
selalu menentang orang-orang yang muslim ketika ingin balas dendam pada mereka
yang tidak muslim ketika orang-orang yang tidak muslim menentang dengan agama
mereka. Bahkan dia mengatakan bahwa “Aku orang baik dan Aku bukan teroris”
itulah kata-kata yang selalu dikatakan dia ketika ada orang-orang yang jahat
menyerangnya. Dan dia juga gak ada rasa untuk melawan pada mereka yang selalu
jahat padanya. Sungguh bagus dan sulit untuk ditiru kelakuannya.
Dari
kejadian-kejadian yang telah terjadi pada khan, dia tetap saja tidak marah.
Tidak balas dendam karna dia hanya berpatokan pada orang baik melakukan hal
yang baik dan orang yang jahat melakukan hal yang jahat dan dia hanya
mengatakan pada orang-orang bahwa “ saya khan. Saya orang baik dan akan
melakukan hal yang baik dan saya bukan teroris”. Dan tingkah laku dari tokoh
tersebut dapat dilihat bahwa seharusnya kita tidak memikirkan bagaimana cara
melupakan tapi bagaimana cara memaafkan, sehingga jika terjadi kejadian hal
yang sulit untuk memaafkan dan sulit untuk dilupakan maka janganlah kita
memikirkan cara melupakan karena itu tidak penting.
Tapi
kebanyakan manusia lebih memikirkan diri sendiri sehingga yang lain jadi
korban. Dan terkadang melalaikan tugas pada diri masing-masing demi menikmati
keinginan nafsu yang terlalu mendalam. Sehingga jika kita sudah memikirkan bagaimana
cara melupakan sangat sulit karna rasa kecewa yang sangat mendalam akibat tidak
terima pada suatu kejadian yang tidak diinginkan. Dan percayalah tuhan selalu
memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan jadi meskipun Allah
memberikan apa yang kita butuhkan tapi tidak sesuai dengan apa yang kita
inginkan maka yang timbul hanyalah rasa kecewa yang mendalam. Entah kenapa hal
itu yang terjadi.
Jika
kita selalu memikirkan bagaimana ya cara melupakan orang yang telah jahat sama
kita dan melupakan terhadap kejadian yang telah dilakukan?. Dari pada
memikirkan hal yang membuat kita stres lebih baik memikirkan sesuatu yang
membuat kita senang dan selalu ceria. Memang sulit memalingkan sebuah masalah
yang membuat kita stres dan marah, tapi hal itu penting dan sangat butuh
dilakukan. Salah satu caranya adalah mendekatkan diri pada yang Maha pemurah
dan Penyayang.
selamat mencoba dengan kalimat “Mencintai
bukan apa yang kita lihat, tapi apa yang kita rasakan. Bukan bagaimana cara
melupakan, tapi bagaimana cara memaafkan.”