Sabtu, 29 November 2014

Cinta



Mencintai bukan apa yang kita lihat,
            “Mencintai bukan apa yang kita lihat, tapi apa yang kita rasakan. Bukan bagaimana cara melupakan, tapi bagaimana cara memaafkan.”
 Kadang kita tertipu akan suatu penampilan, entah itu karena dari penampilan cara berpakaian, cara berbicara, tingkah laku, harta, serta jabatan yang dimiliki. karena bagi orang awam tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang sungguhan dan mana yang pura-pura. Dan pada hakikatnya manusia tidak luput dengan salah dan khilaf.  Bukan hanya bagi orang awam saja yang tidak bisa membedakan akan semua itu, bahkan bagi orang yang mempunyai jabatan dan ilmu yang tinggi saja juga bisa tertipu akan hal itu. Tapi kenapa ya kok bisa tertipu?,. padahal mereka sudah mempunyai bahan untuk tidak merasakan hal itu. Ya...itulah manusia..mereka sombong dengan apa yang mereka miliki sehingga mereka benar-benar tidak menyadari bahwa untuk semua yang dimiliki itulah hanya sementara dan akan kembali kepada-Nya. Dan manusia juga tidak menyadari bahwa sebenarnya apa yang mereka miliki bukan miliknya tapi milik yang Maha kaya, dan yang Maha segala-galanya dan semua hanya titipan yang akhirnya akan sirna dimakan waktu.
            Suatu  penampilan benar-benar sudah menipu perasaan kita yang sudah menyelimuti pikiran dan sekujur tubuh, bahkan hati juga akan berubah akibat penampilan. Tapi jika orang yang mempunyai hati nurani dia akan meihat dari hati ke hati. Untuk mencapai hal yang langsung ke perasaan untuk zaman sekarang sangatlah sulit untuk dilakukan, karena akibat pergaulan yang semakin modern serta dunia yang selalu membutuhkan uang.
            Akankah hal itu terjadi bagi orang yang selalu ingat kepada-Nya?,.untuk hal itu Aku kurang tahu dan kurang mengerti, karena manusia mempunyai sifat yang beda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Tapi pada hakikatnya apa-apa yang ada di dunia adalah sama. Menurut cerita film India yang berjudul “ My Name is Khan” yang diperankan oleh Syahrul Khan mengatakan bahwa di dunia ini adalah sama, yang beda adalah orang baik melakukan hal yang baik dan yang jahat melakukan hal yang jahat. Tapi jika di logikakan dari dua perbedaan tersebut ada benarnya dan juga ada salahnya. Tidak disebut kebaikan jika disertai dengan kesombongan, dan tidak disebut jahat jika disertai dengan penyesalan.
            Sekarang yang jadi pertanyaan, bisakah kedua perbedaan tersebut terjadi??,..sangat sulit untuk ditebak apa yang akan terjadi karena kita hanya manusia biasa. Ada sebagian orang yang berpatokan pada kedua hal tersebut seperti halnya khan, dia selalu menentang orang-orang yang muslim ketika ingin balas dendam pada mereka yang tidak muslim ketika orang-orang yang tidak muslim menentang dengan agama mereka. Bahkan dia mengatakan bahwa “Aku orang baik dan Aku bukan teroris” itulah kata-kata yang selalu dikatakan dia ketika ada orang-orang yang jahat menyerangnya. Dan dia juga gak ada rasa untuk melawan pada mereka yang selalu jahat padanya. Sungguh bagus dan sulit untuk ditiru kelakuannya.
            Dari kejadian-kejadian yang telah terjadi pada khan, dia tetap saja tidak marah. Tidak balas dendam karna dia hanya berpatokan pada orang baik melakukan hal yang baik dan orang yang jahat melakukan hal yang jahat dan dia hanya mengatakan pada orang-orang bahwa “ saya khan. Saya orang baik dan akan melakukan hal yang baik dan saya bukan teroris”. Dan tingkah laku dari tokoh tersebut dapat dilihat bahwa seharusnya kita tidak memikirkan bagaimana cara melupakan tapi bagaimana cara memaafkan, sehingga jika terjadi kejadian hal yang sulit untuk memaafkan dan sulit untuk dilupakan maka janganlah kita memikirkan cara melupakan karena itu tidak penting.
            Tapi kebanyakan manusia lebih memikirkan diri sendiri sehingga yang lain jadi korban. Dan terkadang melalaikan tugas pada diri masing-masing demi menikmati keinginan nafsu yang terlalu mendalam. Sehingga jika kita sudah memikirkan bagaimana cara melupakan sangat sulit karna rasa kecewa yang sangat mendalam akibat tidak terima pada suatu kejadian yang tidak diinginkan. Dan percayalah tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan jadi meskipun Allah memberikan apa yang kita butuhkan tapi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan maka yang timbul hanyalah rasa kecewa yang mendalam. Entah kenapa hal itu yang terjadi.
            Jika kita selalu memikirkan bagaimana ya cara melupakan orang yang telah jahat sama kita dan melupakan terhadap kejadian yang telah dilakukan?. Dari pada memikirkan hal yang membuat kita stres lebih baik memikirkan sesuatu yang membuat kita senang dan selalu ceria. Memang sulit memalingkan sebuah masalah yang membuat kita stres dan marah, tapi hal itu penting dan sangat butuh dilakukan. Salah satu caranya adalah mendekatkan diri pada yang Maha pemurah dan Penyayang.
           
             selamat mencoba dengan kalimat “Mencintai bukan apa yang kita lihat, tapi apa yang kita rasakan. Bukan bagaimana cara melupakan, tapi bagaimana cara memaafkan.”

Minggu, 10 Agustus 2014

Tuhanku yang Utama

Tuhan telah memberikan apa yang terbaik buat kita, meskipun hal tersebut sangat menyakitkan. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah menerima dan pasrah terhadap Yang telah terjadwal. Pada suatu kejadian, yang butuh diperbuat adalah pasrah, dan mampu bersyukur. Karena sesungguhnya tiada rasa yang tak terasa. Sesungguhnya setiap ingsan memiliki kualitas fikiran dan tingkah laku yang berbeda-beda yang dapat berdampak pada diri sendiri bahkan sekitarnya. Pada kesempatan ini adalah Tuhan sebagai tujuan utama. Tuhan telah berani menciptakan insang ini, dan secara otomatis Tuhan selalu bersamaq, dan tidak dengan yang lain. hanya satu yang selalu dicatat adalah segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.