Proposal telah selesai digarap dan siap untuk dikirim. Setelah di foto copy, dan di tandatangani oleh ibu Ir. Tintrim Rahayu, M.Si selaku ketua jurusan, ketua pelaksana kegiatan yaitu Endang Pratiwi, dan pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan yaitu Drs. Mustangin.,M.Pd, serta Nour Athiroh AS.,S.Si.,M.Kes selaku dosen pendamping.
Proposal yang sudah kami garap, dengan mengambil judul “ Pemodelan Simplisia Limbah Kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Petani” sudah kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Adapun latar belakang yang telah kami buat adalah, komoditi jeruk “ Keprok Batu 55” terus dikembangkan khususnya di daerah Desa Selorejo kecamatan Dau, terus mengalami perluasan lahan sebagai bentuk pemenuhan yang semakin meningkat. Komoditi jeruk”Keprok Batu 55” ada tiga jenis yaitu jeruk keprok, jeruk manis dan baby orange yang diproduksi besar-besaran. Satu kali panen bisa mengahsilkan kurang lebih 390.000 kilogram dengan luas areal lahan 300 hektor (wawancara dengan petani desa,2011).
Prospek pengembangan jeruk keprok yang begitu pesat dan melimpah ruah ini juga banyak mengalami hambatan. Diantaranya timbul berbagai macam penyakit sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit, bisa mencapai seperempat dari hasil.
Pada umumnya hama yang sering menimpa tanaman jeruk adalah lalat buah, dikenal sebagai serangga hama pada tanaman holkitultura. Serangga ini bertelur pada jaringan kulit buah yang masih muda, sehingga pada saat buah tersebut masak banyak sekali larva lalat buah atau belatung yang menyebabkan buah-buahan tersebut tidak bernilai ekonomis lagi. Banyaknya jenis lalat buah dan banyaknya jenis buah-buahan yang diserang merupakan kendala bagi pengembangan holkitultura terutama buah-buahan (Ardiana,2010).
Pemberantas hama jeruk yang ramah lingkungannya jarang dilakukan oleh petani. Salah satu usaha untuk mengendalikan populasi lalat buah dengan cara ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk manis. Selama ini kulit jeruk tidak dimanfaatkan oleh banyak orang ( merupakan limbah), sehingga perlu untuk diplikasikan kepada para petani. Penelitian Santoso, 2009 ternyata ekstrak kulit jeruk manis (citrus aurantinum) mempunyai daya toksisitas terhadap mortalitas lalat buah (Zonosemata Sp). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit manis, maka semakin cepat waktu daya toksisitasnya terhadap mortalitas lalat buah. Konsentrasi yang mampu untuk menunjukkan waktu optimal mortalitas lalat buah (Zonozemata Sp) adalah konsentrasi 30 ppm.
Menurut Yatim (1987) bahwa pada kulit jeruk manis mengandung flavonoid. Flavonoid adalah salah satu jenis senyawa yang bersifat racun (aleopati) yang terdapat pada kulit jeruk manis. Flavonoid merupakan persenyawaan glucoside yang terdiri dari gula yang terikat dengan flavon. Flavonoid yang tidak ada rasanya disebut hesperidin, sedangkan limonin menyebabkan rasa pahit. Disamping itu ada tiga jenis pigmen atau zat warna yaitu xanthophllys, violaxanthin, dan flavonoid pada kulit jeruk manis. Flavonoid inilah yang mempunyai sifat pestisida. Oleh karena itu, dari kulit jeruk manis ini apabila diolah secara tepat dapat digunakan sebagai racun serangga.
Sebagai pestisida nabati, flavonoid masuk kedalam mulut serangga (lalat buah) melalui sistem pernafasan berupa spirakel yang terdapat dipermukaan tubuh dan menimbulkan kelayuan pada saraf, serta kerusakan pada sprakel akibatnya tidak bisa bernafas dan akhirnya mati.
Berdasarkan uraian diatas, maka kami tertarik mengkaji manfaat kulit jeruk manis ( citrus aurantinum ) untuk menekan populasi lalat buah (zonosemata sp). Perkebunan jeruk di Desa Selorejo mengalami perluasan sekitar 15 hektar dengan begitu berbanding lurus dengan jumlah limbah kulit jeruk yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai Biopestisida.
Berdasarkan temuan diatas, maka kami ingin mengaplikasikan hasil penelitian untuk diabdikan pada masyarakat petani. Dengan demikian program PKMM ini dapat diseminasikan kepada masyarakat petani disekitar Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang, dengan harapan akan mampu meningkatkan kesehatan tanaman jeruk, meningkatkan pendapatan petani jeruk serta mengurangi pencemaran jeruk yang busuk dan limbah kulit jeruk. Selama ini masyarakat tersebut belum mengoptimalkan limbah kulit jeruk dan belum memahami hasil temuan ini.hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pada umumnya dengan simplisia. Praktik ini merupakan suatu perpaduan antara budidaya tanaman dan biopestisida yang saling menguntungkan. Petani jeruk yang membudidayakan jeruk secara tidak langsung mendapat hasil ganda. Adapun manfaat bagi limbah kulit jeruk dapat digunakan sebagai biopestisida yang murah dan ramah lingkungan. Sehingga jeruk dapat tumbuh dan bertambah bobotnya.
Adapun perumusan masalah yang dibuat adalah bagaimana cara mendesiminasikan model simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, bagaimana cara memulai pemberian contoh model simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, serta bagaimana cara mengatur keberlanjuta program simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sama dengan perumusan masalah yang telah dibuat, yaitu untuk mendesiminasikan model simplisia, untuk mengathui cara memulai pemberian contoh model simplisia, serta untuk mengetahui cara mengatur keberlanjutan program simplisia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Kegunaan dari penelitian ini adalah hasil penelitian ini diharapkan selain dapat memberikan informasi ilmiah kepada para petani jeruk, juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif usaha pemutusan daur hidup lalat buah dalam rangka pengendalian hama jeruk tersebut. Diharapkan juga terjadi perubahan kondisi masyarakat yang berupa :
1. Masyarakat memahami akan pentingnya pemanfaatan limbah kulit jeruk terhadap perkembangan jeruk.
2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan cara melakukan pemodelan simplisia dengan harapan limbah kulit jeruk dapat digunakan juga sebagai biopestisida jeruk. Sehingga dapat menguntungkan para petani jeruk, serta dapat meningkatkan produksi dalam bidang pertanian.
Gambaran umum masyarakat sasaran adalah dusun Selokerto Desa selorejo, mempunyai batas wilayah desa/kelurahan sebelah: Barat desa Gading Kulon, Selatan Tegal Weru, dan Timur desa Petung sewu. Usaha kewirausahaan dilokasi tersebut yaitu peternakan dan pertanian. Peternakan meliputi pemeliharaan sapi perah, kelinci dan kambing. Pada umumnya masyarakat desa mempunyai lahan tanaman jeruk, sebagai penghasilan sehari-hari (data berdasarkan pengabdian pada masyarakat pada saat KKN 2010).
Orbitasi/kondisi lahannya sangat luas dan sangat subur. Tanah desa ini mempunyai lahan sebesar 400 hektar, 300 hektar sudah dijadikan sebagai llahan pertanian. Potensi pertanian yang ada yaitu: jeruk, sayur mayur, jagung. Untuk status kepemilikan usaha perkebunan berstatus pemilik usaha perkebunan. Tanaman jeruk sangat berpotensi didesa tersebut. Desa selorejo terdiri dari jumlah KK 1005, 3 dusun, 6 RW.
Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata) yang dalam keadaan cukup tua berkulit mudah dikupas, utuh, segar, dan bersih. Berdasarkan bobot tiap buah, jeruk keprok digolongkan dalam empat ukuran yaitu kelas A, B, C, dan D.
Jeruk Keprok Batu 55 yang terdahulu dikenal dengan nama Keprok Punten, dikenal hampir di seluruh Indonesia. Keprok Punten berpenampilan menarik dengan warna kulit kehijauan dan tekstur buah yang baik dengan rasa manis keasaman.
Akibat wabah penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang terjadi pada 1985, populasi Keprok punten terus menerus, bahkan sekitar 1992 diberitakan hampir punah. Pada tahun yang sama, loka penelitian jeruk dan buah Sub Tropis Tlekung Malang, mengamankan plasma nitfah Keprok Punten. Varietas jeruk tersebut dimuliakan dan dibersihkan dari infeksi penyakit CVPD.
Tujuannya gara petani jeruk tidak trauma menanam Keprok Punten yang peka terhadap serangan penyakit CVPD. Pada tahun 2000, nama Keprok Punten diusulkan diganti menjadi jeruk Keprok Batu 55. Pada pelaksanaan kontes jeruk keprok seluruh indonesia yang berlokasi di loka penelitian jeruk dan buah Sub Tropis di Tlekung, juli 2005, juara pertama dan kedua diraih oleh Keprok Batu 55 milik Sucipto. Petani ini memiliki kebun seluas 50 ha di kota Batu dan Karangploso, kab. Malang.
Sejak itu, Keprok Batu 55 dikenal di seluruh Indonesia dan diminta oleh Istana negara untuk jamuan dalam peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 60 dan – 61. Jeruk keprok Batu 55 mempunyai peluang besar dikembangkan sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan petani (Musrochin, 2008).
Metode pelaksanaan kegiatan adalah, sebelum dilakukan waktu dan lokasi penelitian, terlebih dahulu dilakukan survey yaitu Metode pelaksanaan, metode ini menggunakan 5 macam metode yaitu:metode eksplorasi yaitu melalui cara Rapid Rural Appraisal (RRA) agar dapat memahami situasi masyarakat dusun Selokerto desa Selorejo Kecamatan Dau Malang secara menyeluruh dengan cepat. Metode Problem Solving dalam rangka melakukan pemilihan sasaran dengan tepat. Feedback ( umpan balik) berupa kuisioner, metode ceramah dan diskusi yang bertujuan untuk memberi motivasi pentingnya penerapan simplisia, menyampaikan teori usaha mengurangi populasi lalat buah, memberi motivasi dalam memulai usaha sehingga dapat mengatur keberlanjutan program perkebunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Metode yang kelima adalah metode praktik pada saat pelaksanaan yaitu dengan menggunakan lahan jeruk, secara partisipatif antara tutor dan peserta latihan. Metode pendampingan melalui cara berkunjung ke lokasi dengan memberi pengarahan, menjelaskan kepada masyarakat.
Kerangka pemecahan masalahnya adalah kegiatan PKMM terkait dengan pelaksanaan program gerakan terpadu pengentasan kemiskinan (GERDUTASKIN) kota Malang yang membatu usaha bagi masyarakat yang telah meyakinkan untuk diberikan bantuan model usaha baru.
Realisasi Pemecahan Masalah ini adalah kegiatan PKMM ini akan dilakukan evaluasi secara bertahap, evaluasi pertama diakukan terhadap pelaksanaan memberi motivasi tentang pentingnya penerapan simplisia, menyampaikan teori pembuatan model simplisia yang baik, memberi motivasi memulai usaha dan mengatur keberlanjutan usaha. Evaluasi kedua dilakukan terhadap pelaksanaan praktek PKMM. Evaluasi ketiga dilakukan pada saat pelaksanaan pendampingan ke lokasi dengan memberi pengarahan, menjelaskan pertanyaan, dan mengevaluasi proses simplisia di tempat produksi pemula.
Adapun khalayak sasaran adalah sasaran yang dalam krgiatan PKMM ini adalah masyarakat yang tergabung dalam peguyuban di RT 02 RW 01 dusun krajan desa Selorejo kecamatan Dau Malang. Penyuluhan dilakukan bersama masyarakat, sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Proses perwakilan kelompok dilakukan melalui penunjukan yang berdasarkan kriteria diatas oleh Kepala Desa RT 02 RW 01 Dusun Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Dari setiap penunjukan tersebut diundang untuk diberikan penjelasan, penyuluhan, dan diajak diskusi tentang rencana kegiatan praktek simplisia. Selanjutnya masing-masing orang yang hadir diwawancarai, untuk mengetahui potensi yang bersangkutan sesuai dengan kriteria. Hasil wawancara ini menetapkan berdasarkan kriteria seperti diatas, kemudian dari urutan pertama ditanya kesanggupannya untuk mengikuti kegiatan praktik simplisia. Ini, hingga diperoleh jumlah yang menyatakan sanggup mengikuti kegiatan. Setelah ditetapkan sebagai peserta kegiatan dan diharapkan sebagian besar dari mereka dapat memulai lebih awal melakukan praktik simplisia.
Rancangan biaya yang sudah dibuat juga harus sesuai dengan jadwal kegiatan serta biaya yang dibutuhkan untuk biaya penelitian, yaitu dengan rincian biaya administrasi dan peralatan membutuhkan biaya sekitar Rp. 4.410.000,- biaya transportasi sekitar Rp.1.200.000,- serta biaya lain-lain yang meliputi biaya sertifikat, dan pembuatan model simplisia, yaitu sekitar Rp.1.300.000,-. Jadi semua total biaya yang dibutuhkan untuk proses pelaksanaa PKMM adalah Rp.6.910.000,-.
Memang semua sudah selesai dikerjakan dan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Yang harus dilakukan sekarang adalah bergerak cepat untuk segera mengirim proposal yang siap untuk dikirim dan harus menjalani proses penyaringan supaya bisa diterima untuk melakukan proses selanjutnya yaitu proses penelitian sebagaimana sesuai dengan isi proposal.
Proses penyaringannya sangat sulit sekali untuk bisa diterima supaya bisa melakukan penelitian. Tapi entah kenapa perasaanku selalu yakin bahwa kelompokku bisa untuk mencapai semua ini sampai pada puncak final yaitu bisa masuk sampai ke PIMNAS, Aminnnn,,,,,.....perasaan yakin dan percaya diri memang harus selalu ada dalam setiap hati individu, mengapa demikian?, karena keyakinan dan rasa percaya atas kemampuan diri sendiri sangat menentukan proses kesuksesan kita.
Dan satu yang harus dicatat dalam hati kita masing-masing, bahwa sanya dalam mengatakan sesuatu jangan sekali-kali menggunakan kata-kata “seandainya”, sebagai contoh kalimat ” Seandainya Aku menang dan sukses atas usaha yang telah Aku kerjakan selama ini maka sangat bersyukurla Aku dan Aku akan lebih giat lagi dalam melakukan suatu tindakan.” Dalam kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa kita boleh gagal atas usaha yang telah dilakukan. Kenapa demikian?, sebab arti dalam keadaan seandainya memiliki arti bahwa kita hanya menghayal dan tidak yakin atas kemampuan yang ada pada diri sendiri. Kita memang harus yakin pada kemampuan diri sendiri, bagaimana orang bisa yakin dan percaya pada kemampuan kita jika kita sendiri selaku pihak yang terlibat dala diri sendiri tidak yakin dan tidak percaya atas kemampuan yang telah ada pada diri kita.
Terkadang yang membuat orang tidak yakin pada kemampuan diri sendiri adalah kurangnya pengalaman yang telah ada, kurangnya pengetahuan, lingkungan yang kurang mendukung, keadaan teman yang tidak mendukung, dan masih banyak lagi kekurangan-kekurang yang ada pada diri individu sehingga dia tidak percaya pada diri sendiri, padahal kemampuan dan tingkat kecerdasan yang dimiliki jauh lebih mendukung dibandingkan dengan yang lain. Memang tingkat kecerdasan seseorang bisa dikalahi pada seseorang yang memiliki pengalaman yang lebih dalam hal bertindak. Seseorang yang cerdas dan mempunyai banyak materi atau ilmu dalam diri sendiri bisa dikalahkan seseorang yang berpengalaman, karena dari pengalam yang kita dapat itu berarti dia mendapatkan ilmu dari pengalaman tersebut. Sedangkan seseorang yang berilmu belum tentu dia mempunyai pengalaman.
Keesokan harinya semua proposal sudah dikumpulkan ke pihak yang mengurus dalam hal tersebut. Banyak sekali yang ikut mengajukan proposal PKM tersebut. Dalam tingkat universitas saja ketat saingannya untuk bisa diterima apalagi dalam tingkat indonesia, ya yang namanya nasib hanya Allah yang mengatur semua ini, kita hanya bisa menerima. Dan proposal dikirim ke DIKTI secara serempak dari universitas pada Oktober.
Tugasku sudah selesai untuk mengerjakan proposal tersebut, yang harus dilakukan pada saat ini adalah berdo’a dan bersabar dalam menunggu suatu pengumuman yang sangat menegangkan. Menunggu sesuatu hal yang ditunggu sangatlah tidak sabar rasanya karena sejak dini aku selalu mengalami hal yang semacam ini yaitu selalu ikut lomba dan akhir-akhirnya adalah menunggu suatu pengumuman.
Kapan ya pengumuman itu keluar?, rasa berdebar-debar selalu ada dalam benakku. Tapi, itu tidak usah dipikirkan karena hanya membuat hati dan perasaan setres dan gelisah. Hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan ku lalui dengan canda serta tawaku tanpa ada rasa kecewa dan perasaan sedih serta merana yang ada dalam wajah yang terlihat secara nyata, tapi sebenarnya yang ada dalam hatiku serta fikiranku ruwet dengan masalah-masalah lain yang tidak bisa ku jelaskan satu persatu. Setelah ku tanya pada ketua tim PKMM ku ternyata pengumumannya adalah sekitar bulan Februari. Waw....... waktu yang sangat lama jika ditunggu datangnya bulan tersebut.
Bersamaan dengan menunggu pengumuman keluar, pada jangka waktu menunggunya bulan Februari tiba, pada saat itu diselingi dengan kuliah-kuliah, praktek serta menulis laporannya yang sangat banyak sekali untuk dikerjakan, UTS, dan UAS yang dilaksanakan secara serentak. Alhamdulillah nilai laporanku cukup bagus dan nilai UTS serta UAS juga bagus, ya sesuai dengan tingkat kemampuan dan kecerdasan yang aku miliki selama ini.
Pada saat dilaksanakannya UAS (Ujian Akhir semester) hatiku sangat berdebar-debar dan rasanya takut untuk menghadapi semua ini, tapi kenapa ya?, itu semua karena Aku takut nilai rendah, itu berarti Aku harus semangat untuk belajar supaya nilaiku tinggi seperti yang telah diharapkan dan di tentukan oleh Allah.
Dari semua mata kuliah yang ada pada semester satu hanya satu pelajaran yang paling aku takuti untuk menghadapi ujian ini yaitu mata kuliah Matematika. Kenapa? Karena sejak mengenyam bangku pendidikan Sekolah Dasar (SD) aku tidak senang pada pelajaran tersebut, sebab disamping pelajarnnya yang sulit aku juga tidak senang pada pelajarnnya yang ruwet. Tapi, dibalik ketakutannku pada pelajaran tersebut ada satu pelajaran yang aku dapatkan yaitu aku belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mengenal lelah pada pelajaran tersebut untuk dipelajari. Dan akhirnya apa yang ku dapatkan dari semua ini?, pada saat UTS dan UAS Aku bisa mengerjakan dengan puas dan benar serta mendapatkan nilai yang tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain yang lebih bisa dari Aku. Allah Maha tahu dan Maha Adil atas semua ini. Syukur Alhamdulillah Aku panjatkan syukur pada Allah atas kebahagiaan yang telah Aku dapatkan selama ini.
UAS sudah dilaksanakan tinggal menunggu hasilnya, dalam hati kecilku Aku ingin sekali mendapatkan nilai yang tinggi atau mendapatkan IP di atas 3 (tiga), ya berdoa saja yang pentng kita sudah berusaha untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Setelah dilaksanakannya UAS tersebut tidak langsung libur panjang tapi masih kuliah dalam artian perbaikan nilai yang nilainya masih tidak lulus.
Setelah semuanya selesai, pada bulan Februari minggu ke tiga tepatnya pada tanggal 13 Februari 2011 kita semua, dari tingkat fakultas sampai tingkat Universitas libur panjang semester satu ( libur UAS). Liburan memang sangat panjang dilaksanakan yaitu selama satu bulan penuh. Dari tanggal 13 Februari sampai tanggal 14 Februari 2011. Pada tanggal 13 Februari juga, Aku langsung pulang ke kampung halamanku.
Sudah sangat lama rasanya Aku tidak pulang ke Bawean, rasa kangen terhadap kampung halaman sudah menggebu-gebu. Ingin rasanya cepat-cepat sampai pada kampung halaman yang penuh dengan kenangan dan pengalaman-pengalaman yang tidak bisa orang lain rasakan.
Dari malang Aku pulang bersama-teman-teman semua yang kuliah di Malang. Dengan perasaan senang dan gembira kita nyanyi-nyanyi tanpa ada rasa malu di dalam bis pada orang lain yang tidak kami kenal. Mengapa kita tidak merasakan suatu kemaluan di di dalam bis padahal kita sudah pantas untuk merasakan suatu kemaluan?, itulah Aku dan teman-teman tidak pernah memikirkan orang lain dan terserah orang lain ingin berbicara apa.
Untuk sampai ke Bawean yang merupakan kampung halamanku harus melewati Gresik terlebih dahulu. Dan kami naik bis mengambil jurusan gresik langsung ke terminal Wilangon. Dari wilangon bisa naik angkot jurusan pelabuhan dan juga bisa naik ojek. Ya terserah kita mau naik apa yang penting kita sudah nyampek ke Gresik.
Dari Wilangon Gresik Aku naik Angkot jurusan Pelabuhan yang berwarna biru. Sangat banyak sekali penumpang menginginkan untuk bisa naik pada angkot tersebut. Sebenarnya Aku tidak mau untuk naik angkot karena angkotnya sudah ful, tapi apa boleh mau gak mau ya harus mau karena keadaan sudah darurat dan harus di lakukan. Tapi asyiknya Aku masih mempunyai kesempatan untuk naik di didepan karena jika di depan maka rasa sumpek sudah agak berkurang.
30 menit sudah Aku lalui di dalam bis, akhirnya Aku nyampek juga di rumah kakak di Gresik dan rasanya capek sekali menjalani penjalanan yang sangat lama dan membosankan. Sesampai di rumah, Aku langsung makan dengan lahap dan langsung merasakan suatu rasa kangen yang sangat luar biasa terhadap masakan yang sudah lama tidak Aku makan.
Keesokan harinya, Aku langsung pulang ke Bawean dan tiket sudah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum Aku datang ke Gresik. Aku pulang bersama mama, dan papa ke Bawean. Di kapal Aku merasakan pusing yang sangat luar biasa dan rasanya tidak bisa diganggu untuk ngomong atau untuk kegiatan yang lain. Bahkan untuk ke kamar mandi saja rasanya tidak sanggup untuk dilaksanakan. untuk menghalangi semua ini terjadi maka Aku harus ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum kapal berangkat. Karena reaksi atau rasa pusing yang dirasakan sebelum kapal berangkat dengan kapal setelah berangkat sangat beda sekali.
Memerlukan waktu empat jam untuk bisa nyampek ke Bawean. Sesampai di pelabuhan Sangkapura Aku masih menunggu semua penumpang untuk turun semua karena Aku tidak sanggup untuk turun bersama-sama orang-orang secara bersamaan. Setelah semuanya turun, Aku turun sendirian sementara papa dan mamaku sedang ngurus barang yang disimpan di bagasi.
Kepala puyeng masih terasa dan meskipun sudah turun dari kapal, Aku masih merasakan hal yang sama dengan waktu ada di dalam kapal. Setelah semua barang terkumpul, kami semua pulang ke rumah indah kami yaitu dusun Pamona, Desa Sidogedung batu Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik.
Selama di rumah, banyak sekali aktivitas yang harus dilakukan mulai dari memasak, membuat makanan, membantu mama menyelesaikan pekerjaannya yaitu menjahit korden, tapi yang Aku bantu bukan yang menjahit secara keseluruhan, tapi hanya sebagian saja yang bisa Aku bantu, misalkan yang bisa dijahit tangan, menyetrika, dan yang lain yang semampu Aku bisa bantu.
Kalau masalah Aku bosen dirumah karena jarang untuk keluar rumah dan keadaan sudah tidak seperti dahulu lagi yaitu main-main bersama teman-teman SMA. Semua teman SMA sudah sibuk sendiri dan mempunyai kesibukan sendiri, rasanya untuk mengembalikan dengan keadaan yang seperti dahulu lagi sangat sulit untuk dilakukan.
Rasa bosen yang sebenarnya ada dalam fikiranku kini hilang karena kesibukan yang Aku miliki. Memang untuk menghilangkan rasa bosen yang ada harus diisi dengan kesibukan-kesibukan yang ada, dan kadang Aku mengisi hari-hariku dengan sesuatu yang berguna dan mempunyai pengalaman yang berguna untuk masa depanku.
Hari demi hari, minggu demi minggu kulalui dengan kesibukan-kesibukan yang Aku lakukan, tiba-tiba dipertengahan bulan, ada sms dari dosen pembimbingku bahwa kelompok kami lulus seleksi dan berhak untuk melakukan penelitian. Syukur alhamdulillah ku haturkan keharibaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hatiku tidak menyangka bahwa PKMM ku lulus selesksi. Aku langsung sms kak endang bahwa kelompok kita lulus seleksi. Pertama, kak Endang juga tidak percaya atas semua keajaiban ini.
Apa yang harus Aku lakukan?, Aku tidak bisa berkata apa-apa yang Aku lakukan hanyalah berkata Hamba bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita semua terutama pada proposal PKM kita ini yang dikerjakan dengan tergesa-gesa.
Minggu terahir Aku liburan, Aku mendapatkan pesan singkat dari kak Endang bahwa harus segera pulang ke Malang dikarenakan harus segera melaksanakan praktik yang telah diajukan pada proposal PKMM kemaren, dalam artian untuk mengisi waktu ruang supaya Aku dan dia tidak nganggur dan supaya entar jika sudah nyampek waktunya kuliah Aku tidak tidak terlalu repot dengan kuliahku serta praktik. Karena biasanya jika sudah memasuki waktu kuliah dan waktu praktik selain sibuk dengan waktu kuliah serta praktik, tapi juga disibukkan oleh laporan dan tugas-tugas yang diberikan.
Yang ada dalam fikiranku adalah perasaan cemas dan Aku juga memikirkan bahwa dari pada nganggur ada di Bawean lebih baik pulang ke Malang dan bertindak cepat dalam penelitian tersebut. Ya apa boleh buat, Aku tidak bisa mengatakan apa-apa karena bulan tersebut adalah bulan dimana kebanyakan Mahasiswa liburan panjang semester jadinya tiket harus pesan terlebih dahulu dan ketepatan waktu itu Aku tidak mendapatkan tiket karena waktunya sangat mendadak. Sebenarnya bisa untuk pulang pada saat itu juga, tapi berhubung Aku sudah pesen dengan tanggal yang sudah ditentukan dan sekarang tidak bisa untuk mengubah tanggal keberangkatan. Jadi, Aku tidak bisa layar pada saat itu juga dan layar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sejak lama. Dan akhirnya penelitian tidak jadi untuk dilaksnakan pada bulan tersebut.
Sabtu, 21 April 2012
Selasa, 13 Maret 2012
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
V
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5. AWAL BIMBINGAN
Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.
Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.
Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.
Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia untuk membimbing. Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
V
4. SULIT MENENTUKAN PILIHAN
Kegiatan Ordik dan Halaqoh Diniyah memang sudah selesai, tapi untuk kegiatan Halaqoh Diniyah belum selesai dan masih ada waktu tiga bulan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Untuk pertemuan pertama Aku berhasil mengikuti kegiatan tersebut dan semoga untuk hari berikutnya tetap bisa ikut dengan keadaan yangn sehat wal’afiat. Aminnn,,,,,. Tapi semua yang Aku inginkan hanyalah tinggal impian, ternyata selama 3 bulan penyelenggaraan tersebut, Aku tidak hadir sebanyak tiga kali yang dikarenakan Aku jatuh sakit, dan akhirnya Aku mendapatkan nilai B untuk kegiatan Halaqoh Diniyah.
Hari minggu adalah hari yang sangat Aku tunggu-tunggu dari kemaren-kemaren karena aku ingin merasakan istirahat yang sangat cukup. Waktu dilaksanakannya Ospek dan halaqoh Diniyah rasanya Aku bermimpi jika ingin mendapatkan waktu untuk beristirahat. Kemaren-kemaren bukan waktu istirahat yang didapatkan tapi Waktu untuk makan saja sangat sedikit sehingga harus dengan cepat-cepat untuk makan dan juga benar-benar tidak menikmati enaknya rasa makan.
Hari senin adalah hari pertama Aku kuliah pada jurusan yang telah Aku pilih. Dulu, waktu SMA rasanya Aku benar-benar ingin mengetahui bagaimana cara seseorang menjalani sebuah perkuliahan dan dari dulu aku hanya mendengar cerita dari guru-guru dan kakak tingkat bahwa anak perkuliahan beda dengan anak yang menempuh pendidikan SMP dan SMA. Aku bertanya, apa yang memebdakan anatara kuliah sama SMA?, katanya tidak jauh beda, hanya saja jika kita kuliah sangat santai dan terserah apakah kita mau kuliah atau tidak. Dari pembicaraan yang telah orang-orang bilang tentang perkuliahan maka Aku sangat tertarik sekali untuk mengetahui apakah itu semua benar ataukah tidak, karena untuk percaya sangatlah sulit bagiku dalam artian Aku tidak mudah percaya sama omongan orang lain tanpa Aku buktikan sendiri.
Ternyata yang diomongin oleh orang-orang bahwa jika kita kuliah sangat santai dan seenaknya kita sendiri mau ngapain, ya memang benar hal yang seperti itu, tapi itu semua hanyalah dilakukan oleh mahasiswa yang malas belajar dan menunda-nunda untuk proses kelulusannya. Jurusan juga sangat menentukan apakah kita dalam proses kuliah sangat santai atau tidak, dan kebetulan jurusan yang Aku pilih tidak sama dengan jurusan lain maksudnya kita tidak ada waktu untuk bermain atau santai-santai karena kita dipadeti dengan kegiatan praktek.
Pada semester satu kita menempuh delapan mata kuliah yaitu Agama Islam 1, pendidikan Pancasila, Biologi Umum, ISBD, Kimia Dasar, Fisika Dasar, Matematika Dasar, dan bahasa Indonesia (Profesi). Untuk mata kuliah semester satu memang pelajaran yang sangat dasar-dasar terlebih dahulu, dan kebanyakan materi yang diajarkan adalah materi waktu SMA karena penghantar menuju ke materi yang lebih detail ke materi biologi maka harus terlebih dahulu mempelajari yang dasar-dasar. Seperti pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia yang dipelajari adalah pelajaran SMA, tapi bukan berarti semua materinya adalah pelajaran SMA, yang dimaksud diatas adalah teorinya dan cara yang digunkan adalah cara yang lebih rumit dibandingkan dengan cara yang waktu SMA.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan dengan senyuman dan indahnya kenang-kenangan yang telah dilalui bersama dengan teman-teman satu angkatan maupun yang angkatan dia atas kita. Kakak tingkat membimbing kita menjadi sosok mahasiswa yang berani menantang apapun yang ada didepan kita asalkan hal tersebut adalah yang baik dan benar dijalan Tuhan yang diridhoi.
Dari kedelapan mata kuliah yang harus ditempuh, ada materi yang paling tidak Aku sukai yaitu mata kuliah matematika. Dari dulu, Aku memang tidak senang dengan materi matematika bukan karena sulitnya saja tapi Aku tidak memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi untuk menyelesaikan soal tersebut. Memang, Aku sangat tidak senang dengan pelajaran Matematika tapi, Aku selalu mencoba untuk bisa mengerjakan. Dalam fikranku, sukailah apa yang ada didepan mata, oleh karena itu Aku selalu mencoba supaya bisa mengerjakan dan menyelesaikan soal-soal yang bagiku tidak mampu untuk menyelesaikannya.
Lalu, bagaimana cara menyelesaikannya?, kata orang tua, jika kita tidak bisa mengerjakaan sesuatu dan kita ingin menyelesaiannya maka kita harus berusaha untuk meminta ilmu tersebut pada yang lebih menguasai dan memahaminya. Kita belajar tidak harus pada yang lebih tua tapi, jika orang yang bisa mengerjakan adalah lebih muda dari kita kenapa tidak memungkinkan untuk belajar padanya. Semua bisa jadi kemungkinan terbesar untuk kita bisa belajar dan untuk menuju ke arah sebuah kesuksesan.
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain”. (Shahih Muslim No.1352), dan hadist lain mengatakan:
“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu”. (HR. Ath-Thabrani)
Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)
Abu Musa mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (Bukhari)
“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka”. (HR. Abu Dawud)
“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (HR. Al-Baihaqi)
“Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri.” (HR. Ad-Dailami)
“Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan.” (Mutafaq’alaih)
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)
“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani)
“Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”
Telah berkata al-Baihaqy di kitabnya al-Madkhal (hal. 242) dan di kitabnya Syu’abul Iman (4/291 dan ini lafadznya), “Hadits ini matannya masyhur sedangkan isnadnya dla’if. Dan telah diriwayatkan dari beberapa jalan (sanad) yang semuanya dla’if.”
Usia bukanlah sebuah hambatan dimana kita harus belajar untuk bisa, baik itu muda, tua seumuran dengan kita, dan siapa saja yang mengajari kita semua merupakan guru kita dan kewajiban kita adalah mendoakannya supaya mendapatkan kesehatan dan umur yang panjang, Amin............
Guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.
Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Seperti yang terdapat dalam pribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, yang artinya murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang tidak baik. Peribahasa ini sudah tidak relevan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pada kenyataannya, setiap pria secara normatif memang sewajarnya kencing berdiri. Perempuan memang seharusnya kencing dengan posisi seperti yang kita ketahui.
Ilmu dan guru memang sangat berhubungan dan sangat berkaitan antara keduanya. Tidak ada ilmu jika tidak ada guru dan tidak ada guru jika tidak ada ilmu. Guru dan ilmu sangat berhungan dan tidak dapat dipisahkan, disamping itu murid juga ada kaitannya antara ilmu, dan guru.
Akhirnya berkat guru, dan usaha yang telah Aku lakukan untuk bisa menyelesaikan soal matematika dan usaha supaya bisa mengerti tentang pelajaran yang dari dulu merupakan ilmu yang paling tidak sukai ternyata Aku juga bisa untuk menyelesaikan semua yang ku anggap sulit. Sesuatu jika dikerjakan dan diusahakan untuk bisa maka akan bisa karena kita dalam mengerjakan sesuatu haruslah disertai dengan niat yang sangat besar dan insyaallah hasilnya juga akan besar juga.
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)
Bukan hanya tugas-tugas yang Aku kerjakan tapi, Aku juga bisa bertanya dan mengerjakan kedepan untuk mengerjakan soal yang diberikan sebagai soal kuis untuk mengetes seberapa besar ilmu yang telah didapatkan oleh Mahasiswa yang dosen berikan. Jika bisa mengerjakan maka akan mendapatkan point tertentu sebagai nilai tambahan. Semua anak-anak juga saling berebutan untuk maju, kebanyakan ada anak-anak bisa mengerjakan tapi tidak bisa menyampaikan atau menerangkan pada Mahasiswa yang lain, dan anehnya Aku bisa untuk semua itu. Aku juga kaget ternyata Aku bisa melawan rasa takut Aku untuk melawan keraguan yang selalu menghantui fikiranku.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan yang ada, Aku coba untuk menyenangi semua materi yang telah diajarkan, dan sekarang Aku tambah semangat bahwa semua akan terjadi jika kita mau berusaha, tapi tidak semua yang kita inginkan terjadi dan yang terpenting bagi kita adalah sebesar apa usaha yang telah kita kerjakan dan yang menentukan adalah Allah Subhanahu wata’ala.
Waktu pulang kuliah, Aku, teman-teman serta kakak tingkat sedang duduk-duduk di depan gedung A. Dengan tidak sengaja, Aku melihat poster yang ditempelkan di tembok gedung A. Pertama Aku sangat tidak mengerti apa maksud dari posrter tersebut, lalu ku tanya sama kakak tingkat, dan ternyata poster itu berisi tentang PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa). Adapun maksud dari PKM tersebut adalah PKM merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Jakarta.
Adapun jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yaitu: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM- Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I), pada tahun 2002 bergabung dengan lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) kedalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.
Atas kebijakan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya kedalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I kedalam PKM Karya Tulis (PKM-KT). Untuk membedakannya, PKM-I beri nama baru PKM-Karya Ilmiah (PKM-Al) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat Artikel yang dihasilkan, maka PKM-Al akan bermuara pada jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-Al di PIMNAS.
Penilaian atas mutu usulan, proses pelaksanaan dan presentasi di PIMNAS, seluruhnya dilakukan berdasar atas level Kreativitas Mahasiswa dan Orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak hanya diartikan sebagai temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni berasal dari kelompok mahasiswa. Dengan demikian, pembiming PKM disarankan agar berperan sebagai pendamping mahasiswa yang mengawasi pelaksanaan PKM agar sesuai dengan misi masing-masing program dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai bagian riset ataupun kegiatan akademik dosen lainnya.
Agar objektivitas pengelolaan PKM dan PIMNAS dapat terjaga dengan baik, DITLITABNAS menerbitkan buku pedoman PKM 2011 sebagai acuan bagi semua pihak diperguruan tinggi yang memerlukan informasi tentang sejarah, uraian umum, kriteria penulisan usulan, tekhnik penilaian, disetiap tahap pelaksanaan, tekhnik penyusunan laporan seluruh program PKM yang ditawarkan DITLITABNAS Ditjen Dikti, juga bentuk apresiasi yang diberikan. Pedoman ini juga mengutip tanpa perubahan sebagian informasi pedoman KKTM yang diterbitkan Direktorat Akademik Ditjen Dikti guna menghindari kesulitan realisasi PKM-GT di PT.
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DITLITABNAS Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (Mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembankan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat yang selama ini sarat partisipasi aktif Mahasiswa, diintegrasikan kedalam satu wahana yaitu PKM.
PKM dikembangkan untuk mengembangkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan tekhnologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan, serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerja sama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Pada awalnya, dikenal 5 jenis (lima) jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM- Penulisan Ilmiah (PKM-I).
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, usai penyelenggaraan PIMNAS 2010, DITLITABNAS mempublikasikan seluruh topik PKM yang dipresentasikan melalui e- procedding, maka mulai tahun 2011 setiap kelompok pelaksana PKM yang diundang ke PIMNAS disetiap bidang wajib menyerahkan Laporan Akhir dan Artikelnya.
Berikut beberapa penjelasan mengenai PKM, PKM-P merupakan program penelitian yang bertujuan anatara lain: untuk mengindentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia didalam tanaman, mengiji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan tekhnik pemasaran, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di Siswa Sekolah Dasar, laju pertumbuhan ekonomi, di sentra kerajinan kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.
PKM-T merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, dan lain-lain.), atau manajemen ( pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain), atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil, atau koperasi.), dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif.
PKMT mewajibkan Mahasiswa bertukar fikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan denikian, di dalam usul program harus dilampirkan surat pernyataan kesediaan bekerjasama dari mitra pada kertas bermaterai Rp 6000,-
PKMK merupakan program pengembangan keterampilan Mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar Mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah Mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya.
PKMM merupakan bantuan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelebagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan, dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Diisyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
PKM-KC merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstriktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
PKM-AI merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri ( misalnya studi khusus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain.
PKM-GT merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada dimasyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.
Dalam upaya mengifisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokan ke dalam masing-masing bidang PKM yang setuju (P-T-K-M-KC-KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi kedalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
1. Bidang kesehatan, yang meliputi: Farmasi, gizi, kebidanan, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kesehatan masyarakat, psikologi,
2. Bidang pertanian, yang meliputi: kedokteran hewan, kehutanan, kelautan, perikanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian,
3. Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika,
4. Bidang Tekhnologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, teknik, Teknologi pertanian,
5. Bidang sosial ekonomi, yang meliputi: Agribisnis (pertanian), ekonomi, Ilmu sosial, dan ilmu politik
6. Bidang Humaniora, yang meliputi: Agama, Bahasa, budaya, Filsafat, Hukum, sastra, seni.
7. Bidang pertanian, yang meliputi: program studi ilmu-ilmu pendidikan dibawah fakultas kependidikan.
Untuk bidang ilmu lain yang belum termasuk dalam pengelompokan bidang ilmu diatas, pengusul dapat memilih kelompok bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang ilmu tersebut tidak ada hubungannya dengan kuota jumlah proposal yang didanai tetapi akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan bidang reviewer dengan usulan yang akan dievaluasibaik dalam seleksi proposal, pelaksanaan PKM maupun penjurian PIMNAS.
Adapun persyaratan dalam ikut PKM adalah:
1. Peserta PKM adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan resmi terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa dalam kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda agar proses regenerasi pelaksana PKM dapat berlangsung dengan baik.
2. Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa. Di samping memberi kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang terlibat.
3. Seorang dosen pembimbing/pendamping hanya disetujui DITLITABMAS membimbing maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4. Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan ketentuan.
5. Menyertakan Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Rekapitulasi Naskah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) (lihat Tabel 3 pada halaman 6).
6. Pengajuan usulan dilakukan perguruan tinggi secara kolektif, menggunakan format standar yang ditetapkan DITLITABMAS. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada KOPERTIS.
7. Setiap usulan yang mencantumkan dana dari pihak lain (baik pihak internal maupun eksternal perguruan tinggi) harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan dilengkapi dengan materai yang cukup dari instansi penyedia dana tersebut.
8. Setiap usulan PKM-T dan PKM-M wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan.
9. Setiap pengusulan PKM-AI diwajibkan melampirkan Surat
10. Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani oleh Ketua PKM
11. Tanpa meterai dan diketahui oleh Ketua Program Studi.
12. Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman Dikti dan
13. Melalui surat yang dikirimkan ke setiap perguruan tinggi.
Begitu banyak materi-materi yang harus dipahami dan persyaratan yang harus juga diikuti dalam PKM tersebut. Bukan hanya pada Dikti saja yang mempunyai persyaratan dalam ikut PKM, tapi dalam Fakultas mempunyai aturan tertentu juga yang harus diikuti oleh kita. Berdasarkan keterangan yang telah kakak tingkat jelaskan bahwa Aku harus setia pada jurusan yang telah Aku pilih dalam artian tidak boleh pindah jurusan atau keluar dari jurusan dan Universitas Islam Malang. Harus ikut serta dalam pembuatan PKM atau tidak hanya numpang nama saja, rajin, pintar, kesehatan mendukung. Persyaratan tersebut memang gampang rasanya tapi sangat sulit untuk dijalankan. Mengapa demikian?, itu semua karena Aku menginginkan untuk tahun depan tetap ikut tes di jurusan Kedokteran. Walaupun untuk tahun kemaren sudah positif tidak diterima tapi apakah salah jika Aku mencoba untuk sekian kalinya mengikuti tes?, bagiku tidak ada yang salah, yang slah adalah sistemnya. Aku tetap mengiinginkan mengikuti tes, disamping itu Aku juga ingin mengikuti PKM tersebut dan persyaratan untuk Aku ikut sangat tidak memungkinkan.
Aku benar-benar ada dalam posisi yang sulit. Sulit untuk menentukan sebuah pilihan dimana Aku sangat tidak mengerti tentang semua pemikiran dan jalan hidupku yang tiada ujung dan sebuah harapan yang tiada henti. Bukan Aku tidak bisa menerima tapi Aku yang tidak bisa mengetahui bahwa semuanya tidak akan pernah berhenti selama masih ada jalan dan kemampuan untuk semua itu.
lalu, bagamiana dengan PKM?, Aku juga tidak mengerti akan semua itu, saran dari orang lain memang sangat penting bagiku. Orang tuaku adalah orang pertama yang akan memberikan sebuah saran terbaik bagiku, dan Aku tanyakan semua penjelasan dari kakak tingkat serta keinginan yang keduanya sama-sama ingin ku capai.
Memang, Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, tapi entah kenapa Aku ingin mengetahui dan berusaha dalam semua bidang, bukannya rakus atau tidak bisa memilih tapi, karena Aku memang benar-benar ada dalam posisi yang sangat sulit sekali bagiku untuk dijalani.
Orang tuaku bilang, ya kita harus ikuti apa kata hati kita dan yang menurut kita benar serta kita sanggup untuk menjalaninya. Jika kita tidak sanggup untuk jalani diantara salah satunya maka kita jangan melakukannya karena semuanya akan sia-sia. Orang tuaku menyerahkan seluruhnya keputusan kepadaku, sebab yang akan menjalani dan dan merasakan adalah Aku juga bukanlah orang lain. Aku tambah bingung dan resah untuk semua ini. Kakak tingkat memberikan kesempatan untuk berfikir selama satu minggu memang waktu yang sangat lama jika ditunggu dan merupakan waktu yang sangat singkat jika digunakan untuk menentukan sebuah keputusan. Dalam menentukan sebuah keputusan tidaklah muda dan begitu saja memutuskan sebuah keputusan tanpa memikirkan sebuah akibatnya untuk kedepan. Kalau Aku dalam menentukan sebuah keputusan pasti membutuhkan waktu yang sangat lama serta difikirkan apa yang akan menyebabkan keputusan tersebut jika diambil secara cepat-cepat.
Keputusan adalah sesuatu yang abstrak namun memerlukan tindakan nyata, baik dalam mengambilnya ataupun dalam melaksanakannya. Berbagai cara telah tercipta untuk mengambil sebuah keputusan dan tidak sedikit pula manusia kesulitan cara dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan sebenarnya adalah awal dari perjalanan manusia dalam menyusuri lorong kehidupan, pengambilan keputusan yang salah bisa jadi mengakibatkan seorang manusia terjerumus dan terperosok dalam alur cerita kehidupan yang kelam, hingga akhirnya akan merugi dalam semua dimensi kehidupan.
“Tak akan ada asap bila tak ada api”. Sebuah pepatah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ya, suatu akibat tak akan terjadi bila tak ada sebabnya. Pun dengan sebuah keputusan, yang mana tidak akan muncul keputusan bila tak ada sesuatu masalah yang terjadi. Misalnya adalah sebuah peraturan. Peraturan biasanya diciptakan bila telah sering terjadi pelanggaran. Kembali dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan terasa sangat mudah jika hasil dari keputusan tersebut akan memunculkan sebuah simbiosis mutualisme bagi para pelaksana keputusan dan pencetus keputusan. Dan sebaliknya pengambilan keputusan akan terasa sangat berat dan sulit jika memunculkan sebuah dilema, dimana ada pihak yang merasa diuntungkan, namun ada pula pihak yang dirugikan.
Nah, untuk menghindari kemunculan sebuah dilema dalam pengambilan keputusan, harusnya kita cermat dalam menentukan langkah dan strategi untuk menuju sebuah pencapaian keputusan yang terbaik. Lalu bagaimana caranya? Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam mengambil sebuah keputusan. Yang pertama adalah jangan kita menentukan sebuah keputusan pada saat kita sangat gembira, karena pada saat anda merasa sangat bahagia, otak tidak dapat bekerja secara optimal, yang berperan pada saat itu adalah perasaan bukan logika. Sebuah keputusan jika diambil dari dasar perasaan belum tentu akan dapat diterima orang lain, sebab tidak selamanya orang lain berperasaan sama dengan kita. Yang kedua, janganlah mengambil keputusan pada saat anda sedang marah. Disini sangat jelas terlihat, bahwa mengambil keputusan pada saat marah hanyalah sebuah usaha untuk membuang emosi sesaat, tidak ada pemikiran yang jernih dan logis didalamnya, hanya mementingkan ego dan nafsu pada saat itu. Dan terakhir yang harus dihindari dalam mengambil keputusan adalah jangan mengambil keputusan pada saat kita sangat sedih atau susah, Karena keputusan yang ada akan memunculkan suatu nazar. Iya kalau nazarnya ringan, lha kalau berat, tentu akan menimbulkan suatu beban yang sangat berat juga bagi kita.
Dari ketiga hal tersebut mungkin bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa pengambilan keputusan jangan terlalu banyak menggunakan perasaan, biarkan logika yang berbicara. Lalu, bagaimana jika suatu saat kita terjebak didalam salah satu dari keadaan tersebut padahal kita harus segera mengambil keputusan ? Mungkin ada solusi yang bisa saya sarankan. Yakni mengajak satu atau beberapa orang lain untuk berdiskusi dalam mengambil keputusan, karena orang-orang tersebut akan menjadi pencerah bagi kita yang sedang terbelenggu oleh perasaan.(Prayitno,2011).
Wahai sobat, dari itu kita bisa memahami dan mengerti bahwa pengambilan keputusan yang terbaik adalah dengan jalan musyawarah. Hal ini telah diajarkan oleh agama dan juga telah dijelaskan dalam Dasar Negara Indonesia. Maka satu kalimat yang baik untuk menentukan sebuah keputusan adalah “MUSYAWARAH PENENTU ARAH MELANGKAH”.
Begitu juga dengan keputusan yang harus Aku buat yaitu harus melalui suatu musyawarah supaya tidak menimbulkan sebuah kekecewaan yang tiada akhir. Musyawwarah antara Aku dan kedua orang tua sudah dilakukan dan mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut padaku karena mereka mengangngap Akulah yang paling berhak dalam hal tersebut. Mereka hanya memberikan sebuah saran dan nasehat yang baik.
Musyawarah yang kedua akan ku lakukan pada teman-teman terdekatku, dan aku hanya menginginkan bagaimana pendapat mereka semua mengenai dengan keinginanku yang semuanya harus Aku pilih. Dan pendapat mereka adalah Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, memang sulit untuk memilih mana yang terbaik bagiku sendiri. Perasaan bingung menyelimutiku. Apa yang harus Aku lakukan?, kata teman-teman, kedua keinginanku memang semuanya baik, tapi alangkah tambah baik jika kita memilih salah satu pilihan tersebut. Mereka berkata bahwa Aku lebih baik memilih untuk ikut tes Kedokteran tahun depan yang merupakan keinginan dan cita-citaku sejak kecil. Bukan hanya teman-teman saja yang menginginkan Aku untuk ikut tes, tapi kedua orang tuaku juga menyarankan seperti itu, memang mereka menyerahkan keputusan terahir kepadaku, itu semua hanya saran dan nasehat dan keputusan terakhir adalah ada ditanganku.
Yang masih ada dalam fikiranku adalah sulitnya untuk menentukan sebuah pilihan. Aku tidak boleh ada dalam keadaan yang seperti ini terus, dan harus secepatnya menentukan sebuah pilihan yang harus diambil. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidak megikuti lomba PKM yang Aku inginkan.
Semua Mahasiswa pada sibuk untuk membuat Proposal PKM baik itu teman-teman se angkatanku, dan kakak tingkat, bahkan Mahasiswa yang mengajak Aku untuk ikut PKM tersebut juga sudah mulai sibuk merancangnya. Dalam hatiku ku berfikir, alangkah senangnya jika aku juga ikut lomba tersebut, ya apalah guna keputusan telah Aku ambil untuk tidak mengikuti lomba PKM tersebut.
Keesokan harinya, tiba-tiba bunyi Hpku berbunyi. Ternyata setelah ku lihat ada satu pesan sms dari kak endang. Kak endang adalah salah satu Mahasiswa Biologi asli dari bawean kabupaten Gresik sama dengan Aku. Setelah ku baca sms itu ternyata pesan tersebut berisi bahwa Aku apakah mau untuk ikut menjadi anggota PKM yang akan dia buat?, lalu ku tanya apa pernyaratan yang harus di ikuti. Katanya ya harus mengikuti membantu buat sebagaimana kita harus bekerja kelompok untuk menyelelesaikan tugas. Dan Aku bertanya lagi, apakah persyaratannya juga harus selamanya menjadi Mahasiswa Unisma dijurusan Biologi ini?, dan kak endang menjawab bahwa tidak harus, yang terpenting adalah ikut serta dalam PKM. Akhirnya hatiku sangat senang sekali mendengar berita ini, dan kedua keinginanku bisa tercapai yaitu mengikuti lomba PKM dan juga bisa mengikuti tes Kedokteran untuk tahun selanjutnya.
Perasaan senang dan berbunga-bunga dalam hatiku sangat nampak sekali dalam wajahku yang semula kusut. Wajah memang tergantung dengan maslah yang kita tanggung dalam kehidupan sehari-hari, tapi Aku selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang berseri-seri setiap harinya.
Malam senin, kak endang sms Aku bahwa hari senin untuk menemui Dia di fakultas serta membahas PKM yang akan dibuat. Dalam peraturan pembuatan PKM memang dalam satu kelompok terdiri dari tiga anak dan tidak boleh satu angkatan. Kak endang menanyakan pada angkatanku siapa anak yang rajin dan mau ikut serta dalam pembuatan PKM, karena waktu itu yang Aku ketahui anak yang ter rajin diantara mahasiswa yang lainnya pada angkatnku maka Aku pilih Alif. Alif adalah anak asli dari Palembang, dia pendek, dan agak hitam, dan dikelas dia menjabat sebagai ketua kelas. Lalu Aku sms Alif apakah dia mau ikut dalam lomba PKM ataukah tidak, dan ternyata dia menjawab “ ya”. Akhirnya lengkap sudah pada kelompokku untuk membuat PKM dan hari seninnya langsung daftar melalui online.
Dalam hati ku berfikir bahwa semua dibalik kebingungan yang selalu menyelimuti dalam fikiranku kini terjawab sudah. Dan pada saat itu juga Aku baru menyadari bahwa Tuhan masih mencoba tingkat kesabaran kita dengan berbagai ujian yang telah ditentukan. Memang apa-apa tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah, dan semua sudah ada jalannya sendiri hanya saja kita yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada diri kita pada hari berikutnya.
Isi surat ini menggambarkan bahwa “sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Surah Al-'Asr (bahasa Arab:العصر) adalah surah ke-103 dari al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al 'Ashr berarti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.
Semua kejadian sudah ada tulisannya dan semua kejadian juga sudah ayat dan maknanya, hanya saja kita yang tidak menyadarinya. Tugas kita hanyalah berusaha dan Allah lah yang menentukan. Kita juga tidak berhak untuk berfikir atau mengira-ngira apa yang akan terjadi pada hari berikutnya karena itu semua akan mendahului kehendak tuhan.
Hari minggu adalah hari yang sangat Aku tunggu-tunggu dari kemaren-kemaren karena aku ingin merasakan istirahat yang sangat cukup. Waktu dilaksanakannya Ospek dan halaqoh Diniyah rasanya Aku bermimpi jika ingin mendapatkan waktu untuk beristirahat. Kemaren-kemaren bukan waktu istirahat yang didapatkan tapi Waktu untuk makan saja sangat sedikit sehingga harus dengan cepat-cepat untuk makan dan juga benar-benar tidak menikmati enaknya rasa makan.
Hari senin adalah hari pertama Aku kuliah pada jurusan yang telah Aku pilih. Dulu, waktu SMA rasanya Aku benar-benar ingin mengetahui bagaimana cara seseorang menjalani sebuah perkuliahan dan dari dulu aku hanya mendengar cerita dari guru-guru dan kakak tingkat bahwa anak perkuliahan beda dengan anak yang menempuh pendidikan SMP dan SMA. Aku bertanya, apa yang memebdakan anatara kuliah sama SMA?, katanya tidak jauh beda, hanya saja jika kita kuliah sangat santai dan terserah apakah kita mau kuliah atau tidak. Dari pembicaraan yang telah orang-orang bilang tentang perkuliahan maka Aku sangat tertarik sekali untuk mengetahui apakah itu semua benar ataukah tidak, karena untuk percaya sangatlah sulit bagiku dalam artian Aku tidak mudah percaya sama omongan orang lain tanpa Aku buktikan sendiri.
Ternyata yang diomongin oleh orang-orang bahwa jika kita kuliah sangat santai dan seenaknya kita sendiri mau ngapain, ya memang benar hal yang seperti itu, tapi itu semua hanyalah dilakukan oleh mahasiswa yang malas belajar dan menunda-nunda untuk proses kelulusannya. Jurusan juga sangat menentukan apakah kita dalam proses kuliah sangat santai atau tidak, dan kebetulan jurusan yang Aku pilih tidak sama dengan jurusan lain maksudnya kita tidak ada waktu untuk bermain atau santai-santai karena kita dipadeti dengan kegiatan praktek.
Pada semester satu kita menempuh delapan mata kuliah yaitu Agama Islam 1, pendidikan Pancasila, Biologi Umum, ISBD, Kimia Dasar, Fisika Dasar, Matematika Dasar, dan bahasa Indonesia (Profesi). Untuk mata kuliah semester satu memang pelajaran yang sangat dasar-dasar terlebih dahulu, dan kebanyakan materi yang diajarkan adalah materi waktu SMA karena penghantar menuju ke materi yang lebih detail ke materi biologi maka harus terlebih dahulu mempelajari yang dasar-dasar. Seperti pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia yang dipelajari adalah pelajaran SMA, tapi bukan berarti semua materinya adalah pelajaran SMA, yang dimaksud diatas adalah teorinya dan cara yang digunkan adalah cara yang lebih rumit dibandingkan dengan cara yang waktu SMA.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan dengan senyuman dan indahnya kenang-kenangan yang telah dilalui bersama dengan teman-teman satu angkatan maupun yang angkatan dia atas kita. Kakak tingkat membimbing kita menjadi sosok mahasiswa yang berani menantang apapun yang ada didepan kita asalkan hal tersebut adalah yang baik dan benar dijalan Tuhan yang diridhoi.
Dari kedelapan mata kuliah yang harus ditempuh, ada materi yang paling tidak Aku sukai yaitu mata kuliah matematika. Dari dulu, Aku memang tidak senang dengan materi matematika bukan karena sulitnya saja tapi Aku tidak memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi untuk menyelesaikan soal tersebut. Memang, Aku sangat tidak senang dengan pelajaran Matematika tapi, Aku selalu mencoba untuk bisa mengerjakan. Dalam fikranku, sukailah apa yang ada didepan mata, oleh karena itu Aku selalu mencoba supaya bisa mengerjakan dan menyelesaikan soal-soal yang bagiku tidak mampu untuk menyelesaikannya.
Lalu, bagaimana cara menyelesaikannya?, kata orang tua, jika kita tidak bisa mengerjakaan sesuatu dan kita ingin menyelesaiannya maka kita harus berusaha untuk meminta ilmu tersebut pada yang lebih menguasai dan memahaminya. Kita belajar tidak harus pada yang lebih tua tapi, jika orang yang bisa mengerjakan adalah lebih muda dari kita kenapa tidak memungkinkan untuk belajar padanya. Semua bisa jadi kemungkinan terbesar untuk kita bisa belajar dan untuk menuju ke arah sebuah kesuksesan.
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain”. (Shahih Muslim No.1352), dan hadist lain mengatakan:
“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu”. (HR. Ath-Thabrani)
Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)
Abu Musa mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (Bukhari)
“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka”. (HR. Abu Dawud)
“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (HR. Al-Baihaqi)
“Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri.” (HR. Ad-Dailami)
“Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan.” (Mutafaq’alaih)
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)
“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani)
“Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”
Telah berkata al-Baihaqy di kitabnya al-Madkhal (hal. 242) dan di kitabnya Syu’abul Iman (4/291 dan ini lafadznya), “Hadits ini matannya masyhur sedangkan isnadnya dla’if. Dan telah diriwayatkan dari beberapa jalan (sanad) yang semuanya dla’if.”
Usia bukanlah sebuah hambatan dimana kita harus belajar untuk bisa, baik itu muda, tua seumuran dengan kita, dan siapa saja yang mengajari kita semua merupakan guru kita dan kewajiban kita adalah mendoakannya supaya mendapatkan kesehatan dan umur yang panjang, Amin............
Guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.
Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Seperti yang terdapat dalam pribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, yang artinya murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang tidak baik. Peribahasa ini sudah tidak relevan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pada kenyataannya, setiap pria secara normatif memang sewajarnya kencing berdiri. Perempuan memang seharusnya kencing dengan posisi seperti yang kita ketahui.
Ilmu dan guru memang sangat berhubungan dan sangat berkaitan antara keduanya. Tidak ada ilmu jika tidak ada guru dan tidak ada guru jika tidak ada ilmu. Guru dan ilmu sangat berhungan dan tidak dapat dipisahkan, disamping itu murid juga ada kaitannya antara ilmu, dan guru.
Akhirnya berkat guru, dan usaha yang telah Aku lakukan untuk bisa menyelesaikan soal matematika dan usaha supaya bisa mengerti tentang pelajaran yang dari dulu merupakan ilmu yang paling tidak sukai ternyata Aku juga bisa untuk menyelesaikan semua yang ku anggap sulit. Sesuatu jika dikerjakan dan diusahakan untuk bisa maka akan bisa karena kita dalam mengerjakan sesuatu haruslah disertai dengan niat yang sangat besar dan insyaallah hasilnya juga akan besar juga.
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)
Bukan hanya tugas-tugas yang Aku kerjakan tapi, Aku juga bisa bertanya dan mengerjakan kedepan untuk mengerjakan soal yang diberikan sebagai soal kuis untuk mengetes seberapa besar ilmu yang telah didapatkan oleh Mahasiswa yang dosen berikan. Jika bisa mengerjakan maka akan mendapatkan point tertentu sebagai nilai tambahan. Semua anak-anak juga saling berebutan untuk maju, kebanyakan ada anak-anak bisa mengerjakan tapi tidak bisa menyampaikan atau menerangkan pada Mahasiswa yang lain, dan anehnya Aku bisa untuk semua itu. Aku juga kaget ternyata Aku bisa melawan rasa takut Aku untuk melawan keraguan yang selalu menghantui fikiranku.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan yang ada, Aku coba untuk menyenangi semua materi yang telah diajarkan, dan sekarang Aku tambah semangat bahwa semua akan terjadi jika kita mau berusaha, tapi tidak semua yang kita inginkan terjadi dan yang terpenting bagi kita adalah sebesar apa usaha yang telah kita kerjakan dan yang menentukan adalah Allah Subhanahu wata’ala.
Waktu pulang kuliah, Aku, teman-teman serta kakak tingkat sedang duduk-duduk di depan gedung A. Dengan tidak sengaja, Aku melihat poster yang ditempelkan di tembok gedung A. Pertama Aku sangat tidak mengerti apa maksud dari posrter tersebut, lalu ku tanya sama kakak tingkat, dan ternyata poster itu berisi tentang PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa). Adapun maksud dari PKM tersebut adalah PKM merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Jakarta.
Adapun jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yaitu: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM- Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I), pada tahun 2002 bergabung dengan lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) kedalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.
Atas kebijakan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya kedalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I kedalam PKM Karya Tulis (PKM-KT). Untuk membedakannya, PKM-I beri nama baru PKM-Karya Ilmiah (PKM-Al) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat Artikel yang dihasilkan, maka PKM-Al akan bermuara pada jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-Al di PIMNAS.
Penilaian atas mutu usulan, proses pelaksanaan dan presentasi di PIMNAS, seluruhnya dilakukan berdasar atas level Kreativitas Mahasiswa dan Orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak hanya diartikan sebagai temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni berasal dari kelompok mahasiswa. Dengan demikian, pembiming PKM disarankan agar berperan sebagai pendamping mahasiswa yang mengawasi pelaksanaan PKM agar sesuai dengan misi masing-masing program dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai bagian riset ataupun kegiatan akademik dosen lainnya.
Agar objektivitas pengelolaan PKM dan PIMNAS dapat terjaga dengan baik, DITLITABNAS menerbitkan buku pedoman PKM 2011 sebagai acuan bagi semua pihak diperguruan tinggi yang memerlukan informasi tentang sejarah, uraian umum, kriteria penulisan usulan, tekhnik penilaian, disetiap tahap pelaksanaan, tekhnik penyusunan laporan seluruh program PKM yang ditawarkan DITLITABNAS Ditjen Dikti, juga bentuk apresiasi yang diberikan. Pedoman ini juga mengutip tanpa perubahan sebagian informasi pedoman KKTM yang diterbitkan Direktorat Akademik Ditjen Dikti guna menghindari kesulitan realisasi PKM-GT di PT.
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DITLITABNAS Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (Mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembankan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat yang selama ini sarat partisipasi aktif Mahasiswa, diintegrasikan kedalam satu wahana yaitu PKM.
PKM dikembangkan untuk mengembangkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan tekhnologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan, serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerja sama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Pada awalnya, dikenal 5 jenis (lima) jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM- Penulisan Ilmiah (PKM-I).
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, usai penyelenggaraan PIMNAS 2010, DITLITABNAS mempublikasikan seluruh topik PKM yang dipresentasikan melalui e- procedding, maka mulai tahun 2011 setiap kelompok pelaksana PKM yang diundang ke PIMNAS disetiap bidang wajib menyerahkan Laporan Akhir dan Artikelnya.
Berikut beberapa penjelasan mengenai PKM, PKM-P merupakan program penelitian yang bertujuan anatara lain: untuk mengindentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia didalam tanaman, mengiji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan tekhnik pemasaran, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di Siswa Sekolah Dasar, laju pertumbuhan ekonomi, di sentra kerajinan kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.
PKM-T merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, dan lain-lain.), atau manajemen ( pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain), atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil, atau koperasi.), dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif.
PKMT mewajibkan Mahasiswa bertukar fikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan denikian, di dalam usul program harus dilampirkan surat pernyataan kesediaan bekerjasama dari mitra pada kertas bermaterai Rp 6000,-
PKMK merupakan program pengembangan keterampilan Mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar Mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah Mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya.
PKMM merupakan bantuan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelebagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan, dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Diisyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
PKM-KC merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstriktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
PKM-AI merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri ( misalnya studi khusus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain.
PKM-GT merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada dimasyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.
Dalam upaya mengifisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokan ke dalam masing-masing bidang PKM yang setuju (P-T-K-M-KC-KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi kedalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
1. Bidang kesehatan, yang meliputi: Farmasi, gizi, kebidanan, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kesehatan masyarakat, psikologi,
2. Bidang pertanian, yang meliputi: kedokteran hewan, kehutanan, kelautan, perikanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian,
3. Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika,
4. Bidang Tekhnologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, teknik, Teknologi pertanian,
5. Bidang sosial ekonomi, yang meliputi: Agribisnis (pertanian), ekonomi, Ilmu sosial, dan ilmu politik
6. Bidang Humaniora, yang meliputi: Agama, Bahasa, budaya, Filsafat, Hukum, sastra, seni.
7. Bidang pertanian, yang meliputi: program studi ilmu-ilmu pendidikan dibawah fakultas kependidikan.
Untuk bidang ilmu lain yang belum termasuk dalam pengelompokan bidang ilmu diatas, pengusul dapat memilih kelompok bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang ilmu tersebut tidak ada hubungannya dengan kuota jumlah proposal yang didanai tetapi akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan bidang reviewer dengan usulan yang akan dievaluasibaik dalam seleksi proposal, pelaksanaan PKM maupun penjurian PIMNAS.
Adapun persyaratan dalam ikut PKM adalah:
1. Peserta PKM adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan resmi terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa dalam kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda agar proses regenerasi pelaksana PKM dapat berlangsung dengan baik.
2. Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa. Di samping memberi kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang terlibat.
3. Seorang dosen pembimbing/pendamping hanya disetujui DITLITABMAS membimbing maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4. Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan ketentuan.
5. Menyertakan Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Rekapitulasi Naskah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) (lihat Tabel 3 pada halaman 6).
6. Pengajuan usulan dilakukan perguruan tinggi secara kolektif, menggunakan format standar yang ditetapkan DITLITABMAS. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada KOPERTIS.
7. Setiap usulan yang mencantumkan dana dari pihak lain (baik pihak internal maupun eksternal perguruan tinggi) harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan dilengkapi dengan materai yang cukup dari instansi penyedia dana tersebut.
8. Setiap usulan PKM-T dan PKM-M wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan.
9. Setiap pengusulan PKM-AI diwajibkan melampirkan Surat
10. Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani oleh Ketua PKM
11. Tanpa meterai dan diketahui oleh Ketua Program Studi.
12. Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman Dikti dan
13. Melalui surat yang dikirimkan ke setiap perguruan tinggi.
Begitu banyak materi-materi yang harus dipahami dan persyaratan yang harus juga diikuti dalam PKM tersebut. Bukan hanya pada Dikti saja yang mempunyai persyaratan dalam ikut PKM, tapi dalam Fakultas mempunyai aturan tertentu juga yang harus diikuti oleh kita. Berdasarkan keterangan yang telah kakak tingkat jelaskan bahwa Aku harus setia pada jurusan yang telah Aku pilih dalam artian tidak boleh pindah jurusan atau keluar dari jurusan dan Universitas Islam Malang. Harus ikut serta dalam pembuatan PKM atau tidak hanya numpang nama saja, rajin, pintar, kesehatan mendukung. Persyaratan tersebut memang gampang rasanya tapi sangat sulit untuk dijalankan. Mengapa demikian?, itu semua karena Aku menginginkan untuk tahun depan tetap ikut tes di jurusan Kedokteran. Walaupun untuk tahun kemaren sudah positif tidak diterima tapi apakah salah jika Aku mencoba untuk sekian kalinya mengikuti tes?, bagiku tidak ada yang salah, yang slah adalah sistemnya. Aku tetap mengiinginkan mengikuti tes, disamping itu Aku juga ingin mengikuti PKM tersebut dan persyaratan untuk Aku ikut sangat tidak memungkinkan.
Aku benar-benar ada dalam posisi yang sulit. Sulit untuk menentukan sebuah pilihan dimana Aku sangat tidak mengerti tentang semua pemikiran dan jalan hidupku yang tiada ujung dan sebuah harapan yang tiada henti. Bukan Aku tidak bisa menerima tapi Aku yang tidak bisa mengetahui bahwa semuanya tidak akan pernah berhenti selama masih ada jalan dan kemampuan untuk semua itu.
lalu, bagamiana dengan PKM?, Aku juga tidak mengerti akan semua itu, saran dari orang lain memang sangat penting bagiku. Orang tuaku adalah orang pertama yang akan memberikan sebuah saran terbaik bagiku, dan Aku tanyakan semua penjelasan dari kakak tingkat serta keinginan yang keduanya sama-sama ingin ku capai.
Memang, Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, tapi entah kenapa Aku ingin mengetahui dan berusaha dalam semua bidang, bukannya rakus atau tidak bisa memilih tapi, karena Aku memang benar-benar ada dalam posisi yang sangat sulit sekali bagiku untuk dijalani.
Orang tuaku bilang, ya kita harus ikuti apa kata hati kita dan yang menurut kita benar serta kita sanggup untuk menjalaninya. Jika kita tidak sanggup untuk jalani diantara salah satunya maka kita jangan melakukannya karena semuanya akan sia-sia. Orang tuaku menyerahkan seluruhnya keputusan kepadaku, sebab yang akan menjalani dan dan merasakan adalah Aku juga bukanlah orang lain. Aku tambah bingung dan resah untuk semua ini. Kakak tingkat memberikan kesempatan untuk berfikir selama satu minggu memang waktu yang sangat lama jika ditunggu dan merupakan waktu yang sangat singkat jika digunakan untuk menentukan sebuah keputusan. Dalam menentukan sebuah keputusan tidaklah muda dan begitu saja memutuskan sebuah keputusan tanpa memikirkan sebuah akibatnya untuk kedepan. Kalau Aku dalam menentukan sebuah keputusan pasti membutuhkan waktu yang sangat lama serta difikirkan apa yang akan menyebabkan keputusan tersebut jika diambil secara cepat-cepat.
Keputusan adalah sesuatu yang abstrak namun memerlukan tindakan nyata, baik dalam mengambilnya ataupun dalam melaksanakannya. Berbagai cara telah tercipta untuk mengambil sebuah keputusan dan tidak sedikit pula manusia kesulitan cara dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan sebenarnya adalah awal dari perjalanan manusia dalam menyusuri lorong kehidupan, pengambilan keputusan yang salah bisa jadi mengakibatkan seorang manusia terjerumus dan terperosok dalam alur cerita kehidupan yang kelam, hingga akhirnya akan merugi dalam semua dimensi kehidupan.
“Tak akan ada asap bila tak ada api”. Sebuah pepatah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ya, suatu akibat tak akan terjadi bila tak ada sebabnya. Pun dengan sebuah keputusan, yang mana tidak akan muncul keputusan bila tak ada sesuatu masalah yang terjadi. Misalnya adalah sebuah peraturan. Peraturan biasanya diciptakan bila telah sering terjadi pelanggaran. Kembali dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan terasa sangat mudah jika hasil dari keputusan tersebut akan memunculkan sebuah simbiosis mutualisme bagi para pelaksana keputusan dan pencetus keputusan. Dan sebaliknya pengambilan keputusan akan terasa sangat berat dan sulit jika memunculkan sebuah dilema, dimana ada pihak yang merasa diuntungkan, namun ada pula pihak yang dirugikan.
Nah, untuk menghindari kemunculan sebuah dilema dalam pengambilan keputusan, harusnya kita cermat dalam menentukan langkah dan strategi untuk menuju sebuah pencapaian keputusan yang terbaik. Lalu bagaimana caranya? Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam mengambil sebuah keputusan. Yang pertama adalah jangan kita menentukan sebuah keputusan pada saat kita sangat gembira, karena pada saat anda merasa sangat bahagia, otak tidak dapat bekerja secara optimal, yang berperan pada saat itu adalah perasaan bukan logika. Sebuah keputusan jika diambil dari dasar perasaan belum tentu akan dapat diterima orang lain, sebab tidak selamanya orang lain berperasaan sama dengan kita. Yang kedua, janganlah mengambil keputusan pada saat anda sedang marah. Disini sangat jelas terlihat, bahwa mengambil keputusan pada saat marah hanyalah sebuah usaha untuk membuang emosi sesaat, tidak ada pemikiran yang jernih dan logis didalamnya, hanya mementingkan ego dan nafsu pada saat itu. Dan terakhir yang harus dihindari dalam mengambil keputusan adalah jangan mengambil keputusan pada saat kita sangat sedih atau susah, Karena keputusan yang ada akan memunculkan suatu nazar. Iya kalau nazarnya ringan, lha kalau berat, tentu akan menimbulkan suatu beban yang sangat berat juga bagi kita.
Dari ketiga hal tersebut mungkin bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa pengambilan keputusan jangan terlalu banyak menggunakan perasaan, biarkan logika yang berbicara. Lalu, bagaimana jika suatu saat kita terjebak didalam salah satu dari keadaan tersebut padahal kita harus segera mengambil keputusan ? Mungkin ada solusi yang bisa saya sarankan. Yakni mengajak satu atau beberapa orang lain untuk berdiskusi dalam mengambil keputusan, karena orang-orang tersebut akan menjadi pencerah bagi kita yang sedang terbelenggu oleh perasaan.(Prayitno,2011).
Wahai sobat, dari itu kita bisa memahami dan mengerti bahwa pengambilan keputusan yang terbaik adalah dengan jalan musyawarah. Hal ini telah diajarkan oleh agama dan juga telah dijelaskan dalam Dasar Negara Indonesia. Maka satu kalimat yang baik untuk menentukan sebuah keputusan adalah “MUSYAWARAH PENENTU ARAH MELANGKAH”.
Begitu juga dengan keputusan yang harus Aku buat yaitu harus melalui suatu musyawarah supaya tidak menimbulkan sebuah kekecewaan yang tiada akhir. Musyawwarah antara Aku dan kedua orang tua sudah dilakukan dan mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut padaku karena mereka mengangngap Akulah yang paling berhak dalam hal tersebut. Mereka hanya memberikan sebuah saran dan nasehat yang baik.
Musyawarah yang kedua akan ku lakukan pada teman-teman terdekatku, dan aku hanya menginginkan bagaimana pendapat mereka semua mengenai dengan keinginanku yang semuanya harus Aku pilih. Dan pendapat mereka adalah Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, memang sulit untuk memilih mana yang terbaik bagiku sendiri. Perasaan bingung menyelimutiku. Apa yang harus Aku lakukan?, kata teman-teman, kedua keinginanku memang semuanya baik, tapi alangkah tambah baik jika kita memilih salah satu pilihan tersebut. Mereka berkata bahwa Aku lebih baik memilih untuk ikut tes Kedokteran tahun depan yang merupakan keinginan dan cita-citaku sejak kecil. Bukan hanya teman-teman saja yang menginginkan Aku untuk ikut tes, tapi kedua orang tuaku juga menyarankan seperti itu, memang mereka menyerahkan keputusan terahir kepadaku, itu semua hanya saran dan nasehat dan keputusan terakhir adalah ada ditanganku.
Yang masih ada dalam fikiranku adalah sulitnya untuk menentukan sebuah pilihan. Aku tidak boleh ada dalam keadaan yang seperti ini terus, dan harus secepatnya menentukan sebuah pilihan yang harus diambil. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidak megikuti lomba PKM yang Aku inginkan.
Semua Mahasiswa pada sibuk untuk membuat Proposal PKM baik itu teman-teman se angkatanku, dan kakak tingkat, bahkan Mahasiswa yang mengajak Aku untuk ikut PKM tersebut juga sudah mulai sibuk merancangnya. Dalam hatiku ku berfikir, alangkah senangnya jika aku juga ikut lomba tersebut, ya apalah guna keputusan telah Aku ambil untuk tidak mengikuti lomba PKM tersebut.
Keesokan harinya, tiba-tiba bunyi Hpku berbunyi. Ternyata setelah ku lihat ada satu pesan sms dari kak endang. Kak endang adalah salah satu Mahasiswa Biologi asli dari bawean kabupaten Gresik sama dengan Aku. Setelah ku baca sms itu ternyata pesan tersebut berisi bahwa Aku apakah mau untuk ikut menjadi anggota PKM yang akan dia buat?, lalu ku tanya apa pernyaratan yang harus di ikuti. Katanya ya harus mengikuti membantu buat sebagaimana kita harus bekerja kelompok untuk menyelelesaikan tugas. Dan Aku bertanya lagi, apakah persyaratannya juga harus selamanya menjadi Mahasiswa Unisma dijurusan Biologi ini?, dan kak endang menjawab bahwa tidak harus, yang terpenting adalah ikut serta dalam PKM. Akhirnya hatiku sangat senang sekali mendengar berita ini, dan kedua keinginanku bisa tercapai yaitu mengikuti lomba PKM dan juga bisa mengikuti tes Kedokteran untuk tahun selanjutnya.
Perasaan senang dan berbunga-bunga dalam hatiku sangat nampak sekali dalam wajahku yang semula kusut. Wajah memang tergantung dengan maslah yang kita tanggung dalam kehidupan sehari-hari, tapi Aku selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang berseri-seri setiap harinya.
Malam senin, kak endang sms Aku bahwa hari senin untuk menemui Dia di fakultas serta membahas PKM yang akan dibuat. Dalam peraturan pembuatan PKM memang dalam satu kelompok terdiri dari tiga anak dan tidak boleh satu angkatan. Kak endang menanyakan pada angkatanku siapa anak yang rajin dan mau ikut serta dalam pembuatan PKM, karena waktu itu yang Aku ketahui anak yang ter rajin diantara mahasiswa yang lainnya pada angkatnku maka Aku pilih Alif. Alif adalah anak asli dari Palembang, dia pendek, dan agak hitam, dan dikelas dia menjabat sebagai ketua kelas. Lalu Aku sms Alif apakah dia mau ikut dalam lomba PKM ataukah tidak, dan ternyata dia menjawab “ ya”. Akhirnya lengkap sudah pada kelompokku untuk membuat PKM dan hari seninnya langsung daftar melalui online.
Dalam hati ku berfikir bahwa semua dibalik kebingungan yang selalu menyelimuti dalam fikiranku kini terjawab sudah. Dan pada saat itu juga Aku baru menyadari bahwa Tuhan masih mencoba tingkat kesabaran kita dengan berbagai ujian yang telah ditentukan. Memang apa-apa tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah, dan semua sudah ada jalannya sendiri hanya saja kita yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada diri kita pada hari berikutnya.
Isi surat ini menggambarkan bahwa “sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Surah Al-'Asr (bahasa Arab:العصر) adalah surah ke-103 dari al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al 'Ashr berarti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.
Semua kejadian sudah ada tulisannya dan semua kejadian juga sudah ayat dan maknanya, hanya saja kita yang tidak menyadarinya. Tugas kita hanyalah berusaha dan Allah lah yang menentukan. Kita juga tidak berhak untuk berfikir atau mengira-ngira apa yang akan terjadi pada hari berikutnya karena itu semua akan mendahului kehendak tuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)