Selasa, 13 Maret 2012

4. SULIT MENENTUKAN PILIHAN

Kegiatan Ordik dan Halaqoh Diniyah memang sudah selesai, tapi untuk kegiatan Halaqoh Diniyah belum selesai dan masih ada waktu tiga bulan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Untuk pertemuan pertama Aku berhasil mengikuti kegiatan tersebut dan semoga untuk hari berikutnya tetap bisa ikut dengan keadaan yangn sehat wal’afiat. Aminnn,,,,,. Tapi semua yang Aku inginkan hanyalah tinggal impian, ternyata selama 3 bulan penyelenggaraan tersebut, Aku tidak hadir sebanyak tiga kali yang dikarenakan Aku jatuh sakit, dan akhirnya Aku mendapatkan nilai B untuk kegiatan Halaqoh Diniyah.
Hari minggu adalah hari yang sangat Aku tunggu-tunggu dari kemaren-kemaren karena aku ingin merasakan istirahat yang sangat cukup. Waktu dilaksanakannya Ospek dan halaqoh Diniyah rasanya Aku bermimpi jika ingin mendapatkan waktu untuk beristirahat. Kemaren-kemaren bukan waktu istirahat yang didapatkan tapi  Waktu untuk makan saja sangat sedikit sehingga harus dengan cepat-cepat untuk makan dan juga benar-benar tidak menikmati enaknya rasa makan.
Hari senin adalah hari pertama Aku kuliah pada jurusan yang telah Aku pilih. Dulu, waktu SMA rasanya Aku benar-benar ingin mengetahui bagaimana cara seseorang menjalani sebuah perkuliahan dan dari dulu aku hanya mendengar cerita dari guru-guru dan kakak tingkat bahwa anak perkuliahan beda dengan anak yang menempuh pendidikan SMP dan SMA. Aku bertanya, apa yang memebdakan anatara kuliah sama SMA?, katanya tidak jauh beda, hanya saja jika kita kuliah sangat santai dan terserah apakah kita mau kuliah atau tidak. Dari pembicaraan yang telah orang-orang bilang tentang perkuliahan maka Aku sangat tertarik sekali untuk mengetahui apakah itu semua benar ataukah tidak, karena untuk percaya sangatlah sulit bagiku dalam artian Aku tidak mudah percaya sama omongan orang lain tanpa Aku buktikan sendiri.


Ternyata yang diomongin oleh orang-orang bahwa jika kita kuliah sangat santai dan seenaknya kita sendiri mau ngapain, ya memang benar hal yang seperti itu, tapi itu semua hanyalah dilakukan oleh mahasiswa yang malas belajar dan menunda-nunda untuk proses kelulusannya. Jurusan juga sangat menentukan apakah kita dalam proses kuliah sangat santai atau tidak,  dan kebetulan jurusan yang Aku pilih tidak sama dengan jurusan lain maksudnya kita tidak ada waktu untuk bermain atau santai-santai karena kita dipadeti dengan kegiatan praktek.
Pada semester satu kita menempuh delapan mata kuliah yaitu Agama Islam 1, pendidikan Pancasila, Biologi Umum, ISBD, Kimia Dasar, Fisika Dasar, Matematika Dasar, dan bahasa Indonesia (Profesi). Untuk mata kuliah semester satu memang pelajaran yang sangat dasar-dasar terlebih dahulu, dan kebanyakan materi yang diajarkan adalah materi waktu SMA karena penghantar menuju ke materi yang lebih detail ke materi biologi maka harus terlebih dahulu mempelajari yang dasar-dasar. Seperti pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia yang dipelajari adalah pelajaran SMA, tapi bukan berarti semua materinya adalah pelajaran SMA, yang dimaksud diatas adalah teorinya dan cara yang digunkan adalah cara yang lebih rumit dibandingkan dengan cara yang waktu SMA.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan dengan senyuman dan indahnya kenang-kenangan yang telah dilalui bersama dengan teman-teman satu angkatan maupun yang angkatan dia atas kita. Kakak tingkat membimbing kita menjadi sosok mahasiswa yang berani menantang apapun yang ada didepan kita asalkan hal tersebut adalah yang baik dan benar dijalan Tuhan yang diridhoi.
Dari kedelapan mata kuliah yang harus ditempuh, ada materi yang paling tidak Aku sukai yaitu mata kuliah matematika. Dari dulu, Aku memang tidak senang dengan materi matematika bukan karena sulitnya saja tapi Aku tidak memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi untuk menyelesaikan soal tersebut. Memang, Aku sangat tidak  senang dengan pelajaran Matematika tapi, Aku selalu mencoba untuk bisa mengerjakan. Dalam fikranku, sukailah apa yang ada didepan mata, oleh karena itu Aku selalu mencoba supaya bisa mengerjakan dan menyelesaikan soal-soal yang bagiku tidak mampu untuk menyelesaikannya.

Lalu, bagaimana cara menyelesaikannya?, kata orang tua, jika kita tidak bisa mengerjakaan sesuatu dan kita ingin menyelesaiannya maka kita harus berusaha untuk meminta ilmu tersebut pada yang lebih menguasai dan memahaminya. Kita belajar tidak harus pada yang lebih tua tapi, jika orang yang bisa mengerjakan adalah lebih muda dari kita kenapa tidak memungkinkan untuk belajar padanya. Semua bisa jadi kemungkinan terbesar untuk kita bisa belajar dan untuk menuju ke arah sebuah kesuksesan.
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain”. (Shahih Muslim No.1352), dan hadist lain mengatakan:
“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu”. (HR. Ath-Thabrani)
Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)

Abu Musa mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (Bukhari)
“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka”. (HR. Abu Dawud)
“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (HR. Al-Baihaqi)
“Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri.” (HR. Ad-Dailami)
“Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan.” (Mutafaq’alaih)
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)

“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani)
“Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”   
 Telah berkata al-Baihaqy di kitabnya al-Madkhal (hal. 242) dan di kitabnya Syu’abul Iman (4/291 dan ini lafadznya), “Hadits ini matannya masyhur sedangkan isnadnya dla’if. Dan telah diriwayatkan dari beberapa jalan (sanad) yang semuanya dla’if.”
Usia bukanlah sebuah hambatan dimana kita harus belajar untuk bisa, baik itu muda, tua seumuran dengan kita, dan siapa saja yang mengajari kita semua merupakan guru kita dan kewajiban kita adalah mendoakannya supaya mendapatkan kesehatan dan umur yang panjang, Amin............
Guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.
 Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Seperti yang terdapat dalam pribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, yang artinya murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang tidak baik. Peribahasa ini sudah tidak relevan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pada kenyataannya, setiap pria secara normatif memang sewajarnya kencing berdiri. Perempuan memang seharusnya kencing dengan posisi seperti yang kita ketahui.
Ilmu dan guru memang sangat berhubungan dan sangat berkaitan antara keduanya. Tidak ada ilmu jika tidak ada guru dan tidak ada guru jika tidak ada ilmu. Guru dan ilmu sangat berhungan dan tidak dapat dipisahkan, disamping itu murid juga ada kaitannya antara ilmu, dan guru.
   
Akhirnya berkat guru, dan usaha yang telah Aku lakukan untuk bisa menyelesaikan soal matematika dan usaha supaya bisa mengerti tentang pelajaran yang dari dulu merupakan ilmu yang paling tidak sukai ternyata Aku juga bisa untuk menyelesaikan semua yang ku anggap sulit.  Sesuatu jika dikerjakan dan diusahakan untuk bisa maka akan bisa karena kita dalam mengerjakan sesuatu haruslah disertai dengan niat yang sangat besar dan insyaallah hasilnya juga akan besar juga.
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)
Bukan hanya tugas-tugas yang Aku kerjakan tapi, Aku juga bisa bertanya dan mengerjakan kedepan untuk mengerjakan soal yang diberikan sebagai soal kuis untuk mengetes seberapa besar ilmu yang telah didapatkan oleh Mahasiswa yang dosen berikan. Jika bisa mengerjakan maka akan mendapatkan point tertentu sebagai nilai tambahan. Semua anak-anak juga saling berebutan untuk maju, kebanyakan ada anak-anak bisa mengerjakan tapi tidak bisa menyampaikan atau menerangkan pada Mahasiswa yang lain, dan anehnya Aku bisa untuk semua itu. Aku juga kaget ternyata Aku bisa melawan rasa takut Aku untuk melawan keraguan yang selalu menghantui fikiranku.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan yang ada, Aku coba untuk menyenangi semua materi yang telah diajarkan, dan sekarang Aku tambah semangat bahwa semua akan terjadi jika kita mau berusaha, tapi tidak semua yang kita inginkan terjadi dan yang terpenting bagi kita adalah sebesar apa usaha yang telah kita kerjakan dan yang menentukan adalah Allah Subhanahu wata’ala.
Waktu pulang kuliah, Aku, teman-teman serta kakak tingkat sedang duduk-duduk di depan gedung A. Dengan tidak sengaja, Aku melihat poster yang ditempelkan di tembok gedung A. Pertama Aku sangat tidak mengerti apa maksud dari posrter tersebut, lalu ku tanya sama kakak tingkat, dan ternyata poster itu berisi tentang PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa). Adapun maksud dari PKM tersebut adalah PKM merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Jakarta.
Adapun jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yaitu: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM- Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I), pada tahun 2002 bergabung dengan lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) kedalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.
Atas kebijakan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya kedalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I kedalam PKM Karya Tulis (PKM-KT). Untuk membedakannya, PKM-I beri nama baru PKM-Karya Ilmiah (PKM-Al) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat Artikel yang dihasilkan, maka PKM-Al akan bermuara pada jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-Al di PIMNAS. 
Penilaian atas mutu usulan, proses pelaksanaan dan presentasi di PIMNAS, seluruhnya dilakukan berdasar atas level Kreativitas Mahasiswa dan Orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak hanya diartikan sebagai temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni berasal dari kelompok mahasiswa. Dengan demikian, pembiming PKM disarankan agar berperan sebagai pendamping mahasiswa yang mengawasi pelaksanaan PKM agar sesuai dengan misi masing-masing program dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai bagian riset ataupun kegiatan akademik dosen lainnya.
Agar objektivitas pengelolaan PKM dan PIMNAS dapat terjaga dengan baik, DITLITABNAS menerbitkan buku pedoman PKM 2011 sebagai acuan bagi semua pihak diperguruan tinggi yang memerlukan informasi tentang sejarah, uraian umum, kriteria penulisan usulan, tekhnik penilaian, disetiap tahap pelaksanaan, tekhnik penyusunan laporan seluruh program PKM yang ditawarkan DITLITABNAS Ditjen Dikti, juga bentuk apresiasi yang diberikan. Pedoman ini juga mengutip tanpa perubahan sebagian informasi pedoman KKTM yang diterbitkan Direktorat Akademik Ditjen Dikti guna menghindari kesulitan realisasi PKM-GT di PT.
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DITLITABNAS Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (Mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembankan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat yang selama ini sarat partisipasi aktif Mahasiswa, diintegrasikan kedalam satu wahana yaitu PKM.
PKM dikembangkan untuk mengembangkan mahasiswa mencapai  taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan tekhnologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan, serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerja sama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Pada awalnya, dikenal 5 jenis (lima) jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM- Penulisan Ilmiah (PKM-I).
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, usai penyelenggaraan PIMNAS 2010, DITLITABNAS mempublikasikan seluruh topik PKM yang dipresentasikan melalui e- procedding, maka mulai tahun 2011 setiap kelompok pelaksana PKM yang diundang ke PIMNAS disetiap bidang wajib menyerahkan Laporan Akhir dan Artikelnya.
Berikut beberapa penjelasan mengenai PKM, PKM-P merupakan program penelitian yang bertujuan anatara lain: untuk mengindentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia didalam tanaman, mengiji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan tekhnik pemasaran, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di Siswa Sekolah Dasar, laju pertumbuhan ekonomi, di sentra kerajinan kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.  
PKM-T merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, dan lain-lain.), atau manajemen ( pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain), atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil, atau koperasi.), dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif.
PKMT mewajibkan Mahasiswa bertukar fikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan denikian, di dalam usul program harus dilampirkan surat pernyataan kesediaan bekerjasama dari mitra pada kertas bermaterai Rp 6000,-
PKMK merupakan program pengembangan keterampilan Mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar Mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah Mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya.
PKMM merupakan bantuan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelebagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan, dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Diisyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
PKM-KC merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstriktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
PKM-AI merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri ( misalnya studi khusus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain.
PKM-GT merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada dimasyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.      
Dalam upaya mengifisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokan ke dalam masing-masing bidang PKM yang setuju (P-T-K-M-KC-KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi kedalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
1.    Bidang kesehatan, yang meliputi: Farmasi, gizi, kebidanan, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kesehatan masyarakat, psikologi,
2.    Bidang pertanian, yang meliputi: kedokteran hewan, kehutanan, kelautan, perikanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian,
3.    Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika,
4.    Bidang Tekhnologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, teknik, Teknologi pertanian,
5.    Bidang sosial ekonomi, yang meliputi: Agribisnis (pertanian), ekonomi, Ilmu sosial, dan ilmu politik
6.    Bidang Humaniora, yang meliputi: Agama, Bahasa, budaya, Filsafat, Hukum, sastra, seni.
7.    Bidang pertanian, yang meliputi: program studi ilmu-ilmu pendidikan dibawah fakultas kependidikan.
Untuk bidang ilmu lain yang belum termasuk dalam pengelompokan bidang ilmu diatas, pengusul dapat memilih kelompok bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang ilmu tersebut tidak ada hubungannya dengan kuota jumlah proposal yang didanai tetapi akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan bidang reviewer dengan usulan yang akan dievaluasibaik dalam seleksi proposal, pelaksanaan PKM maupun penjurian PIMNAS.
Adapun persyaratan dalam ikut PKM adalah:
1.    Peserta PKM adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan resmi terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa dalam kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda agar proses regenerasi pelaksana PKM dapat berlangsung dengan baik.
2.    Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa. Di samping memberi kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang terlibat.
3.    Seorang dosen pembimbing/pendamping hanya disetujui DITLITABMAS membimbing maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4.    Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan ketentuan.   
5.    Menyertakan Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Rekapitulasi Naskah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) (lihat Tabel 3 pada halaman 6).
6.    Pengajuan usulan dilakukan perguruan tinggi secara kolektif, menggunakan format standar yang ditetapkan DITLITABMAS. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada KOPERTIS.
7.    Setiap usulan yang mencantumkan dana dari pihak lain (baik pihak internal maupun eksternal perguruan tinggi) harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan dilengkapi dengan materai yang cukup dari instansi penyedia dana tersebut.
8.    Setiap usulan PKM-T dan PKM-M wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan.
9.    Setiap pengusulan PKM-AI diwajibkan melampirkan Surat
10.    Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani oleh Ketua PKM
11.    Tanpa meterai dan diketahui oleh Ketua Program Studi.
12.    Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman Dikti dan
13.    Melalui surat yang dikirimkan ke setiap perguruan tinggi.
Begitu banyak materi-materi yang harus dipahami dan persyaratan yang harus juga diikuti dalam PKM tersebut. Bukan hanya pada Dikti saja yang mempunyai persyaratan dalam ikut PKM, tapi dalam Fakultas mempunyai aturan tertentu juga yang harus diikuti oleh kita. Berdasarkan keterangan yang telah kakak tingkat jelaskan bahwa Aku harus setia pada jurusan yang telah Aku pilih dalam artian tidak boleh pindah jurusan atau keluar dari jurusan dan Universitas Islam Malang. Harus ikut serta dalam pembuatan PKM atau tidak hanya numpang nama saja, rajin, pintar, kesehatan mendukung. Persyaratan tersebut memang gampang rasanya tapi sangat sulit untuk dijalankan. Mengapa demikian?, itu semua karena Aku menginginkan untuk tahun depan tetap ikut tes di jurusan Kedokteran. Walaupun untuk tahun kemaren sudah positif tidak diterima tapi apakah salah jika Aku mencoba untuk sekian kalinya mengikuti tes?, bagiku tidak ada yang salah, yang slah adalah sistemnya. Aku tetap mengiinginkan mengikuti tes, disamping itu Aku juga ingin mengikuti PKM tersebut dan persyaratan untuk Aku ikut sangat tidak memungkinkan.
Aku benar-benar ada dalam posisi yang sulit. Sulit untuk menentukan sebuah pilihan dimana Aku sangat tidak mengerti tentang semua pemikiran dan jalan hidupku yang tiada ujung dan sebuah harapan yang tiada henti. Bukan Aku tidak bisa menerima tapi Aku yang tidak bisa mengetahui bahwa semuanya tidak akan pernah berhenti selama masih ada jalan dan kemampuan untuk semua itu.
lalu, bagamiana dengan PKM?, Aku juga tidak mengerti akan semua itu, saran dari orang lain memang sangat penting bagiku. Orang tuaku adalah orang  pertama yang akan memberikan sebuah saran terbaik bagiku, dan Aku tanyakan semua penjelasan dari kakak tingkat serta keinginan yang keduanya sama-sama ingin ku capai.
Memang, Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, tapi entah kenapa Aku ingin mengetahui dan berusaha dalam semua bidang, bukannya rakus atau tidak bisa memilih tapi, karena Aku memang benar-benar ada dalam posisi yang sangat sulit sekali bagiku untuk dijalani.
Orang tuaku bilang, ya kita harus ikuti apa kata hati kita dan yang menurut kita benar serta kita sanggup untuk menjalaninya. Jika kita tidak sanggup untuk jalani diantara salah satunya maka kita jangan melakukannya karena semuanya akan sia-sia. Orang tuaku menyerahkan seluruhnya keputusan kepadaku, sebab yang akan menjalani dan dan merasakan adalah Aku juga bukanlah orang lain. Aku tambah bingung dan resah untuk semua ini. Kakak tingkat memberikan kesempatan untuk berfikir selama satu minggu memang waktu yang sangat lama jika ditunggu dan merupakan waktu yang sangat singkat jika digunakan untuk menentukan sebuah keputusan. Dalam menentukan sebuah keputusan tidaklah muda dan begitu saja memutuskan sebuah keputusan tanpa memikirkan sebuah akibatnya untuk kedepan. Kalau Aku dalam menentukan sebuah keputusan pasti membutuhkan waktu yang sangat lama serta difikirkan apa yang akan menyebabkan keputusan tersebut jika diambil secara cepat-cepat.
Keputusan adalah sesuatu yang abstrak namun memerlukan tindakan nyata, baik dalam mengambilnya ataupun dalam melaksanakannya. Berbagai cara telah tercipta untuk mengambil sebuah keputusan dan tidak sedikit pula manusia kesulitan cara dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan sebenarnya adalah awal dari perjalanan manusia dalam menyusuri lorong kehidupan, pengambilan keputusan yang salah bisa jadi mengakibatkan seorang manusia terjerumus dan terperosok dalam alur cerita kehidupan yang kelam, hingga akhirnya akan merugi dalam semua dimensi kehidupan.
“Tak akan ada asap bila tak ada api”. Sebuah pepatah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ya, suatu akibat tak akan terjadi bila tak ada sebabnya. Pun dengan sebuah keputusan, yang mana tidak akan muncul keputusan bila tak ada sesuatu masalah yang terjadi. Misalnya adalah sebuah peraturan. Peraturan biasanya diciptakan bila telah sering terjadi pelanggaran. Kembali dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan terasa sangat mudah jika hasil dari keputusan tersebut akan memunculkan sebuah simbiosis mutualisme bagi para pelaksana keputusan dan pencetus keputusan. Dan sebaliknya pengambilan keputusan akan terasa sangat berat dan sulit jika memunculkan sebuah dilema, dimana ada pihak yang merasa diuntungkan, namun ada pula pihak yang dirugikan.
Nah, untuk menghindari kemunculan sebuah dilema dalam pengambilan keputusan, harusnya kita cermat dalam menentukan langkah dan strategi untuk menuju sebuah pencapaian keputusan yang terbaik. Lalu bagaimana caranya? Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam mengambil sebuah keputusan. Yang pertama adalah jangan kita menentukan sebuah keputusan pada saat kita sangat gembira, karena pada saat anda merasa sangat bahagia, otak tidak dapat bekerja secara optimal, yang berperan pada saat itu adalah perasaan bukan logika. Sebuah keputusan jika diambil dari dasar perasaan belum tentu akan dapat diterima orang lain, sebab tidak selamanya orang lain berperasaan sama dengan kita. Yang kedua, janganlah mengambil keputusan pada saat anda sedang marah. Disini sangat jelas terlihat, bahwa mengambil keputusan pada saat marah hanyalah sebuah usaha untuk membuang emosi sesaat, tidak ada pemikiran yang jernih dan logis didalamnya, hanya mementingkan ego dan nafsu pada saat itu. Dan terakhir yang harus dihindari dalam mengambil keputusan adalah jangan mengambil keputusan pada saat kita sangat sedih atau susah, Karena keputusan yang ada akan memunculkan suatu nazar. Iya kalau nazarnya ringan, lha kalau berat, tentu akan menimbulkan suatu beban yang sangat berat juga bagi kita.
 Dari ketiga hal tersebut mungkin bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa pengambilan keputusan jangan terlalu banyak menggunakan perasaan, biarkan logika yang berbicara. Lalu, bagaimana jika suatu saat kita terjebak didalam salah satu dari keadaan tersebut padahal kita harus segera mengambil keputusan ? Mungkin ada solusi yang bisa saya sarankan. Yakni mengajak satu atau beberapa orang lain untuk berdiskusi dalam mengambil keputusan, karena orang-orang tersebut akan menjadi pencerah bagi kita yang sedang terbelenggu oleh perasaan.(Prayitno,2011).
Wahai sobat, dari itu kita bisa memahami dan mengerti bahwa pengambilan keputusan  yang terbaik adalah dengan jalan musyawarah. Hal ini telah diajarkan oleh agama dan juga telah dijelaskan dalam Dasar Negara Indonesia. Maka satu kalimat yang baik untuk menentukan sebuah keputusan adalah “MUSYAWARAH PENENTU ARAH MELANGKAH”.
Begitu juga dengan keputusan yang harus Aku buat yaitu harus melalui suatu musyawarah supaya tidak menimbulkan sebuah kekecewaan yang tiada akhir. Musyawwarah antara Aku dan kedua orang tua sudah dilakukan dan mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut padaku karena mereka mengangngap Akulah yang paling berhak dalam hal tersebut. Mereka hanya memberikan sebuah saran dan nasehat yang baik.
Musyawarah yang kedua akan ku lakukan pada teman-teman terdekatku, dan aku hanya menginginkan bagaimana pendapat mereka semua mengenai dengan keinginanku yang semuanya harus Aku pilih. Dan pendapat mereka adalah Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, memang sulit untuk memilih mana yang terbaik bagiku sendiri. Perasaan bingung menyelimutiku. Apa yang harus Aku lakukan?, kata teman-teman, kedua keinginanku memang semuanya baik, tapi alangkah tambah baik jika kita memilih salah satu pilihan tersebut. Mereka berkata bahwa Aku lebih baik memilih untuk ikut tes Kedokteran tahun depan yang merupakan keinginan dan cita-citaku sejak kecil. Bukan hanya teman-teman saja yang menginginkan Aku untuk ikut tes, tapi kedua orang tuaku juga menyarankan seperti itu, memang mereka menyerahkan keputusan terahir kepadaku, itu semua hanya saran dan nasehat dan keputusan terakhir adalah ada ditanganku.
Yang masih ada dalam fikiranku adalah sulitnya untuk menentukan sebuah pilihan. Aku tidak boleh ada dalam keadaan yang seperti ini terus, dan harus secepatnya menentukan sebuah pilihan yang harus diambil. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidak megikuti lomba PKM yang Aku inginkan.
Semua Mahasiswa pada sibuk untuk membuat Proposal PKM baik itu teman-teman se angkatanku, dan kakak tingkat, bahkan Mahasiswa yang mengajak Aku untuk ikut PKM tersebut juga sudah mulai sibuk merancangnya. Dalam hatiku ku berfikir, alangkah senangnya jika aku juga ikut lomba tersebut, ya apalah guna keputusan telah Aku ambil untuk tidak mengikuti lomba PKM tersebut.
 Keesokan harinya, tiba-tiba bunyi Hpku berbunyi. Ternyata setelah ku lihat ada satu pesan sms dari kak endang. Kak endang adalah salah satu Mahasiswa Biologi asli dari bawean kabupaten Gresik sama dengan Aku. Setelah ku baca sms itu ternyata pesan tersebut berisi bahwa Aku apakah mau untuk ikut menjadi anggota PKM yang akan dia buat?, lalu ku tanya apa pernyaratan yang harus di ikuti. Katanya ya harus mengikuti membantu buat sebagaimana kita harus bekerja kelompok untuk menyelelesaikan tugas. Dan Aku bertanya lagi, apakah persyaratannya juga harus selamanya menjadi Mahasiswa Unisma dijurusan Biologi ini?, dan kak endang menjawab bahwa tidak harus, yang terpenting adalah ikut serta dalam PKM. Akhirnya hatiku sangat senang sekali mendengar berita ini, dan kedua keinginanku bisa tercapai yaitu mengikuti lomba PKM dan juga bisa mengikuti tes Kedokteran untuk tahun selanjutnya.
Perasaan senang dan berbunga-bunga dalam hatiku sangat nampak sekali dalam wajahku yang semula kusut. Wajah memang tergantung dengan maslah yang kita tanggung dalam kehidupan sehari-hari, tapi Aku selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang berseri-seri setiap harinya.
Malam senin, kak endang sms Aku bahwa hari senin untuk menemui Dia di fakultas serta membahas PKM yang akan dibuat. Dalam peraturan pembuatan PKM memang dalam satu kelompok terdiri dari tiga anak dan tidak boleh satu angkatan. Kak endang menanyakan pada angkatanku siapa anak yang rajin dan mau ikut serta dalam pembuatan PKM, karena waktu itu yang Aku  ketahui anak yang ter rajin diantara mahasiswa yang lainnya pada angkatnku maka Aku pilih Alif. Alif adalah anak asli dari Palembang, dia pendek, dan agak hitam, dan dikelas dia menjabat sebagai ketua kelas. Lalu Aku sms Alif apakah dia mau ikut dalam lomba PKM ataukah tidak, dan ternyata dia menjawab “ ya”. Akhirnya lengkap sudah pada kelompokku untuk membuat PKM dan hari seninnya langsung daftar melalui online.
Dalam hati ku berfikir bahwa semua dibalik kebingungan yang selalu menyelimuti dalam fikiranku kini terjawab sudah. Dan pada saat itu juga Aku baru menyadari bahwa Tuhan masih mencoba tingkat kesabaran kita dengan berbagai ujian yang telah ditentukan. Memang apa-apa tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah, dan semua sudah ada jalannya sendiri hanya saja kita yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada diri kita pada hari berikutnya.



 Isi surat ini menggambarkan bahwa “sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Surah Al-'Asr (bahasa Arab:العصر) adalah surah ke-103 dari al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al 'Ashr berarti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.
Semua kejadian sudah ada tulisannya dan semua kejadian juga sudah ayat dan maknanya, hanya saja kita yang tidak menyadarinya. Tugas kita hanyalah berusaha dan Allah lah yang menentukan. Kita juga tidak berhak untuk berfikir atau mengira-ngira apa yang akan terjadi pada hari berikutnya karena itu semua akan mendahului kehendak tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar