Selasa, 13 Maret 2012

5. AWAL BIMBINGAN

Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik  dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.


Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar,  yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan  tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.

Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.

Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia  untuk membimbing.  Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.   
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5.    AWAL BIMBINGAN

Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik  dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.


Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar,  yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan  tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.

Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.

Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia  untuk membimbing.  Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.   
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
5.    AWAL BIMBINGAN

Perasaan risau, takut, dan bingung, sudah tidak ada dalam fikiranku. Yang ada hanyalah perasaan senang dan terus bersyukur atas anugerah dan kehidupan yang lebih dari cukup yang telah diberikan padaku. Memang tidak selayaknya Aku mengeluh dan merasa bahwa cobaan semua ini merupakan beban yang ada dalam hidupku. Karena Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu “Merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)”. (HR. Ath-Thabrani)
PKM sudah dirancang oleh kak Endang, judul, latar belakang, luaran yang diharapkan, serta isi mengenai Proposal sudah dibuat. Yang belum adalah persetujuan dan bimbingan kepada Dosen Ibu Nour Athiroh Ssi.M.Kes. judulnya adalah “ Pemodelan Simplisia dari Limbah kulit Jeruk sebagai Biopestisida untuk Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat”. Memang judul yang sangat sederhana tapi mempunyai makna yang sangat luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Petani.
Penelitian dilaksanakan di dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau Malang. Kerja sama dengan Kepala desa, Ibu-ibu PKK dan para petani sangat dianjurkan dan harus dilaksanakan oleh kami. Karena jenis PKM kami adalah PKMM ( Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Pada Masyarakat), dimana yang didalamnya ada masyarakat yang harus ikut serta dalam proses pelaksanaan demi kelancaran pembuatan PKM kami.
Pada hari itu, tepatnya pada hari rabu jam tiga kak Endang menyuruh Aku untuk bimbingan sama dosen di Fakultas. Laptop, dan flasdish segera ku siapkan karena sangat dibutuhkan dalam bimbingan berlangsung. Kak Endang tidak ikut serta dalam bimbingan yang akan dilakukan. Ini memang bimbingan yang pertama dan mudah-mudan Aku bisa mengatasinya jika sewaktu-waktu ditanya oleh dosen.
Sesampai di Fakultas semua kakak tingkat yang ikut dalam pembuatan proposal PKM sudah datang lebih dulu dibandingkan aku tapi, dosennya belum datang. Tidak lama kemudian, dosen datang dan mulai membimbing kami semua secara bergantian. Dosen membimbing dengan penuh sabar dan teliti. Ketelitian memang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan proposal sebab jika kita tidak teliti maka hasilnya juga tidak akan baik  dan sempurna.
Berjam-jam dosen memeriksa hasil Proposal yang telah kami buat, dan banyak juga yang harus dibenarkan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya proposal, ya yang namanya belajar pasti ada yang salah dan ada juga yang benar. Jika salah berarti kita sudah bisa melihat kesalahan yang telah ada, dan juga bisa memperbaiki dari kesalahan tersebut. Dalam sistem belajar tidak mungkin kita langsung benar dan langsung bisa dalam mengerjakan sesuatu, dan semua masih membutuhkan suatu proses yang panjang.
Bagian-bagian yang salah dan yang masih kurang keterangan, dosen memberi sebuah keterangan dengan tulisan di warnai merah yang menandakan masih kurang benar dan ada sebuah tambahan dalam proposal tersebut.
Setelah selesai bimbingan, Aku langsung ketempat kak Endang dan memberikan file yang sudah di periksa oleh dosen serta memberikan sebuah penjelasan padanya bahwa yang berwarna merah adalah bagian-bagian yang masih kurang dan kurang benar. Kemudian Aku pulang ke kos untuk istirahat. Hari pertama bimbingan memang sangat menyenangkan bagiku, dan mendapat sebuah tambahan pengalaman yang tidak akan ku dapatkan jika tidak mengikuti bimbingan, dan ternyata asyik dan seru. Pengalaman memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan uang. Uang bisa kita cari, tapi pengalaman tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak berusaha dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya.


Bimbingan yang kedua akan dilaksanakan dua hari lagi, masih banyak bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hasil dari bimbingan yang telah dilaksanakan waktu yang silam. Yang harus dilaksanakan untuk sekarang adalah persiapan yang harus semakin matang supaya proposal yang akan diajukan benar-benar diterima dan hasilnya juga akan memuaskan.
Kerjasama antara dosen dan Mahasiswa memang sangat penting dilaksanakan untuk kelancaran proses suatu pekerjaan. Segampang apapun suatu pekerjaan jika tidak dikerjakan secara bersama maka akan menjadi suatu pekerjaan yang sangat sulit dan tidak akan terlaksana dengan baik.
Lalu, apa yang salah jika suatu pekerjaan yang sangat gampang jika tidak dilaksanakan secara bersama akan menjadi sulit?, apakah dosennya yang slah dan apakah Mahasiswanya yang salah serta apakah keadaan yang tidak memungkinkan?, ketiga-tiganya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar,  yang salah adalah sistemnya dan konsepnya dimana kita dalam bertindak tidak terlebih dahulu memikirkan suatu akibat dan tidak menentukan suatu konsep. Jika suatu pekerjaan  tidak menentukan konsep terlebih dahulu maka pekerjaan itu tidak akan berjalan sesuai rencana dan materi yang ada serta hasilnya juga tidak akan memuaskan.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri.
Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.

Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.
Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.
Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri.
Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalaman-pengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka.

Tafsiran-tafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya.
Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.
Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benar-benar menjadi bodoh.
Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya.
“ sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.”
Dalam menyelesaikan pengajuan proposal PKMM tersebut ternyata tidak semudah yang kita fikirkan. Butuh usaha dan perjuangan yang sangat banyak dan sangat menguras tenaga yang full demi tugas yang wajib dikerjakan yaitu pembuatan proposal tersebut.
Fikiran yang tenang, cepat dalam mengerjakan suatu tindakan yang positif, cekatan, rajin, sabar, serta tabah dalam proses mengelolah proposal sangatlah penting. Karena jika kita dalam mengerjakannya dengan penuh perasaan tidak ikhlas, maka tidak akan ada hasilya, yang akan kita dapatkan adalah hanyalah rasa capek dan lelah serta rasa kecewa yang tiada akhir. Tapi kekecewaan yang telah didapatkan bukanlah kita dapatkan dari pihak manapun melainkan dari diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “ tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanyalah untuk berusaha dan mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.”
Dari pepatah tersebut dapat dilihat bahwa kita dalam proses belajar dan dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil atau untuk sukses, tapi untuk mencapai suatu kesuksesan dimana didalam menempuh itu semua butuh pengorbanan yang sangat luar biasa dalam artian tidak mengenal lelah demi tercapainya keinginan tersebut. Tapi ada satu hal yang harus diingat bahwa kita hanyalah manusia yang tugasnya hanya untuk berusaha dan terus mencoba dan yang menentukan adalah Allah. Mungkin keinginan kita baik dan sangat tepat bagi kita, tapi belum tentu baik bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah, ketentuan Allah lah yang terbaik bagi kita. Tapi kadang kita menganggap ini semua tidak adil dan salah untuk memahami semua itu, dalam kesalahan tersebutlah yang sering membuat kita setres.
Lalu, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal yang seperti itu?, setres jangan sampai terjadi dalam diri kita, karena setres hanya ditimbulkan bagi orang-orang yang tidak bisa berfikir panjang atas akibat dari perbuatan yang telah dibuat serta tidak bisa menerima atas apa yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita dalam melakukan suatu usaha dan terus mencoba atas keinginan yang ada dalam diri kita mau tidak mau harus terima dengan keadaan yang sesungguhnya. Karena didalam mencoba kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan orang lain dapatkan tanpa kecuali kita selaku pihak yang berusaha dan yang mencoba.
Pembuatan proposal merupakan nilai yang sangat menentukan untuk kita bisa masuk PIMNAS. Proses untuk bisa kita diterima PIMNAS dan bisa bersaing dengan Mahasiswa se tanah air sangatlah sulit dan butuh usaha yang sangat luar biasa. Jika usaha yang dilakukan minim maka hasilnya juga akan minim dan kemungkina untuk diterima juga akan berkurang, tapi yang namanya usaha sebisa mungkin kita meraih apa yang kita usahakan.
Bahkan dalam proses dosen untuk membimbing Mahasiswanya juga sangat sulit prosesnya, karena antar dosen juga pada ingin mempunyai nama yang baik di depan Mahasiswanya dan didepan umum. Dalam artian bukan hanya Mahasiswa saja yang bersaing untuk mendapatkan prestasi tapi para dosen juga ingin mendapatkan nama dan prestasi yang baik.
Lalu, bagaimana cara dosen bersaing dalam mencapai suatu prestasi dalam membimbing?, para dosen dalam membimbing berbeda-beda serta jabatannya juga berbeda-beda. Jadi jika beda jabatan berarti beda jurusan materi untuk membimbing juga berbeda. Hal tersebut dilaksanakan supaya kita dalam proses pembuatan sudah tterjurus dan mengerti pada materi yang akan dibuat.
Dosen yang dalam masih melanjutkan pendidikannya juga tidak boleh membimbing, karena takut mengganggu proses belajar mengajar. Tapi sebenarnya menurut Aku itu semua tidak apa-apa asalkan dosen bersedia untuk membimbing dan Mahasiswa juga bersedia untuk dibimbing, maksudnya sama-sama suka untuk proses belajar mengajar. Hal itulah yang sangat menjadi pertengkaran hebat antar dosen, bagi dosen yang tidak mengenyam bangku pendidikan mengatakan bahwa tidak boleh membimbing jika masih mengenyam bangku pendidikan, dan bagi dosen yang mengenyam bangku pendidikan dan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan yang lebih tinggi mengatakan tidak apa-apa asalkan dosen mampu membagi waktu antara kuliah sendiri dengan waktu membimbing Mahasiswa yang ikut PKM.
Bagi kami hal tersebut tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan karena mungkin setiap orang mempunyai privasi yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dan kata dosen pembimbingku sebenarnya tidak apa-apa dan tidak dipermasalahkan untuk proses penyaringan penerimaan lomba PKM. Sebab para juri tidak menilai apakah dosen itu mengenyam bangku pendidikan berlanjut ataukah tidak yang terpenting adalah dosen sanggup dan mampu serta bersedia  untuk membimbing.  Bukan berarti kami sebagai Mahasiswa tidak memikirkan dengan apa yang dipermasalahkan antar dosen, tapi disini kami tidak boleh ikut campur dalam urusan dosen.
Akhirnya dosen pembimbing kami masih ngotot untuk tetap membimbing para mahasiswa yang sudah direncanakan terdahulu. Karena dosen pembimbing kami tidak ingin membuat kita sebagai mahasiswa merasakan kekecewaan terhadap kejadian semua ini.
Karena dosen masih ngotot untuk tetap bisa membimbing maka para dosen yang lain membolehkan untuk membimbing tapi dengan syarat satu kelompok tidak boleh dikirim proposalnya. Memang pilihan yang sangat rumit dan susah untuk diterima oleh akal kita secara rasional. Tapi, itulah pilihan dan memang harus dipilih salah satu pilihan tersebut. Akhirnya dosen pembimbing kami mengikuti semua persyaratan tersebut dan tidak mengirim salah satu proposal. Dan dosen kami tetap memilih kelompok kita untuk tetap dikirim proposalnya. Tapi, bukan berarti kelompok yang satunya tidak bagus, semua proposal yang akan diajukan bagus dan sangat memuaskan. Ya yang namanya pilihan harus dipilih dan salah satu kelompok memang harus jadi korban untuk tidak dipilih.   
Setelah semua pekerjaan selesai, bimbingan, serta proposalnya juga sudah selesai, maka proposal siap untuk dikumpulkan. Kami memeriksa hasil proposal tersebut sampai beberapa kali, karena dari takutnya terjadi suatu kesalahan yang akan terjadi.
V

4. SULIT MENENTUKAN PILIHAN

Kegiatan Ordik dan Halaqoh Diniyah memang sudah selesai, tapi untuk kegiatan Halaqoh Diniyah belum selesai dan masih ada waktu tiga bulan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Untuk pertemuan pertama Aku berhasil mengikuti kegiatan tersebut dan semoga untuk hari berikutnya tetap bisa ikut dengan keadaan yangn sehat wal’afiat. Aminnn,,,,,. Tapi semua yang Aku inginkan hanyalah tinggal impian, ternyata selama 3 bulan penyelenggaraan tersebut, Aku tidak hadir sebanyak tiga kali yang dikarenakan Aku jatuh sakit, dan akhirnya Aku mendapatkan nilai B untuk kegiatan Halaqoh Diniyah.
Hari minggu adalah hari yang sangat Aku tunggu-tunggu dari kemaren-kemaren karena aku ingin merasakan istirahat yang sangat cukup. Waktu dilaksanakannya Ospek dan halaqoh Diniyah rasanya Aku bermimpi jika ingin mendapatkan waktu untuk beristirahat. Kemaren-kemaren bukan waktu istirahat yang didapatkan tapi  Waktu untuk makan saja sangat sedikit sehingga harus dengan cepat-cepat untuk makan dan juga benar-benar tidak menikmati enaknya rasa makan.
Hari senin adalah hari pertama Aku kuliah pada jurusan yang telah Aku pilih. Dulu, waktu SMA rasanya Aku benar-benar ingin mengetahui bagaimana cara seseorang menjalani sebuah perkuliahan dan dari dulu aku hanya mendengar cerita dari guru-guru dan kakak tingkat bahwa anak perkuliahan beda dengan anak yang menempuh pendidikan SMP dan SMA. Aku bertanya, apa yang memebdakan anatara kuliah sama SMA?, katanya tidak jauh beda, hanya saja jika kita kuliah sangat santai dan terserah apakah kita mau kuliah atau tidak. Dari pembicaraan yang telah orang-orang bilang tentang perkuliahan maka Aku sangat tertarik sekali untuk mengetahui apakah itu semua benar ataukah tidak, karena untuk percaya sangatlah sulit bagiku dalam artian Aku tidak mudah percaya sama omongan orang lain tanpa Aku buktikan sendiri.


Ternyata yang diomongin oleh orang-orang bahwa jika kita kuliah sangat santai dan seenaknya kita sendiri mau ngapain, ya memang benar hal yang seperti itu, tapi itu semua hanyalah dilakukan oleh mahasiswa yang malas belajar dan menunda-nunda untuk proses kelulusannya. Jurusan juga sangat menentukan apakah kita dalam proses kuliah sangat santai atau tidak,  dan kebetulan jurusan yang Aku pilih tidak sama dengan jurusan lain maksudnya kita tidak ada waktu untuk bermain atau santai-santai karena kita dipadeti dengan kegiatan praktek.
Pada semester satu kita menempuh delapan mata kuliah yaitu Agama Islam 1, pendidikan Pancasila, Biologi Umum, ISBD, Kimia Dasar, Fisika Dasar, Matematika Dasar, dan bahasa Indonesia (Profesi). Untuk mata kuliah semester satu memang pelajaran yang sangat dasar-dasar terlebih dahulu, dan kebanyakan materi yang diajarkan adalah materi waktu SMA karena penghantar menuju ke materi yang lebih detail ke materi biologi maka harus terlebih dahulu mempelajari yang dasar-dasar. Seperti pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia yang dipelajari adalah pelajaran SMA, tapi bukan berarti semua materinya adalah pelajaran SMA, yang dimaksud diatas adalah teorinya dan cara yang digunkan adalah cara yang lebih rumit dibandingkan dengan cara yang waktu SMA.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan dengan senyuman dan indahnya kenang-kenangan yang telah dilalui bersama dengan teman-teman satu angkatan maupun yang angkatan dia atas kita. Kakak tingkat membimbing kita menjadi sosok mahasiswa yang berani menantang apapun yang ada didepan kita asalkan hal tersebut adalah yang baik dan benar dijalan Tuhan yang diridhoi.
Dari kedelapan mata kuliah yang harus ditempuh, ada materi yang paling tidak Aku sukai yaitu mata kuliah matematika. Dari dulu, Aku memang tidak senang dengan materi matematika bukan karena sulitnya saja tapi Aku tidak memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi untuk menyelesaikan soal tersebut. Memang, Aku sangat tidak  senang dengan pelajaran Matematika tapi, Aku selalu mencoba untuk bisa mengerjakan. Dalam fikranku, sukailah apa yang ada didepan mata, oleh karena itu Aku selalu mencoba supaya bisa mengerjakan dan menyelesaikan soal-soal yang bagiku tidak mampu untuk menyelesaikannya.

Lalu, bagaimana cara menyelesaikannya?, kata orang tua, jika kita tidak bisa mengerjakaan sesuatu dan kita ingin menyelesaiannya maka kita harus berusaha untuk meminta ilmu tersebut pada yang lebih menguasai dan memahaminya. Kita belajar tidak harus pada yang lebih tua tapi, jika orang yang bisa mengerjakan adalah lebih muda dari kita kenapa tidak memungkinkan untuk belajar padanya. Semua bisa jadi kemungkinan terbesar untuk kita bisa belajar dan untuk menuju ke arah sebuah kesuksesan.
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain”. (Shahih Muslim No.1352), dan hadist lain mengatakan:
“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu”. (HR. Ath-Thabrani)
Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)

Abu Musa mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (Bukhari)
“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka”. (HR. Abu Dawud)
“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (HR. Al-Baihaqi)
“Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri.” (HR. Ad-Dailami)
“Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan.” (Mutafaq’alaih)
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)

“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani)
“Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”   
 Telah berkata al-Baihaqy di kitabnya al-Madkhal (hal. 242) dan di kitabnya Syu’abul Iman (4/291 dan ini lafadznya), “Hadits ini matannya masyhur sedangkan isnadnya dla’if. Dan telah diriwayatkan dari beberapa jalan (sanad) yang semuanya dla’if.”
Usia bukanlah sebuah hambatan dimana kita harus belajar untuk bisa, baik itu muda, tua seumuran dengan kita, dan siapa saja yang mengajari kita semua merupakan guru kita dan kewajiban kita adalah mendoakannya supaya mendapatkan kesehatan dan umur yang panjang, Amin............
Guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.
 Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Seperti yang terdapat dalam pribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, yang artinya murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang tidak baik. Peribahasa ini sudah tidak relevan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pada kenyataannya, setiap pria secara normatif memang sewajarnya kencing berdiri. Perempuan memang seharusnya kencing dengan posisi seperti yang kita ketahui.
Ilmu dan guru memang sangat berhubungan dan sangat berkaitan antara keduanya. Tidak ada ilmu jika tidak ada guru dan tidak ada guru jika tidak ada ilmu. Guru dan ilmu sangat berhungan dan tidak dapat dipisahkan, disamping itu murid juga ada kaitannya antara ilmu, dan guru.
   
Akhirnya berkat guru, dan usaha yang telah Aku lakukan untuk bisa menyelesaikan soal matematika dan usaha supaya bisa mengerti tentang pelajaran yang dari dulu merupakan ilmu yang paling tidak sukai ternyata Aku juga bisa untuk menyelesaikan semua yang ku anggap sulit.  Sesuatu jika dikerjakan dan diusahakan untuk bisa maka akan bisa karena kita dalam mengerjakan sesuatu haruslah disertai dengan niat yang sangat besar dan insyaallah hasilnya juga akan besar juga.
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)
Bukan hanya tugas-tugas yang Aku kerjakan tapi, Aku juga bisa bertanya dan mengerjakan kedepan untuk mengerjakan soal yang diberikan sebagai soal kuis untuk mengetes seberapa besar ilmu yang telah didapatkan oleh Mahasiswa yang dosen berikan. Jika bisa mengerjakan maka akan mendapatkan point tertentu sebagai nilai tambahan. Semua anak-anak juga saling berebutan untuk maju, kebanyakan ada anak-anak bisa mengerjakan tapi tidak bisa menyampaikan atau menerangkan pada Mahasiswa yang lain, dan anehnya Aku bisa untuk semua itu. Aku juga kaget ternyata Aku bisa melawan rasa takut Aku untuk melawan keraguan yang selalu menghantui fikiranku.
Hari demi hari Aku lalui proses perkuliahan yang ada, Aku coba untuk menyenangi semua materi yang telah diajarkan, dan sekarang Aku tambah semangat bahwa semua akan terjadi jika kita mau berusaha, tapi tidak semua yang kita inginkan terjadi dan yang terpenting bagi kita adalah sebesar apa usaha yang telah kita kerjakan dan yang menentukan adalah Allah Subhanahu wata’ala.
Waktu pulang kuliah, Aku, teman-teman serta kakak tingkat sedang duduk-duduk di depan gedung A. Dengan tidak sengaja, Aku melihat poster yang ditempelkan di tembok gedung A. Pertama Aku sangat tidak mengerti apa maksud dari posrter tersebut, lalu ku tanya sama kakak tingkat, dan ternyata poster itu berisi tentang PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa). Adapun maksud dari PKM tersebut adalah PKM merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Jakarta.
Adapun jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yaitu: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM- Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I), pada tahun 2002 bergabung dengan lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) kedalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.
Atas kebijakan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya kedalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I kedalam PKM Karya Tulis (PKM-KT). Untuk membedakannya, PKM-I beri nama baru PKM-Karya Ilmiah (PKM-Al) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat Artikel yang dihasilkan, maka PKM-Al akan bermuara pada jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-Al di PIMNAS. 
Penilaian atas mutu usulan, proses pelaksanaan dan presentasi di PIMNAS, seluruhnya dilakukan berdasar atas level Kreativitas Mahasiswa dan Orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak hanya diartikan sebagai temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni berasal dari kelompok mahasiswa. Dengan demikian, pembiming PKM disarankan agar berperan sebagai pendamping mahasiswa yang mengawasi pelaksanaan PKM agar sesuai dengan misi masing-masing program dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai bagian riset ataupun kegiatan akademik dosen lainnya.
Agar objektivitas pengelolaan PKM dan PIMNAS dapat terjaga dengan baik, DITLITABNAS menerbitkan buku pedoman PKM 2011 sebagai acuan bagi semua pihak diperguruan tinggi yang memerlukan informasi tentang sejarah, uraian umum, kriteria penulisan usulan, tekhnik penilaian, disetiap tahap pelaksanaan, tekhnik penyusunan laporan seluruh program PKM yang ditawarkan DITLITABNAS Ditjen Dikti, juga bentuk apresiasi yang diberikan. Pedoman ini juga mengutip tanpa perubahan sebagian informasi pedoman KKTM yang diterbitkan Direktorat Akademik Ditjen Dikti guna menghindari kesulitan realisasi PKM-GT di PT.
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DITLITABNAS Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (Mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembankan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat yang selama ini sarat partisipasi aktif Mahasiswa, diintegrasikan kedalam satu wahana yaitu PKM.
PKM dikembangkan untuk mengembangkan mahasiswa mencapai  taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan tekhnologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan, serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerja sama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Pada awalnya, dikenal 5 jenis (lima) jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Tekhnologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM- Penulisan Ilmiah (PKM-I).
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, usai penyelenggaraan PIMNAS 2010, DITLITABNAS mempublikasikan seluruh topik PKM yang dipresentasikan melalui e- procedding, maka mulai tahun 2011 setiap kelompok pelaksana PKM yang diundang ke PIMNAS disetiap bidang wajib menyerahkan Laporan Akhir dan Artikelnya.
Berikut beberapa penjelasan mengenai PKM, PKM-P merupakan program penelitian yang bertujuan anatara lain: untuk mengindentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia didalam tanaman, mengiji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan tekhnik pemasaran, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di Siswa Sekolah Dasar, laju pertumbuhan ekonomi, di sentra kerajinan kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.  
PKM-T merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, dan lain-lain.), atau manajemen ( pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain), atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil, atau koperasi.), dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif.
PKMT mewajibkan Mahasiswa bertukar fikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan denikian, di dalam usul program harus dilampirkan surat pernyataan kesediaan bekerjasama dari mitra pada kertas bermaterai Rp 6000,-
PKMK merupakan program pengembangan keterampilan Mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar Mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah Mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya.
PKMM merupakan bantuan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelebagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan, dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Diisyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
PKM-KC merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstriktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
PKM-AI merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri ( misalnya studi khusus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain.
PKM-GT merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada dimasyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.      
Dalam upaya mengifisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokan ke dalam masing-masing bidang PKM yang setuju (P-T-K-M-KC-KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi kedalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
1.    Bidang kesehatan, yang meliputi: Farmasi, gizi, kebidanan, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kesehatan masyarakat, psikologi,
2.    Bidang pertanian, yang meliputi: kedokteran hewan, kehutanan, kelautan, perikanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian,
3.    Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika,
4.    Bidang Tekhnologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, teknik, Teknologi pertanian,
5.    Bidang sosial ekonomi, yang meliputi: Agribisnis (pertanian), ekonomi, Ilmu sosial, dan ilmu politik
6.    Bidang Humaniora, yang meliputi: Agama, Bahasa, budaya, Filsafat, Hukum, sastra, seni.
7.    Bidang pertanian, yang meliputi: program studi ilmu-ilmu pendidikan dibawah fakultas kependidikan.
Untuk bidang ilmu lain yang belum termasuk dalam pengelompokan bidang ilmu diatas, pengusul dapat memilih kelompok bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang ilmu tersebut tidak ada hubungannya dengan kuota jumlah proposal yang didanai tetapi akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan bidang reviewer dengan usulan yang akan dievaluasibaik dalam seleksi proposal, pelaksanaan PKM maupun penjurian PIMNAS.
Adapun persyaratan dalam ikut PKM adalah:
1.    Peserta PKM adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan resmi terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa dalam kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda agar proses regenerasi pelaksana PKM dapat berlangsung dengan baik.
2.    Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa. Di samping memberi kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang terlibat.
3.    Seorang dosen pembimbing/pendamping hanya disetujui DITLITABMAS membimbing maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4.    Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan ketentuan.   
5.    Menyertakan Rekapitulasi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Rekapitulasi Naskah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) (lihat Tabel 3 pada halaman 6).
6.    Pengajuan usulan dilakukan perguruan tinggi secara kolektif, menggunakan format standar yang ditetapkan DITLITABMAS. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada KOPERTIS.
7.    Setiap usulan yang mencantumkan dana dari pihak lain (baik pihak internal maupun eksternal perguruan tinggi) harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan dilengkapi dengan materai yang cukup dari instansi penyedia dana tersebut.
8.    Setiap usulan PKM-T dan PKM-M wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan.
9.    Setiap pengusulan PKM-AI diwajibkan melampirkan Surat
10.    Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani oleh Ketua PKM
11.    Tanpa meterai dan diketahui oleh Ketua Program Studi.
12.    Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman Dikti dan
13.    Melalui surat yang dikirimkan ke setiap perguruan tinggi.
Begitu banyak materi-materi yang harus dipahami dan persyaratan yang harus juga diikuti dalam PKM tersebut. Bukan hanya pada Dikti saja yang mempunyai persyaratan dalam ikut PKM, tapi dalam Fakultas mempunyai aturan tertentu juga yang harus diikuti oleh kita. Berdasarkan keterangan yang telah kakak tingkat jelaskan bahwa Aku harus setia pada jurusan yang telah Aku pilih dalam artian tidak boleh pindah jurusan atau keluar dari jurusan dan Universitas Islam Malang. Harus ikut serta dalam pembuatan PKM atau tidak hanya numpang nama saja, rajin, pintar, kesehatan mendukung. Persyaratan tersebut memang gampang rasanya tapi sangat sulit untuk dijalankan. Mengapa demikian?, itu semua karena Aku menginginkan untuk tahun depan tetap ikut tes di jurusan Kedokteran. Walaupun untuk tahun kemaren sudah positif tidak diterima tapi apakah salah jika Aku mencoba untuk sekian kalinya mengikuti tes?, bagiku tidak ada yang salah, yang slah adalah sistemnya. Aku tetap mengiinginkan mengikuti tes, disamping itu Aku juga ingin mengikuti PKM tersebut dan persyaratan untuk Aku ikut sangat tidak memungkinkan.
Aku benar-benar ada dalam posisi yang sulit. Sulit untuk menentukan sebuah pilihan dimana Aku sangat tidak mengerti tentang semua pemikiran dan jalan hidupku yang tiada ujung dan sebuah harapan yang tiada henti. Bukan Aku tidak bisa menerima tapi Aku yang tidak bisa mengetahui bahwa semuanya tidak akan pernah berhenti selama masih ada jalan dan kemampuan untuk semua itu.
lalu, bagamiana dengan PKM?, Aku juga tidak mengerti akan semua itu, saran dari orang lain memang sangat penting bagiku. Orang tuaku adalah orang  pertama yang akan memberikan sebuah saran terbaik bagiku, dan Aku tanyakan semua penjelasan dari kakak tingkat serta keinginan yang keduanya sama-sama ingin ku capai.
Memang, Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, tapi entah kenapa Aku ingin mengetahui dan berusaha dalam semua bidang, bukannya rakus atau tidak bisa memilih tapi, karena Aku memang benar-benar ada dalam posisi yang sangat sulit sekali bagiku untuk dijalani.
Orang tuaku bilang, ya kita harus ikuti apa kata hati kita dan yang menurut kita benar serta kita sanggup untuk menjalaninya. Jika kita tidak sanggup untuk jalani diantara salah satunya maka kita jangan melakukannya karena semuanya akan sia-sia. Orang tuaku menyerahkan seluruhnya keputusan kepadaku, sebab yang akan menjalani dan dan merasakan adalah Aku juga bukanlah orang lain. Aku tambah bingung dan resah untuk semua ini. Kakak tingkat memberikan kesempatan untuk berfikir selama satu minggu memang waktu yang sangat lama jika ditunggu dan merupakan waktu yang sangat singkat jika digunakan untuk menentukan sebuah keputusan. Dalam menentukan sebuah keputusan tidaklah muda dan begitu saja memutuskan sebuah keputusan tanpa memikirkan sebuah akibatnya untuk kedepan. Kalau Aku dalam menentukan sebuah keputusan pasti membutuhkan waktu yang sangat lama serta difikirkan apa yang akan menyebabkan keputusan tersebut jika diambil secara cepat-cepat.
Keputusan adalah sesuatu yang abstrak namun memerlukan tindakan nyata, baik dalam mengambilnya ataupun dalam melaksanakannya. Berbagai cara telah tercipta untuk mengambil sebuah keputusan dan tidak sedikit pula manusia kesulitan cara dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan sebenarnya adalah awal dari perjalanan manusia dalam menyusuri lorong kehidupan, pengambilan keputusan yang salah bisa jadi mengakibatkan seorang manusia terjerumus dan terperosok dalam alur cerita kehidupan yang kelam, hingga akhirnya akan merugi dalam semua dimensi kehidupan.
“Tak akan ada asap bila tak ada api”. Sebuah pepatah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ya, suatu akibat tak akan terjadi bila tak ada sebabnya. Pun dengan sebuah keputusan, yang mana tidak akan muncul keputusan bila tak ada sesuatu masalah yang terjadi. Misalnya adalah sebuah peraturan. Peraturan biasanya diciptakan bila telah sering terjadi pelanggaran. Kembali dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan terasa sangat mudah jika hasil dari keputusan tersebut akan memunculkan sebuah simbiosis mutualisme bagi para pelaksana keputusan dan pencetus keputusan. Dan sebaliknya pengambilan keputusan akan terasa sangat berat dan sulit jika memunculkan sebuah dilema, dimana ada pihak yang merasa diuntungkan, namun ada pula pihak yang dirugikan.
Nah, untuk menghindari kemunculan sebuah dilema dalam pengambilan keputusan, harusnya kita cermat dalam menentukan langkah dan strategi untuk menuju sebuah pencapaian keputusan yang terbaik. Lalu bagaimana caranya? Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam mengambil sebuah keputusan. Yang pertama adalah jangan kita menentukan sebuah keputusan pada saat kita sangat gembira, karena pada saat anda merasa sangat bahagia, otak tidak dapat bekerja secara optimal, yang berperan pada saat itu adalah perasaan bukan logika. Sebuah keputusan jika diambil dari dasar perasaan belum tentu akan dapat diterima orang lain, sebab tidak selamanya orang lain berperasaan sama dengan kita. Yang kedua, janganlah mengambil keputusan pada saat anda sedang marah. Disini sangat jelas terlihat, bahwa mengambil keputusan pada saat marah hanyalah sebuah usaha untuk membuang emosi sesaat, tidak ada pemikiran yang jernih dan logis didalamnya, hanya mementingkan ego dan nafsu pada saat itu. Dan terakhir yang harus dihindari dalam mengambil keputusan adalah jangan mengambil keputusan pada saat kita sangat sedih atau susah, Karena keputusan yang ada akan memunculkan suatu nazar. Iya kalau nazarnya ringan, lha kalau berat, tentu akan menimbulkan suatu beban yang sangat berat juga bagi kita.
 Dari ketiga hal tersebut mungkin bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa pengambilan keputusan jangan terlalu banyak menggunakan perasaan, biarkan logika yang berbicara. Lalu, bagaimana jika suatu saat kita terjebak didalam salah satu dari keadaan tersebut padahal kita harus segera mengambil keputusan ? Mungkin ada solusi yang bisa saya sarankan. Yakni mengajak satu atau beberapa orang lain untuk berdiskusi dalam mengambil keputusan, karena orang-orang tersebut akan menjadi pencerah bagi kita yang sedang terbelenggu oleh perasaan.(Prayitno,2011).
Wahai sobat, dari itu kita bisa memahami dan mengerti bahwa pengambilan keputusan  yang terbaik adalah dengan jalan musyawarah. Hal ini telah diajarkan oleh agama dan juga telah dijelaskan dalam Dasar Negara Indonesia. Maka satu kalimat yang baik untuk menentukan sebuah keputusan adalah “MUSYAWARAH PENENTU ARAH MELANGKAH”.
Begitu juga dengan keputusan yang harus Aku buat yaitu harus melalui suatu musyawarah supaya tidak menimbulkan sebuah kekecewaan yang tiada akhir. Musyawwarah antara Aku dan kedua orang tua sudah dilakukan dan mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut padaku karena mereka mengangngap Akulah yang paling berhak dalam hal tersebut. Mereka hanya memberikan sebuah saran dan nasehat yang baik.
Musyawarah yang kedua akan ku lakukan pada teman-teman terdekatku, dan aku hanya menginginkan bagaimana pendapat mereka semua mengenai dengan keinginanku yang semuanya harus Aku pilih. Dan pendapat mereka adalah Aku harus memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut, memang sulit untuk memilih mana yang terbaik bagiku sendiri. Perasaan bingung menyelimutiku. Apa yang harus Aku lakukan?, kata teman-teman, kedua keinginanku memang semuanya baik, tapi alangkah tambah baik jika kita memilih salah satu pilihan tersebut. Mereka berkata bahwa Aku lebih baik memilih untuk ikut tes Kedokteran tahun depan yang merupakan keinginan dan cita-citaku sejak kecil. Bukan hanya teman-teman saja yang menginginkan Aku untuk ikut tes, tapi kedua orang tuaku juga menyarankan seperti itu, memang mereka menyerahkan keputusan terahir kepadaku, itu semua hanya saran dan nasehat dan keputusan terakhir adalah ada ditanganku.
Yang masih ada dalam fikiranku adalah sulitnya untuk menentukan sebuah pilihan. Aku tidak boleh ada dalam keadaan yang seperti ini terus, dan harus secepatnya menentukan sebuah pilihan yang harus diambil. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidak megikuti lomba PKM yang Aku inginkan.
Semua Mahasiswa pada sibuk untuk membuat Proposal PKM baik itu teman-teman se angkatanku, dan kakak tingkat, bahkan Mahasiswa yang mengajak Aku untuk ikut PKM tersebut juga sudah mulai sibuk merancangnya. Dalam hatiku ku berfikir, alangkah senangnya jika aku juga ikut lomba tersebut, ya apalah guna keputusan telah Aku ambil untuk tidak mengikuti lomba PKM tersebut.
 Keesokan harinya, tiba-tiba bunyi Hpku berbunyi. Ternyata setelah ku lihat ada satu pesan sms dari kak endang. Kak endang adalah salah satu Mahasiswa Biologi asli dari bawean kabupaten Gresik sama dengan Aku. Setelah ku baca sms itu ternyata pesan tersebut berisi bahwa Aku apakah mau untuk ikut menjadi anggota PKM yang akan dia buat?, lalu ku tanya apa pernyaratan yang harus di ikuti. Katanya ya harus mengikuti membantu buat sebagaimana kita harus bekerja kelompok untuk menyelelesaikan tugas. Dan Aku bertanya lagi, apakah persyaratannya juga harus selamanya menjadi Mahasiswa Unisma dijurusan Biologi ini?, dan kak endang menjawab bahwa tidak harus, yang terpenting adalah ikut serta dalam PKM. Akhirnya hatiku sangat senang sekali mendengar berita ini, dan kedua keinginanku bisa tercapai yaitu mengikuti lomba PKM dan juga bisa mengikuti tes Kedokteran untuk tahun selanjutnya.
Perasaan senang dan berbunga-bunga dalam hatiku sangat nampak sekali dalam wajahku yang semula kusut. Wajah memang tergantung dengan maslah yang kita tanggung dalam kehidupan sehari-hari, tapi Aku selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang berseri-seri setiap harinya.
Malam senin, kak endang sms Aku bahwa hari senin untuk menemui Dia di fakultas serta membahas PKM yang akan dibuat. Dalam peraturan pembuatan PKM memang dalam satu kelompok terdiri dari tiga anak dan tidak boleh satu angkatan. Kak endang menanyakan pada angkatanku siapa anak yang rajin dan mau ikut serta dalam pembuatan PKM, karena waktu itu yang Aku  ketahui anak yang ter rajin diantara mahasiswa yang lainnya pada angkatnku maka Aku pilih Alif. Alif adalah anak asli dari Palembang, dia pendek, dan agak hitam, dan dikelas dia menjabat sebagai ketua kelas. Lalu Aku sms Alif apakah dia mau ikut dalam lomba PKM ataukah tidak, dan ternyata dia menjawab “ ya”. Akhirnya lengkap sudah pada kelompokku untuk membuat PKM dan hari seninnya langsung daftar melalui online.
Dalam hati ku berfikir bahwa semua dibalik kebingungan yang selalu menyelimuti dalam fikiranku kini terjawab sudah. Dan pada saat itu juga Aku baru menyadari bahwa Tuhan masih mencoba tingkat kesabaran kita dengan berbagai ujian yang telah ditentukan. Memang apa-apa tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah, dan semua sudah ada jalannya sendiri hanya saja kita yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada diri kita pada hari berikutnya.



 Isi surat ini menggambarkan bahwa “sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Surah Al-'Asr (bahasa Arab:العصر) adalah surah ke-103 dari al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al 'Ashr berarti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.
Semua kejadian sudah ada tulisannya dan semua kejadian juga sudah ayat dan maknanya, hanya saja kita yang tidak menyadarinya. Tugas kita hanyalah berusaha dan Allah lah yang menentukan. Kita juga tidak berhak untuk berfikir atau mengira-ngira apa yang akan terjadi pada hari berikutnya karena itu semua akan mendahului kehendak tuhan.

3. SERUNYA OSPEK

Pada pertengahan bulan September yang tepatnya pada tanggal 20 September 2011, ospek dilaksanalan. Dan pada tanggal 19 September 2011 jam 15.00 WIB kita sebagai Mahasiswa Baru (MABA) kumpul di kampus depan gedung A untuk persiapan ospek pada hari Senin tersebut.
Setelah sampai dikampus, panitia membagikan  kelompok ospek yang telah dipersiapkan. Betapa banyak peserta ospek yang mendaftarkan diri di Universitas tersebut. Suasana rame,  dan banyak sekali bahasa yang beda-beda antara mahasiswa yang satu dengan yang lain. Ada yang menggunakan bahasa Madura, Jawa, NTB, Kalimantan, Sumatra, dan ada juga yang menggunakan bahasa papua. Mereka saling berkenalan untuk memperbanyak teman.
Banyak teman memang penting untuk hidup bermasyarakat, atau biasa dikatakan hidup bersosialisasi. Jika kita tidak ramah terhadap sesama, maka tidak akan ada teman yang akan mendekati kita. Seperti yang telah kita ketahui bahwa ketika kita, membaca surat, ngobrol, enulis, gotog royong, kerja, sekolah dan lain-lain itu semua merupakan hidup bersosialisasi. Kita kerja untuk hidup, bukan hidup untuk kerja.
Selama bertahun-tahun, bersosialiasi telah berubah sebagian besar berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dahulu kala kiata bertemu berhadapan muka di pub, cafe, pada festival atau acara outing dan dengan mengundang orang lain ke Rumah kita. Namun demikian, kontak berhadapan muka ini telah semakin sering digantikan oleh meninggalkan, mengambil, dan merespon pesan.
Satu-satunya cara untuk mengembalikan vitalitas dalam hidup kita adalah dengan bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga kita dapat menciptakan keadaan sosial yang lebih baik dan memupuk persahabatan yang baru dan lama. Ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.


Cara  terbaik untuk mulai bertemu orang baru adalah melalui orang-orang yang sudah kita kenal, teman kita, keluarga kita, rekan kerja. Memulai bersosialisasi dengan orang-orang yang dekat dengan rumah kita, meningkatkan peluang kita untuk bertemu orang-orang yang berbagi nilai-nilai sosial yang sama.(Sa’ad Lukman).
Inilah suatu saat didalam hidup kita untuk memprioritaskan bersosialisasi, mengubahnya menjadi suatu kebiasaan dan menjadi mahir melakukannya. Sisihkanlah waktu-waktu tertentu untuk menemui orang-orang, teman kita atau kerabat kita. Salah satu contoh adalah, mengajak sesorang kenalan untuk minum kopi, di luar atau menjamu teman-teman di rumah. Bergabunglah dengan suatu komunitas masyarakat atau organisasi. Undang teman-teman ke suatu pertandingan olahraga, taman musium, konser, atau festival, dan mengusulkan agar mereka membawa teman-teman mereka juga. Maka dengan cara demikian, jumlah orang yang kita kenal akan meningkat dramatis dan kita juga akan bertambah senang. 
Banyak ilmu memang penting untuk menjadikan kita menjadi lebih sukses  akan tetapi, lebih penting jika kita menyeimbangi ilmu kita yang kita punya dengan memperbanyak teman dalam artian hidup bersosialisasi. Dan ada yang mengatakan semakin banyak teman maka kita akan semakin banyak ilmu yang didapat. Mengapa demikian?, ini semua karena teman merupakan salah satu sumber ilmu untuk kita dapatkan, sebab setiap individu mempunyai cerita dan pengalaman yang beda-beda antara individu yang satu dengan yang lain. Dari pengalaman tersebut pastilah terdapat ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita untuk masa depan supaya lebih baik untuk masa depan yang akan datang.
Kita berkenalan dengan teman yang baru sangalah sulit, tapi jika kita tidak berkenalan maka selamanya kita tidak akan mempunyai teman dan tetap hidup sendiri. Seperti yag kita ketahui bahwa jika kita tidak mempunyai teman maka rasanya sangatlah hampa. Sebab, tidak mungkin kita menjalani hidup dengan sendiri. Lagi pula kita hidup di msyarakat bukan di hutan dan sudah semestinya kita harus menjalin hubungan yang baik antara individu yang satu dengan yang lain.

 Aku membuang semua perasaan yang membuat Aku takut untuk berkenalan. Bagiku semua individu sama hanya ada sedikit perbedaan yang membuat kita ada perbedaan. Mungkin, yang beda hanyalah sebuah penampilan saja, tapi. Kebanyakan, yang membuat kita takut untuk berkenalan adalah bedanya cara menampakkan rasa percaya diri kita masing-masing. Jika kita tidak mempunyai rasa pemalu yang berlebihan, maka kita akan biasa-biasa saja untuk menghadapi apapun yang ada didepan mata kita, tapi jika kita mempunyai rasa mental yang sangat minim jangankan berkenlan sama orang yang tidak kita kenal melihat saj kita sudah pasti takut untuk melihat.
Setelah semua urusan selesai di kampus, Aku langsung pulang ke kosan yang sangat Aku sukai suasananya. Sesampai di kosan, bukan istirahat yang Aku dapatkan, tapi sibuk yang sangat luar biasa yang menghadang didepan mataku. Pertama Aku bingung bagaimana cara mengatasi semua masalah ini yang banyak sekali, karena Aku baru pertama kalinya mendapat tugas untuk membuat sesuatu yang baru dan sangat sulit untuk dibuat.
Berdasarkan pengumuman yang telah disampaikan tadi, setelah ba’dah maghrib kita sebagai Mahasiswa Baru harus kumpul di kampus untuk persiapan besok waktu ospek. Sebenarnya kita tidak apa-apa jika tidak mau kumpul ke kampus asalkan tugas yang disuruh oleh panitia harus selesai dengan perintah tanpa ada satupun kesalahan yang dibuat. Maka dari itu,  untuk menghindari dari semua kesalahan-kesalahan yang mungkin saja terjadi, kita harus datang ke kampus untuk mempersiapkan semuanya yang dibutuhkan untuk besok waktu ospek.
Waktu kumpul di kampus cuaca sangat dingin sekali bagiku. Sebenarnya Aku tidak boleh keluar malam-malam karena keadaan badan yang kurang memungkinkan. Tapi, semua itu harus ku tahan demi lancarnya aktivitas yang akan dihadapi. Jaket yang tebal berwarna putih dan rok yang besar menyelimuti badanku untuk menahan rasa dingin yang sangat menusuk badan.




Seandainya Aku bisa menahan rasa dingin sama dengan teman-teman baruku yang lain, maka jika kegiatannya sampai malampun akan ku tahan semua. Tapi, yang ada dalam keadaanku adalah Aku tidak tahan pada cuaca dingin apalagi cuaca dingin  di Malang.  Apa sich yang membuat Aku tidak tahan pada cuaca dingin?, alasan yang pertama adalah alergi dingin, cepat pilek jika keluar malam, dadaku agak sesak, dan akhirnya jika terlalu lama ada di luar pada waktu malam hari maka rasa sakit yang parah akan hadir dalam hidupku. Maka dari itu, Aku sangat takut untuk keluar malam.
Kakak pendamping panitia menemani kelompok Aku supaya semua tugasnya selesai dan tidak ada peserta yang kena hukum. Tapi, berdasarkan pengalaman yang telah terjadi pada tahun-tahun kemaren jika kita kena hukum maka kita akan terkenal oleh semua orang. Sebab anak yang melakukan kesalahan, maka mereka akan dihukum didepan Mahasiswa Baru yang lain secara kasar dan sangat mengenaskan.
Ketika ospek jika ingin dikenal oleh orang-orang baik itu dikenal panitia, semua MABA, dosen, dan semua pihak yang ada disekitar kampus mak kita dengan sengaja melakukan kesalahan dan mereka di cap sebagai Mahasiswa yang paling banyak melakukan kesalahan. Selain melakukan kesalahan untuk dikenal orang ada lagi cara supay dikenal oleh orang lain yaitu dengan menjadi peserta paling rajin dalam artian mereka tidak pernah melakukan suatu kesalahan sama sekali. Tapi, itu semua jarang terjadi, yang sering hanyalah Mahasiswa yang melakukan kesalahan. Mengapa demikian?, hal ini terjadi karena panitia selalu mencari-cari kesalahan Mahasiswa Baru meskipun yang dilakukan oleh Mahasiswa Baru tersebut hanyalah sebuah kesalahan yang sangat kecil dan hukumannya juga sering diberikan suatu hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan yang telah dilakukan.
Kekerasan dalam suatu ospek sebenarnya sangat tidak boleh dilakukan karena ini akan menghancurkan hati untuk setiap individu. Memang sudah umum hal kekerasan sering dilakukan karena mungkin ini semua adalah salah satu cara untuk kita bisa supaya bisa tegar menghadapi apapun yang ada terutama untuk menguji mental kita supaya kuat.

Mengapa Aku mengatakan kekerasan suatu pendidikan sangat tidak diancurkan?, hal tersebut dapat kita lihat pada hakekat pendidikan yaitu, istilah paedagogiek (ilmu pendidikan) berasal dari kata bahasa yunani pedagogues, dalam bahasa latin paedagogu, yang berarti pemuda yang bertugas mengantar anak ke sekolah serta mengantar anak itu agar bertingkah laku susila dan disiplin. Jika perlu anak dipukul bilamana ia nakal. Istilah itu dugunakan untuk mendidik (pedagog), dan perbuatan mendidik (pedagogi), serta ilmu pendidikan (paedagogiek). Ilmu pendidikan dalam bahasa inggris adalah pedagogy yang artinya sama dengan the study of educational goals and process ( English and english, 1970:376).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kita boleh menghukum dan memukul anak jika si anak nakal. Tapi kebanyakan yang dilakukan pada sistem ospek adalah mencari kesalahan si anak supaya dia dihukum dan hukumannya juga tidak sesuai dengan kesalahannya. Sedangkan pendidikan sering dkatakan sebagai seni pembentukan masa depan. Ini tidak hanya terkait dengan manusia seperti apa yang diharapkan masa depan, tetapi dengan proses seperti apa yang akan diberlakukan masa datang, baik dalam bentuk konteks peserta didik maupun proses, pendidikan perlu memperhatikan realitas sekarang untuk menyususn format langkah-langkah yang akan diberlakukan.
Sekolah juga harus memperhatikan integritas perkembangan individu dengan mendidiknya agar beriman, berilmu, beramal, dan berakhlak, suka melakukan pengabdian sosial, dan cinta pada tanah airnya. Untuk mencapai tujuan sekolah atau Perguruan Tinggi tersebut selain harus menjadi pusat menuntut ilmu, juga menjadi pusat ibadah dan jihad. Karenanya, disetiap sekolah harus ada masjid, sementara halamannya dapat dijadikan penyebaran pendidikan fisik. Demikian Sekolah harus menjadi pusat menyebar p-endidikan kepada masyarakat dengan menyelenggarakan kelas-kelas orang dewasa serta sebagai aktivitas kependidikan dan sosial bagi lingkungan sekitar.
Sekolah atau Perguruan Tinggi harus memperhatikan segala aspek perkembangan anak, baik dari segi rohani, intelektual, emosional, sosial, dan fisik. Upaya Sekolah akan menjadi sempurna jika ada kerja sama diantara semua lembaga: keagamaan, sosial, dan olahraga, yang sama-sama menaruh perhatian terhadap semua aspek diatas. Agar dapat melaksanakan tugasnya masing-masing tersebut, setiap Sekolah perlu mempersiapkan masjid, laboraturium lengkap dengan laborannya, serta lapangan olahraga dan latihan fisik. Sementara itu bangunan-bangunan dengan segala fasilitasnya hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga Sekolah menjadi pusat penyebaran pendidikan kepada Masyarakat dan pemerintah, disamping pusat berbagai aktivitas kebudayaan dan sosial bagi lingkungan setempat. Sekolah akan menjadi pusat ilmu bagi perkembangan intelektual, masjid untuk shalat bagi pengembangan rohani, pusat pelatihan bagi penguatan fisik, dan lapangan sosial bagi pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan emosi dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, akan tercapai integritas perkembangan individu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakatnya, individu yang mempunyai andil dalam merumuskan masa depan yang cerah bagi umat.
  Ospek dilaksanakan selama satu minggu, dua hari tingkat universitas yaitu hari senin dan hari hari selasa. Pada hari selasa sore, Universitas menyerahkan peserta ordik kepada fakultas, lalu setelah itu ordik tingkat Fakultas selama dua hari yaitu hari rabu dan kamis. Pada hari kamis sore penyerahan peserta ordik ke tingkat universitas lagi, dan hari jumatnya adalah ordik terahir ditingkat universitas. Hari sabtunya adalah Halaqoh Diniyah.
Pada ospek tingkat Universitas sangatlah seru sekali pelaksanaannya. Bagi peserta Ordik yang datangnya ke kampus telat, maka akan dihukum dengan sanksi yang sangat berat biasanya dijemur ditengah lapangan. Memang sangat panas sekali dan akan membuat kulit kita menjadi hitam. Bukan hanya dijemur saja hukumannya jika kita melakukan sebuah kesalahan, tapi disuruh lari keliling lapangan sebanyak sepuluh kali dan keliling kampus. Memang hukuman yang sangat luar biasa bagiku.
Beda lagi hukuman pada tingkat fakultas jika kita melakukan suatu kesalahan, Aku pernah melakukan kesalahan satu kali, padahal kesalahannya tidak terlalu berlebihan yaitu pada waktu itu hari pertama ordik fakultas dilaksanakan, Aku  lupa tidak membawa  foto ukuran 3x4 yang harus ditempelkan pada papan nama. Anehnya lagi foto tersebut harus dalam keadaan buta, pokoknya kita disuruh mikir bagaimana caranya supaya foto yang Aku dapatkan adalah foto orang buta. Pada waktu itu, Aku memang sulit untuk menentukan sebuah pilihan dimana pada saat itu Aku lupa untuk membawa foto. Jika Aku balik lagi ke kosan untuk mengambil foto, entar Aku juga dihukum. Dan jika Aku lanjut berangkat ke kampus dalam keadaan tidak membawa foto, Aku juga dihukum. Jadi, langkah terahir yang Aku tempuh adalah Aku tetap berangkat dengan tidak membawa foto yang harus melambangkan orang buta tersebut.
Sesampai di kampus, sebelum naik ke lantai tiga dimana tempat tersebut merupakan kelas jurusan kita yaitu jurusan Biologi fakultas MIPA kita terlebih dahulu diperiksa oleh kakak panitia untuk kelengkapan yang harus dibawa. Jika ada satupun yang tidak dibawa, maka akan dikena sangsi atau hukuman oleh kakak panitia tersebut. Aku sudah sadar bahwa Aku salah telah tidak membawa foto, tapi mungkin ini semua sudah takdirku kena hukuman. Ternyata bukan hanya Aku saja yang peralatannya kurang lengkap, masih banyak anak yang kena hukuman karena kurang lengkap akan peralatan. Aku lupa tidak membawa foto, temanku Najah lupa tidak membawa tempe, Sahlan lupa pada nasinya tidak di model, dan masih banyak temenku yang lain terkena hukuman juga. Pokoknya semua kesalahan yang ada semua tidak masuk akal. Dan hukuman yang diberikan juga tidak masuk akal.
Semua peserta yang kena hukum dipisah kelompoknya dengan anak yang tidak kena hukum. Memang termasuk anak nakal jika kita digolongkan dengan semua anak yang terkena hukuman. Panitia menyuruh bagi Mahasiswa yang kena hukuman disuruh untuk merayu pohon yang ada disekitar dan kita disuruh mengannggap pohon tersebut sebagai cowoknya. Hatiku sangat tidak terima atas hukuman yang telah diberikan, masak Aku disuruh merayu pohon berdiri tanpa ada respon. Sepertinya harga diri yang ada pada diri ini langsung turun dan Aku sudah tidak bisa mikir lagi harus melakukan tindakan yang seperti apa. Lalu, dengan tidak sengaja Aku meneteskan airmata karena Aku sudah tidak sanggup untuk melakukan hukuman yang diberikan. Aku memang tidak terbiasa dimarahi oleh siapapun apalagi oleh kedua orang tuaku, makanya pas sekali dapat omelan dari orang langsung rasanya sok.


Waktu Aku menjalani hukuman yaitu untuk merayu pohon, tiba-tiba air mata keluar dengan sendirinya. Sebenarnya Aku tidak mau untuk mengeluarkan air mata karena Aku merasa bahwa Aku malu untuk itu. tapi, yang namanya hati tidak bisa kita tebak. Kakak panitia melihat Aku disaat Aku merayu pohon dan mengeluarkan air mata. Sebenarnya mereka tidak tega melihat Aku harus menangis merayu-rayu pohon yang sebenarnya tidak patut untuk dilakukan. Karena mereka tidak tega melihat Aku menangis terisak-isak, akhirnya Aku dan teman-teman semua disuruh berhenti untuk merayu pohon tersebut. Lalu setelah itu, kita disuruh untuk berbaris dua banjar. Ketika kita berbaris, kakak panitia menanyakan kepada para peserta satu persatu mengenai apa yang telah dirasakan oleh kita. Memang bagus mereka menanyakan secara langsung kepada para peserta apakah kita sudah menyesali atau tidak tentang apa yang telah kita lakukan, tapi mengenai cara yang telah ditempuh sangatlah salah dan tidak baik untuk proses pertumbuhan mental anak secara langsung. Seharusnya para panitia tidak boleh melakukan tindakan yang sekiranya sangat mengganggu kesehatan peserta dan mental, dan seharusnya mereka juga harus mengetahui tentang perasaan para peserta.
Ketika Aku ditanya alasan kenapa Aku nangis padahal perintah dari para panitia adalah merayu sebuah pohon yangn ada disekitar kita bukan untuk menangis. Pertama Aku sangat bingung dan tambah takut untuk menjawab pertanyaan itu. sebenarnya Aku tidak takut akan semua ini, tapi karena kakak panitia membentak dan menampakkan wajah yang sangat marah maka Aku terisak-isak tidak tahan menahan air mata yang ingin keluar. Aku mencoba untuk melawan rasa takut dan menjawab semua pertanyaan itu dengan pelan-pelan tapi lantang.
“ ini anak yang satu lagi, kenapa kamu nangis,,”
“ ya katanya tadi kan perintahnya adalah disuruh merayu pohon dan sekaligus harus menunjukkan ekspresi.”
“ Aku kan menyuruh kamu untuk berekspresi bukan menangis,.”
“ ya kak, itu semua adalah salah satu caraku untuk menunjukkan ekspresiku. “
“ alasan saja kamu,,,.” Seakan-akan tidak percaya.
“ ya kak beneran,,”
“ bukankah kamu menangis karena kamu merasa tertintas,”
“ tidak kak,, saya sama sekali tidak merasakannya akan hal itu. “
“ awas kalau kamu bohong,”dengan menunjuk tangan ke mataku.
Kata-kata yang dikeluarkan serta gerakan tangan dan tatapan mata sangat tidak baik dilakukan sangat menggetarkan hati dan jiwaku sacara kaget mendengarnya. Dari dulu, Aku akui bahwa tidak pernah dibentak-bentak seperti ini apalagi hanya gara-gara tidak membawa sebuah foto yang menggambarkan orang buta. Sangat tidak masuk akal bagi fikiranku.
Setelah semuanya selesai dihukum, semua peserta disuruh untuk naik kelantai tiga yaitu yang merupakan kelas kita biologi. Secara rapi kita berjalan melewati tangga, setelah sampai ke kelas biologi, kita dipersilahkan duduk terlebih dahulu dan istirahat untuk melepaskan lelah.
Didalam kelas, untuk melepaskan lelah ada sebuah permainan yang dibuat oleh kakak panitia. Permaianan tersebut memang sangat seru bagiku dan teman-teman yang lain yaitu sebuah permainan dimana salah satu teman diantara kita harus maju dan duduk didepan umum. Lalu, panitia menuliskan kata-kata disebuah kertas dan membagikan kertas tersebut pada semua peserta kecuali temanku yang duduk didepan karena untuk menguji ketanggapan dia sebesar mana dia bisa menjawab atas pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh peserta yang lain.
Pada permainan tersebut, semua peserta sangat senang dengan atas pelaksanaan. Pertama, temanku tidak mau maju untuk  menjadi peserta yang harus  dites kecerdasannya. Tapi, jika dia tidak mau atas apa yang disuruh oleh kakak panitia maka dia akan mendapatkan suatu hukuman dimana hukuman yang akan diberikan sangatlah berat untuk dilakukan. Didepan, temanku duduk seperti orang yang benar-benar kena hukuman dan sedang mempertanggungjawabkan atas kesalahan  yang telah dibuatnya. Setelah tulisan yang telah dibagikan kepada para



 peserta dibaca, maka setiap anak wajib untuk memberikan satu pertanyaan yang ada hubungannya dengan kata-kata tadi. Secara berurutan, peserta memberikan pertanyaan dan teman yang menjawab atas pertanyaan sangatlah lucu. Memang jawaban yang dilontarkan sangat benar, tapi permainan ini hanyalah suatu lelucon semata.
Setelah semua peserta memberikan pertanyaan, untuk acara selanjutnya adalah  materi dari dosen yang mengajar di Fakultas Mipa jurusan Biologi. Jika sampai pada materi, semua teman-teman sudah menampakkan wajah yang sangat bosen. Apa yang membedakan wajah itu beda-beda jika ada pada saat materi dan permainan?, ternyata Aku sendiri merasakan bahwa permainan sangat cocok bagi kita dan pertumbuhan tubuh kita, sedangkan jika pada saat materi Aku merasa bosen karena tidak cocok bagi hatiku apalagi jika yang mengajar tidak menyenangkan.
Dua hari ordik Fakultas sudah berlalu, lalu pada hari kamis sore adalah penyerahan peserta dari Fakultas ke Universitas. Ospek tinggal satu hari lagi yang akan dilaksanakan, dan tinggal satu hari lagi untuk proses kekejaman yang akan terjadi pada diriku dan semua peserta ospek. Tapi, semua itu harus dilalui dengan senyuman meski kita merasa lelah dan sangat capek untuk dilaksanakan.
Pada malam jumatnya kita sudah sibuk lagi untuk membuat peralatan yang harus dibawa pada hari jumat. Seperti biasa peralatannya memang mudah untuk dibuat, tapi karena yang harus dipersiapkan sangat banyak jadinya capek dan sangat melelahkan. Terkadang, timbul kata-kata dalam hati kecilku kapan akan selesai kegiatan ini?, ya memang sesuatu jika kita tidak senang akan sesuatu tersebut terasa sangat lama untuk dijalani. Tapi sebenarnya kita harus terima bagaimanapun dengan keadaan kita, karena itu semua adalah kewajiban.
Banyak angkatanku yang tidak mengkuti ospek baik itu Fakultas maupun Universitas, meskipun mereka tidak ikut ospek bersama dengan teman-temannya, tapi mereka wajib untuk mengikuti ospek pada tahun berikutnya atau pada angkatan selanjutnya, karena salah satu persyaratan untuk kita lulus adalah mengikuti ospek.


Di Universitas Islam Malang, setelah dilaksanakannya ospek dan pada hari sabtu dilaksanakan suatu kegiatan yaitu Halaqoh Diniyah. Halaqoh Diniyah dilaksanakan selama 3 bulan pada setiap hari sabtu dari jam 06.00 WIB sampai dengan jam 10.30 WIB. Kegiatan dalam halaqoh diniyah diantaranya adalah, jam 06.00 WIB kita sholat duha dimana jika ada peserta yang telat maka akan dikena sanksi yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah itu, tes mengaji secara satu-persatu dengan benar dan tepat yang dites oleh kakak tingkat yang menjabat sebagai kakak panitia. Lalu, ada paket hafalan yang telah dibagi pada hari sebelumnya untuk dihafalkan. Kemudian, kegiatan ceramah agama dengan nara sumber yang sudah berprofisional sebagai ustad. Semua kegiatan tersebut jika dilaksanakan dengan hati tidak senang maka akan terasa malas untuk menghadiri Halaqoh Diniyah. Tapi, jika dilaksanakan dengan senang hati dan dengan perasaan penuh ikhlas maka akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari kegiatan tersebut.
Semua kegiatan pasti ada hikmahnya baik itu menyenangkan bagi maupun tidak. Sedikit banyak pasti ada pengalaman yang akan kita dapatkan dari kegiatan ospek maupun Halaqoh Diniyah. Ospek memang suatu kegiatan yang membuat kita merasakan dan mengerti bagaimana cara kita menjadi seorang diri yang sangat disiplin dan sangat memanfaatkan waktu tanpa ada sedikit waktupun yanng ingin terlewati secara sia-sia. Memang pada tahap awal utnutk kegiatan tersebut sangat berat untuk dilaksnakan, tapi jka kita sudah terbiasa untuk melakukannya setiap hari maka akan terasa senang dan kita juga akan berfikir betapa pentingnya waktu dan sangatlah rugi jika waktu tersebut tidak dimanfaatkan secara baik dan benar.
Tapi, jika mengenai dengan suatu cara mendidik yang kurang baik untuk proses mental anak memang benar, seharusnya tidak boleh kegiatan yang menyiksa batin anak. Dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan Halaqoh diniah adalah kita dapat menghafal ayat-ayat Al-Quran serta kita dapat mengetahui ilmu-ilmu yang belum kita ketehui mengenai agama islam yang sesungguhnya.  Memang banyak mahasiswa yang tidak mengikuti perintah-perintah yang telah ditentukan, tapi mereka tidak mengetahui dan mendapatkan ilmu yang telah diajarkan.
Dalam halaqoh Diniyah sebenarnya termasuk kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku, tapi yang tidak menyenangkan adalah disaat kita harus bangun tidur sangat pagi dan mandi kedinginan didalam kamar mandi, bertepatan Aku tinggalnya adalah di kota Malang, jadi sangat dingin jika Aku harus mandi pagi-pagi di Malang.
Pada aturan Halaqoh Diniyah jika kita tidak masuk sebanyak tiga kali itu masih terhitung kita lulus. Tapi jika kita tidak masuk lebih dari tiga kali maka dianggap tidak lulus dan harus mengulang lagi tahun depan. Untuk proses penilaian Halaqoh Diniyah sangat sulit dan ruwet, mendapat nilai A jika kita hadir terus, tidak pernah telat, selalu ikut sholat dhuha, aktif, cara membaca Al-Quran baik dan benar, menghafal hafalan yang telah ditentukan. Aku tidak berhasil untuk mendapatkan nilai A karena Aku pernah tidak masuk sebanyak 3 kali karena Aku sakit dan keadaanku yang tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Hari jumat, saat terahir ospek pada tingkat Universitas, Aku tidak mengikuti ordik karena kesehatan yang kurang memadai. Mungkin Aku kecapean karena kegiatan terlalu ful dalam waktu satu minggu ini. Lagi pula Aku kekurangan istirahat, dan Aku istirahat hanya 3 jam dalam waktu 24 jam, dan sisanya digunakan untuk aktivitas ospek. Ya pantas saja Aku langsung drop dan masuk rumah sakit, bukan hanya karena faktor terlalu capek saja yang membuat Aku sakit tapi karena juga Aku dihukum disaat melakukan suatu kesalahan. Memang, Aku paling tidak bisa jika Aku dibentak-bentak dan dimarahin, karena dari dulu Aku tidak pernah yang namanya dimarahi oleh orang lain apalagi orang tuaku sendiri, bahkan guruku selama menempuh pendidikan SD, SMP, dan SMA Aku tidak pernah dimarahi.
Hari Sabtunya, Aku sudah agak sehat dan ada kemungkinan untuk mengikuti kegiatan Halaqoh Diniyah. Jam 05.00 WIB Aku segera mandi dan sarapan supaya mempunyai tenaga yang cukup demi kesehatanku sendiri. Jam 06.00 WIB Aku berangkat ke kampus dan menuju masjid, Aku lihat banyak sekali Mahasiswa yang sudah datang dan solat dhuha juga hampir dimulai. Hampir saja Aku telat dan tidak dapat mengikuti solat dhuha, seandainya Aku telat maka nilaiku akan berkurang.